Strategi Penanganan Anak Dengan Cerebral Palsy

Strategi Penanganan Anak Dengan Cerebral Palsy

Penanganan anak dengan cerebral palsy akan sangat tergantung dari tipe, kondisi fisik dan gangguan yang dialaminya. Walaupun kondisi ini mertijuk pada gangguan motorik namun karena penyebab utamanya adalah ker^sakan otak maka masalah yang dialami anak akan sangat beragam dari koc^isi cerebral palsy yang sangat ringan hingga kondisi yang kompleks karena disertai juga dengan beragam gangguan perkembangan lain. Untuk mer>anganinya, orang tua dan guru perlu benar-benar memahami kondisi anaF dan mengetahui sejauh mana kemampuan anak seperti misalnya dalam ha| mobilitas, keseimbangan tubuh, kekuatan otot, koordinasi motorik, kerr»ampuan wicara, kemampuan sensorisnya dan aspek kemandirian yang djmiliki. Kerja sama dan komunikasi yang baik antara orang tua, guru, terapis dan dokter yang menangani anak akan sangat membantu semua pihak yang terjjbat dalam penanganan anak untuk dapat memahami kondisinya.

2.4 Anak yang Rentan Sakit

  1. Pengertian

Pada masa early childhood dan masa kanak-kanak, penyakit yang diderita anak cenderung dialami secara singkat dan sebagian besar adalah penyakit ringan seperti misalnya flu, batuk atau sakit perut. Kemajuan di bidang kedokteran dengan temuan vaksin dan pengobatan untuk beragam penyakit membuat anak di masa ini tumbuh dengan lebih sehat. Namun demikian ada beberapa kondisi penyakit yang dapat diderita anak.

Penyakit yang diderita anak dapat digolongkan dalam dua kondisi (Papalia, Olds & Feldman, 2009; Farrel, 2002):

  1. Kondisi medis akut
  2. Kondisi medis kronis

  1. Penyakit yang umum diderita anak:

Karakteristik anak dan penanganannya

  1. Asma

Kondisi medis kronis yang umum ditemui pada masa early childhood dan masa kanak-kanak adalah asma yaitu penyakit pemapasan kronis, memiliki dasar atau disebabkan karena alergi dan tampak muncul sebagai serangan batuk, bersin dan kesulitan bernapas secara tiba-tiba (Papalia, Olds & Feldman, 2009).

  1. Luka dan Kecelakaan

Luka yang terjadi karena anak mengalami kecelakaan merupakan hal yang memiliki risiko tinggi. Menurut penelitian di Amerika Serikat, kecelakaan menjadi hal yang paling tinggi dalam urutan penyebab kematian anak (Papalia, Olds & Feldman, 2009).

Dalam seting sekolah atau tempat bermain, pihak sekolah perlu memperhatikan faktor keamanan lingkungan agar anak terhindar dari luka serius. Menurut Johnson, Christie dan Yawkey (1999) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjamin keamanan tempat bermain anak:

  1. Menyediakan permukaan yang lembut di bawah peralatan / perangkat bermain seperti di bawah ayunan atau perosotan. Alas atau permukaan ini dapat berupa matras atau rumput dan pasir yang cukup lembut.
  2. Memperhatikan agar tidak ada bagian dari alat permainan yang dapat membuat anak terjepit

sumber :

Chimeras: Cursed and Forgotten Collector’s Edition 1.0 Apk