Ziarah Kubur, Aturan Dan Adat Berdo’a

Ziarah Kubur, Aturan Dan Adat Berdo'a

Ziarah Kubur, Aturan Dan Adat Berdo’a

Ziarah Kubur, Aturan Dan Adat Berdo'a
Ziarah Kubur, Aturan Dan Adat Berdo’a

Pengertian Ziarah Kubur

Yang di maksud dengan ziarah kubur ialah mengunjungi makam (kuburan) orang-orang Islam dengan maksud untuk mengambil pelajaran yang berkaitan dengan maut dan kehidupan di alam abadi dan mendoakannya biar dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah swt.

Hukum Ziarah Kubur

Ziarah kubur hukumnya sunnah dan dibutuhkan dengan ziarah kubur ini sanggup diambil i’ tibar dari orang yang sudah meninggal dunia, sehingga dengan demikian seseorang akan lebih sanggup mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan meninggalkan amal-amal kebaikan. Rasulullah saw. Bersabda: Artinya: “Dari Buraidah ra., Rasulullah saw. Bersabda, ‘Sungguh lampau saya sudah melarang engkau ziarah kubur, maka kini Muhammad saw. Telah diizinkan untuk berziarah ke kubur ibundanya, maka ziaralah engkau alasannya yaitu sebetulnya ziarah kubur itu mengingatkan akan diakhirat.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan At Turmudzi)

Ada yang beropini bahwa ziarah kubur bagi wanita hukumnya makruh atau bahkan haram jikalau dengan ziarah kubur itu akan menhadirkan fitanah menyerupai menangis, meratap, atau tingkah laris yang tidak senonoh. Rasulullah saw. Bersabda: Artinya: “Dari Abu Hurairah ra., sebetulnya Rasulullah saw. .Telah melaknati para wanita yang ziarah kubu (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At Turmudzi)

Baca Juga: Ayat Kursi

Adab Ziarah Kubur

a. Ketika masuk ke pintu kubur orang yang berziarah memdiberi salam kepada jago kubur dan membaca doa untuk mereka. Hadis wacana hal ini yaitu sebagai diberikut

اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ

لاَحِقُوْنَ

Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.
Artinya :
“Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau sudah menlampaui kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.”
b. Berdoa memohonkan ampun bagi jago kubursebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi saw. Ketika ziarah. Nabi saw. Bersabda:
Artinya: “Ya Allah, ampunilah jago (kubur) baqi.” (HR. Muttafaq ‘Alaih

Tata cara Berdo’a

1. Mengirimkan surah Al-Fatihah dengan membaca :
إِلَىَ حَضْرَةٍ النّبِيُ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلّى اللّهُ عَلَيْـهِ وَسَلّم صَلِّ اللّه لَهُمُ الْفَاتِحَة
2. Mengirimkan surah Al-Fatihah kepada yang mau di doakan
إِلَىَ حَضْرَةٍ الرّوْحِي ……..بِنْتِ/بِنْ…….. الْفَاتِحَة
Ilaa hadhratirruhi……….(sebut namanya) binti/bin…..(sebut nama bapaknya) Alfatihah…..(bacakan Surah Al-fatihah)
3. Surah Al-ikhlas 3 kali, Al-Falaq dan An-Nas
4. Ayat Qursy
5. Surah Yassin
6. Doa
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَاَنِسْ وَحْشَتَهُ، وَاَمِنْ رَوْعَتَهُ، وَاَسْكِنْ اِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ
يَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ
Artinya :
“Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih akung dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.”
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) diberilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di daerah yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau memmembersihkankan baju yang putih dari kotoran, diberilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), diberilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”
اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اَنْ لاَتُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ

“Ya Allah, saya memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad tidakbolehlah azab penghuni kubur ini.”

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Ya Allah, diberikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana dia berdua merawatku dikala saya masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, tiruana orang yang diberiman, pria maupun wanita yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, diberilah ampun dan belas kasihanilah alasannya yaitu Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.

Doa yang dibacakan dikala ziarah kubur pada dasarnya ialah memohonkan ampun kepada Allah swt. atas segala kesalahan dan dosa para jago kubur muslimin dan muslimat.
c. Orang yang ziarah kubur tidak duduk di atas kuburan. Hadis wacana hal ini yaitu sebagai diberikut:
Artinya: “Dari Jabir ra., Nabi saw. Telah melarang menembok kubur, duduk di atasnya dan mendirikan bagunan di atasnya.” (HR. Ahmad dan Muslim)
d. Bagi orang yang ziarah kubur dihentikan meminta sesuatu apapun kepada kuburan, baik kuburan biasa maupun kuburan yang disebut orang sebagai kuburan keramat, alasannya yaitu yang demikian itu termasuk perbuatan syirik.