Sumber Hukum Islam Al-Qur’an

Sumber Hukum Islam Al-Qur’an

Sumber Hukum Islam Al-Qur’an

Qur’an

Ulama ushul fiqh menta’rifkan Al-Quran;Al-Qur’an ialah lafadz yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dinukilkan kepada kita dengan cara mautawatir yag dimulai dengan surat Al-Fatihah yang disudahi dengan surat An-Nas, yang dikumpulkan antara dua tepi mushaf yang Allah wahyukan kepada Rasul-Nya dengan lafadz dan makna untuk dihafal dan disampaikan kepada umat sebagaimana yang Allah turunkan.

Al-Qur’an yang terdiri dari 114 surat, 6666 ayat dan terkumpul dalam 30 juz. Seluruh isi Al-Qur’an dinukilkan kepada manusia secara mutawatir, baik dengan hafalan atau dinukilkan dengan tulisan. Dia memfaedahkan yakin, yang wajib diamalkan dan orang yang mengingkarinya dihukum kafir.

Inilah sumber tasyri’ yang pertama. Sumber asli yang memberi hak hidup kepada orang lain. Dalam kaitannya dengan hukum adalah qath’i, adakala dhanni yaitu kala lafadznya menerima dua makna.

Al-Qur’an mengemukakan kaidah-kaidah kulliyah. Tidak menerangkan segala hukum secara terperinci. Dan karenanyalah mempunyai daya tahan sepeanjang masa dan dapat sesuai dengan suasana dan suasana, kondisi tiap-tiap masyarakat. Yang demikian pula merupakan segi kemu’jizatannya. Kebanyakan hukumnya mujmal, yang perinciannya diserahkan kepada ahli ijtihad. Yang menjiwai hukum-hukumnya, adalah menolak kemelaratan dan menghilangkan kepicikan.

Kategorisasi Hukum Dalam Al-Qur’an

Menurut Abdul Wahhab Khallaf, kategorisasi hukum dalam Al-Qur’an meliputi:
a) Hukum I’tiqadiyah (keyakinan/keimanan/teologi)
b) Hukum Khuluqiyah (akhlak/moral/etika)
c) Hukum ‘Amaliyah (perbuatan lahir)

Hukum ‘Amaliyah dbagi menjadi dua macam:
a. Hukum Ibadah, (Hubungan antara manusia dengan Allah), misalnya shalat, puasa, zakat, haji, nazar, sumpah, dan lain-lain.
b. Hukum Muamalah, (Hubungan manusia dengan manusia), meliputi:
1) Hukum Ahwal al-syakhsyiyah (hukum keluarga), terdiri dari 70 ayat
2) Hukum madaniyah (yang berhubungan dengan muamalah pribadi, seperti jual beli, ipah, jaminan, perkongsian), berjumlah 70 ayat
3) Hukum Jinayah (pidana), 30 ayat
4) Hukum Mufarat (acara), 13 ayat
5) Hukum perundang-undangan, 10 ayat
6) Hukum Ke-Tata Negara-an, 25 ayat
7) Hukum Istishadiyah (ekonomi) wa al-Maliyah (harta), berjumlah 10 ayat[7]
Menurut Wael B. Hallaq, bahwa para fuqaha dan para ssarjana muslim sepakat, bahwa Al-Qur’an terdiri dari 500 ayat tentang hukum. Jika dibandingkan dengan seluruh isi materi dalam Al-Qur’an, ayat-ayat hukum sangat lah kecil, tetapi kalau diperhatikan, ayat-ayat hukum ada dua kali lebih bahkan tiga kai lebih panjang dari pada ayat-ayat non hukum pada umumnya.

Baca Juga: