Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi adalah sistem fertilisasi internal oleh proses pertemuan antara organ kelamin pria dan wanita. Tujuan utama sistem reproduksi adalah untuk menghasilkan keturunan. Sistem reproduksi pada pria dan wanita berbeda. Sistem reproduksi pada pria terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, kelenjar cowper, uretra, penis, dan skrotum. Sedangkan organ reproduksi pada wanita terdiri dari ovarium, oviduk, tuba falopi, rahim, dan vagina. Fungsi sistem reproduksi pada manusia adalah:

  1. Untuk berkembang biak.
  2. Sebagai tempat pertumbuhan janin bagi wanita.
  3. Menghasilkan sel kelamin pria (sperma) atau wanita (sel telur)

Sistem Indera

Sistem indera adalah sistem penerima rangsangan dari lingkungan sekitar. Sistem indera dipisahkan dengan sistem saraf karena sistem saraf merupakan sistem penghantar dan pemroses rangsangan. Manusia memiliki lima indera (panca indra) yakni penglihatan (mata), pendengaran (telinga), perasaan (kulit), pengecap (lidah), dan penciuman (hidung). Berikut adalah fungsi sistem indera pada manusia:

  1. Mengenali lingkungan sekitar.
  2. Mencegah tubuh dari bahaya.
  3. Membantu berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
  4. Membantu alat tubuh lain. Seperti lidah membantu menelan dan kulit membantu mengarahkan gerakan manusia.
  1. Sistem Otot

Sistem otot adalah sistem penggerak tulang dan organ tubuh. Otot dikendalikan otak melalui sistem saraf, baik secara sadar maupun tak sadar. Jika sistem indera merupakan penerima rangsangan dan otak pemroses rangsangan, maka sistem otot merupakan efektor atau pelaksana respon dari rangsangan tersebut. Otot terdiri dari sel-sel otot. Macam-macam sel otot meliputi otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Berikut adalah fungsi sistem otot pada manusia:

  1. Sebagai pelaksana respon dari suatu rangsangan.
  2. Bergerak dengan menggerakkan tulang.
  3. Membantu organ lain menjalankan tugasnya.
  4. Membentuk postur tubuh.
  1. Sistem Integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang melindungi tubuh dari berbagai macam kerusakan seperti kehilangan cairan atau abrasi dari luar. Sistem integumen pada manusia terdiri dari kulit dan tambahannya (termasuk rambut dan kuku). Berikut fungsi sistem integumen pada manusia:

 

  1. Bekerja sebagai anti air.
  2. Melindungi jaringan di dalamnya.
  3. Mengekskresi zat buangan.
  4. Mengatur suhu tubuh.
  5. Menyimpan air dan lemak.
  6. Sebagai tempat menempel reseptor saraf untuk mendeteksi sakit, rabaan, tekanan, dan suhu.

Sistem Saraf

Sistem Pernapasan

Perdangangan Internasional

Kehidupan ekonomi kerajaan kutai