Surat Berharga Bank Indonesia

Surat Berharga Bank Indonesia\

Terdapat beberapa surat berharga yang diterbitkan oleh BI antara lain :

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI): Surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek dan merupakan salah satu piranti Operasi Pasar Terbuka.
  2. Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS): Surat Berharga berdasarkan prinsip syariah berjangka pendek dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh BI.
  3. Surat Utang Negara (SUN) : terdiri dari surat perbendaharaan negara (SPN) dan obigasi negara. SPN berjangka waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto, sedangkan obligasi negara berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon dan atau dengan pembayaran bunga secara diskonto.
  1. Kebijakan Moneter

Secara umum dikenal 4 jenis rezim kebijakan moneter sebagai berikut :

  1. Monetary Targeting : Kebijakan ini dilaksanakan untuk mengendalikan uang yang beredar sebagai sasaran antara dan uang primer sebagai sasaran operasional berdasarkan kestabilan permintaan uang.
  2. Exchange Rate Targeting ; Kebijakan ini dilaksanakan untuk mengendalikan nilai tukar sebagai sasaran antara untuk mencapai sasaran akhir.
  3. Inflation Targeting : Kebijakan ini dilaksanakan untuk memfokuskan sasaran akhir pada targer inflasi berdasarkan saluran transmisi moneter yang tersedia. Kebijakan ini pada umumnya dikombinasikan dengan suku bunga untuk menentukan sasaran operasional.
  4. Implicit Nominal Achor : Kebijakan ini dilaksanakan semata-mata berdasarkan penilaian dan keyakinan Dewan Gubernur bank Sentral tanpa disertai penetapan sasaran akhir dan sasaran antara tertentu. Untuk penetapan sasaran operasional biasanya Dewan Gubernur menggunakan suku bunga sebagai acuannya.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/