Tips Budidaya Jahe

Tips Budidaya Jahe

Tips Budidaya Jahe

Tips Budidaya Jahe
Tips Budidaya Jahe

Penentuan Pola Tanaman

Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang di nilai cukup rasional, Karena mampu memberikan produksi tinggi. Namun pada daerah, Pembudidayaan jahe secara monokultur kurang dapat di terima karena selalu menimbulkan kerugian. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut di bawah ini :

  1. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunya harga.
  2. Menekan biaya kerja, Seperti : Tenaga kerja pemeliharaan tanaman.
  3. Meningkatkan produktivitas lahan.
  4. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (Tanaman Pengganggu).

Praktek lapangan ada jahe yang di tumpangsarikan dengan sayur-sayuran, Seperti : Timun Bawang merah, Cabe rawit, Buncis dan lain sebagainya. Dan ada juga yang di tumpangsarikan dengan palawija, Seperti jagung, Kacang tanah, dan juga beberapa Kacang-kacangan yang painya.

Pembuatan lubang tanam

Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang buruk dan jelek, Karena kondisi air tanah yang buruk. Maka sebaiknya tanah diolah menjadi Bedeng-bedengan. Kemudian buat Lubang-lubang kecil atau alaur sedalam 3-7,5 cm, Untuk menanam Bibit.

Cara Menanam Jahe

Cara menanam jahe di lakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah kedalam lubang tanam atau alur yang telah di persiapkan. Dan jarak tanam yang di pergunakan untuk penanaman jahe putih besar yang di panen tua adalah 80 cm x 40 cm, Atau 60 cm x 40 cm. Jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm.

Perioda Tanam

Penanaman jahe sebaiknya di lakukan pada awal musim hujan sekitar bulan september dan oktober. Hal seperti ini di mungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air yang cukup banyak untuk pertumbuhanya.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id