Tujuannya adalah untuk mereformasi masyarakat menggunakan alasan (bukan tradisi, iman dan wahyu)

Persamaan Vico, Kant, & Hegel


Dari ketiga tokoh tersebut sama-sama hidup pada Abad Pencerahan (aufklarung) yaitu pada abad ke-18, maka dapat dilihat dari pemikiran Vico, Kant, dan Hegel sudah mengarah ke rasionalitas. Tujuannya adalah untuk mereformasi masyarakat menggunakan alasan (bukan tradisi, iman dan wahyu) dan pengujiannya melalui ilmu pengetahuan. Ini dipromosikan ilmu pengetahuan dan pertukaran intelektual dan menentang takhayul, intoleransi dan beberapa pelanggaran oleh gereja dan negara. Abad Pencerahan terdiri tokoh yang mempunyai “jalan yang berbeda, yang bervariasi dalam waktu dan geografi, dengan tujuan bersama kemajuan, toleransi, dan penghapusan pelanggaran dalam Gereja dan negara.
Dan dari ketiga tokoh tersebut juga menyatakan bahwa tujuan sejarah atau akhir dari sejarah adalah Rasional Demokrasi. Dimana, Vico seperti yang telah disebutkan diatas telah membagi menjadi tiga fase perkembangan. Dan dalam perkembangan pemerintahan disebutkan bahwa pada Fase Gods berupa Theokratik, Fase Heroes menjadi Aristokrasi, dan Fase Men menjadi Demokrasi. Immanuel Kant juga menyebutkan bahwa umat manusia akan maju menuju tercapainya hukum rasional dan perdamaian. Lalu pendapat Hegel mengenai perkembangan bentuk pemerintahan yang dimulai dari Fase despotisme dari Timur yang berupa monarkhi absolut yang kemudian berubah ke Fase Timur Tengah yang berubah menjadi bentuk paham aristokrasi atau demokrasi. Danmulai memperkenalkan aturan strktur sosial diwujudkan dalam hubungan dialektik antara hukum dengan warganegara.

Perbedaan

Dari ketiga tokoh tersebut mempunyai pendapat sendiri-sendiri mengenai pola sejarah, pola sejarah sendiri terdiri atas : Pola Spiral, gerak spiral sejarah menggambarakan bahwa suatu peristiwa sejarah memiliki dua sifat yakni progresif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengulangan yang bersifat siklus tidak ada sehubungan dengan progresivitas suatu peristiwa sejarah. Disamping itu peristiwa sejarah berikutnya selalu lebih maju daripada peristiwa sejarah sebelumnya. Gerak spiral sejarah merupakan suatu rangkaian kejadian yang berkelanjutan. Giambattista Vico adalah yang menggunakan pola spiral ini, ia menyatakan bahwa telah menemukan gerak spiral dalam sejarah (repetition dan progress). Dalam pemikiran Vico sangat menentang pemikiran pada gerak sejarah linier, karena menurut Vico kerajaan Tuhan dan kerajaan Dunia yang diterangkan pada gerak sejarah linier. Vico juga membenarkan bahwa Kerajaan Dunia merupakan bagian dari Kerajaan Tuhan, namun perbedaannya yaitu pada Kerajaan Dunia yang disebutkan oleh St Augustinus yang mengatakan bahwa terjadinya sejarah karena adanya pertentangan antara kerajaan dunia dengan kerajaan Tuhan, sedangkan Vico mengatakan bahwa Kerajaan Dunia merupakan bagian/bawahan dari Kerajaan Tuhan.
Pola Linier, pandangan ini berasumsi bahwa peristiwa sejarah merupakan suatu proses yang saling berhubungan satu sama lain. Pada suatu sisi peristiwa sejarah memiliki keunikannya sendiri-sendiri, tetapi pada sisi lain peristiwa sejarah juga menunjukkan adanya suatu perkembangan yang terjadi secara linier. Suatu peristiwa pada dasarnya merupakan suatu kelanjutan dan sekaligus perbaikan dari peristiwa sebelumnya, bukan merupakan suatu pengulangan. Sifat gerak sejarah ini disebut sifat gerak sejarah linier karena memang tidak menggambarkan pola siklus pada pandangan pertama, melainkan menggambarkan garis lurus. Sifat gerak sejarah ini juga disebut progresif, karena pada dasarnya peristiwa sejarah menggambarkan adanya perubahan kearah kemajuan. Immanuel Kant juga menunjukan kepada kita suatu pandangan yang linier dari sejarah yang mendorong kita untuk secara optimis menghadapi masa depan.

SUmber: https://digitalcamera.co.id/