Proses Pembuatan Unsur periode Ketiga

Proses Pembuatan Unsur periode Ketiga

  1. Unsur Natrium diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl yang dicairkan dengan katode besi dan anode karbon. Sel yang digunakan adalah sel Downs. Natrium cair terbentuk pada katode, selanjutnya dialirkan dan ditampung dalam wadah berisi minyak tanah. Dalam proses ini bejana elektrolisis dipanaskan dari luar dan dijaga agar natrium yang terbentuk tidak bersinggungan dengan udara, karena akan terbakar. Hasil samping elektrolisis ini adalah klorin
  2. Unsur Magnesium diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan magnesium klorida. Sekarang ini, Mg juga dapat diperoleh dari air. Selain itu Mg diperoleh juga dari reduksi MgO dengan karbon.
  3. Unsur Aluminium diperoleh dari elektrolisis bauksit yang dilarutkan dalam kriolit cair. Proses ini dikenal dengan proses Hall. Pada proses ini bauksit ditempatkan dalam tangki baja yang dilapisi karbon dan berfungsi sebagai katode. Adapun anode berupa batang-batang karbon yang dicelupkan dalam campuran.
  4. Unsur silikon dapat dibuat dari reduksi SiO2 murni dengan serbuk aluminium pada suhu tinggi.
  5. Unsur Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir dalam pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4.
  6. Unsur Belerang, cara untuk mengekstrak belerang yang dikenal dengan cara Frasch. Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang memiliki dua pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan dimasukkan melalui pipa luar, sehingga belerang meleleh, selanjutnya dimasukkan udara bertekanan tinggi melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang yang keluar mencapai 99,5%.
  7. Unsur Klor diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis
  8. Unsur Argon dihasilkan dari penyulingan bertingkat udara cair karena atmosfer mengandung 0.94% Argon.

2.3.       Sifat Fisis dan Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga

  1. Sifat Fisis Unsur Periode Ketiga

Tabel Titik leleh dan titik didih

Senyawa Na Mg Al Si P S Cl Ar
Titik leleh 97,81 648,8 660,37 1,410 44,1 119,0 -101 -184,2
Titik didih 903,8 1,105 2467 2,355 280 44,67 -35 -185,7

Berdasarkan tebel tersebut, diketahui bahwa unsur Na, Mg, Al, Si, P, dan S berwujud padat pada suhu ruangan karegafna unsur-unsur tersebut memilliki harga titik leleh dan titik didih di atas suhu ruangan (250C). Unsur Cl dan Ar berwujud gas karena memiliki harga titik leleh dan titik didih di bawah suhu ruangan.

  1. Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga

  2. Sifat Pereduksi dan Sifat Pengoksidasi

“Dari kiri ke kanan, Sifat reduktor berkurang dan sifat oksidator bertambah”

Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan sifat pengoksidasi unsure-unsur periode ke tiga ini dapat anda lihat dari harga potensial reduksinya.

Tabel potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga.

Sifat Senyawa Na Mg Al Si P S Cl Ar
Potensial reduksi -2,711 -2,375 -1,706 -0,508 +1,358

Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air. Sifat pereduksi magnesium lebih lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan air panas. Contoh :

Mg (5) + H2(l)  (tidak bereaksi)

Mg (5) + 2H2O (l) (panas)       Mg (OH)2 + H2 (g)  

Sedangkan silikon memiliki sifat pereduksi lebih lemah dibandingkan aluminium sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin.

Contoh :

Si (5) + O2 (g)           Si O2(5)

Si (5) + 2Cl2 (g)           Si Cl4 (l)

 

PELAYANAN BANK BRI, BNI, MANDIRI dan BPD