Persekutuan Tidak Likuid

Persekutuan Tidak Likuid

Rosi, Fani, dan Koni adalah sekutu yang membagi laba secara merata dan persekutuan mereka sekarang dalam proses likuidasi. Setelah dikonversi menjadi kas, akan digunakan untuk membayar kewajiban,dengan rincian:

Kewajiban        90.000.000kr        Modal Fani (1/3)    30.000.000dr

Modal Rosi (1/3)    30.000.000dr        Modal Koni (1/3)    30.000.000dr

Diketahui seluruh sekutu memiliki sumber daya pribadi paling sedikit 30.000.000, tiap sekutu harus membayar 30.000.000 ke persekutuan. Tetapi jika kreditur menagih 90.000.000 dari Rosi, maka saldo persekutuan yang tersisa menjadi, Modal Rosi, Fani, Koni masing – masing 60.000.000kr, 30.000.000dr,30.000.000dr. Apabila fani dan Koni hanya dapat membayar masing-masing 30.000.000, maka desakan kreditur kepada rosi tidak beralasan. Tetapi jika desakan terhadap rosi karena koni secara pribadi tidak likuid dan aktiva bersih fani hanya 35.000.000, situasinya akan berubah. Dalam hal ini rosi dan fani membagi kerugian Koni sebesar 30.000.000, dimana setelah itu rosi memiliki saldo modal kredit 45.000.000 dan fani saldo debit 45.000.000. Jadi, karena aktiva pribadi fani hanya 35.000.000, rosi menagih dari 35.000.000 dari fani dan sisa 10.000.000 dalam saldo debit modal fani dihapuskan sebagai kerugian rosi.

                              

2.8. Pembelian Kepemilikan dalam Persekutuan

Perkembangan dunia usaha saat ini sulit untuk diprediksi,  baik dalam proses pertumbuhan maupun dalam proses penyesuian dengan kondisi ekonomi. Demikan juga dalam persekutuan yang sudah berjalan dengan perjanjian yang sudah dibuat adakalnya harus mengalami perubahan.perubahan dalam persekutuan sudah menjadi hal biasa. Hanya saja perubahan tersebut mempunyai perlakuan khusus dalam akuntansinya. Perubahan-perubhan dalam persekutuan akan mengakibatkan persekutuan tersebut.

Dari sisi yuridis persekutuan dinyatakan bubar apabila perjanjian yang telah disepakati untuk menjalankan usaha bersam-sama (sesuai dengan karakteristik persekutuan) telah berakhir. Masuknya sekutu baru atau pengunduran diri sekutu lama atau meninggalnya salah satu skutu atau adanya sengketa diantara skutu baik permintaan anggota sekutu tersebut atau lewat pengadilan, maka persekutuan tersebut dinyatakan dibubarkan.

Ketika persekutuan secara yuridis dinyatakan dibubarkan dengan alasan-alasan di atas, maka perjanjian baru perlu dibuat lagi untuk kelanjutan usaha tersebut. Jadi pembubaran yang dimaksud dalam pokok bahasan ini pembubaran dari sisi yuridis bukan pembubaran operasional perusahaan.

 Permasalahan timbul sehubungan dengan pembubaran ini adalah penilaian kembali terhadap aset-aset persekutuan. Ada pendapat yang menyatakan karena pembubran persekutuan lama, maka seluruh aktiva yang ditransfer persekutuan yang baru harus dinilai ulang dengan cara yang sama seperti kalau persekutuan tersebut dijual keperusahaan lain. Atau pendapat lain tidak harus dinilai seperti itu. Kedua pendapat itu mempunyai nilai masing-masing. Hanya saja dalam bab ini tidak membahas tentang pendapat tersebut, tetapi poko bahasan bab ini terfokus pada sisi akuntansi perubahan persekutuan dengan alasan-alasan diatas dan bagaimana goodwill atau bonus diberikan kepada anggota-anggota persekutuan. Kondisi-kondisi yang menyebabkan pembubaran terjadinya persekutuan adalah:

sumber :
https://academicwriting2017.com/2020/06/11/seva-mobil-bekas/