Warna Kayu

Warna Kayu

Warna KayuWarna Kayu

Warna sebagai sifat fisik suatu kayu memiliki perbedaan di berbagai jenis kayu. Biasanya warna kayu tersebut bervariasi yakni mulai dari warna kuning, agak putih, coklat muda dan tua, kehitam-hitaman, agak merah, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu berbeda di setiap jenis bahkan dalam satu batang kayu. Beberapa faktor yang mempengaruhi warna suatu jenis kayu adalah tempat di dalam batang, umur pohon, dan kelembapan udara (Dumanauw, 1990).
Kayu teras pada umumnya memiliki warna yang lebih gelap dan jelas dibandingkan kayu gubal. Kayu teras biasanya memiliki warna fisik merah, jingga, kuning, dan ungu. Sedangkan warna kayu gubal adalah putih dan juga sedikit warna kuning. Dan merah muda (Sunardi, 1977). Kayu dari pohon yang lebih tua biasanya memiliki warna yang lebih gelap daripada kayu dari pohon yang lebih muda meskipun dalam satu jenis. Selain itu, kayu yang lebih lama berada pada ruang terbuka memiliki warna yang lebih gelap atau pucat dari pada kayu yang segar dan kering udara (Dumanauw, 1990). Selanjutnya, Sunardi (1977) mengatakan bahwa warna yang terdapat di dalam kayu teras dapat diubah dengan beberapa langkah berikut ini:
  • Mencampurkan zat warna dengan bahan pengisi pori-pori (filler) sebelum permukaan kayu dipelitur atau dilicinkan (pelishing).
  • Menggunakan bahan kimia atau terkenal dengan istilah staining atau beiszooll.
  • Pengecatan dengan senyawa aniline atau sejenisnya yang baik dilakukan dengan cara penyelupan maupun dengan cara impregnasi.
  • Menggunakan pelitur minyak atau alkohol (varnish) sedikit banyak dapat membuat warna kayu berubah.
Sifat fisik kayu ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu jenis kayu. Warna kayu yang digunakan dalam hal ini adalah warna kayu teras. Pada umumnya warna kayu sebagai sifat fisik kayu bukanlah warna yang murni, melainkan campuran dari beberapa warna (Dumanauw, 1990).

4. Sifat Higroskopik pada Kayu

Sifat higroskopik pada kayu merupakan sifat menyerap atau melepaskan air atau kelembapan. Kelembapan dan suhu udara sangat berpengaruh penting dalam kelembapan kayu. Artinya, kelembapan udara di sekitar kayu akan bergerak lurus dengan kelembapan sutu kayu. Kelembapan kayu biasanya mencapai keseimbangan lingkungannya. Kandungan air pada kayu seperti ini dinamakan kadungan air kesetimbangan (Equilibrium Moisture Content). Dengan masuknya air ke dalam suatu kayu, maka berat kayu akan bertambah. Selanjutnya, keluar dan masuknya air di dalam kayu menyebabkan kayu menjadi basah atau kering sehingga dapat membuat kayu menyusut atau mengembang (Dumanauw, 1990).
5. Tekstur Kayu
Tekstur merupakan sifat fisik kayu yang memperlihatkan ukuran relatif sel-sel kayu yang besarnya mencolok di dalam kayu. Tekstur suatu kayu dikatakan halus apabila memiliki ukuran sel yang sangat kecil (Pandit & Ramdan, 2002). Menurut Dumanauw (1990), kayu berdasarkan tekstur dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu kayu bertekstur halus, kayu bertekstur sedang, dan kayu bertekstur kasar.