Penjelasan Mengenai Aliran Khawarij

Penjelasan Mengenai Aliran Khawarij

Penjelasan Mengenai Aliran Khawarij
Penjelasan Mengenai Aliran Khawarij

Nama Khawarij berasal dari kata kharaja yang berarti keluar. Semula Khawarij yaitu golongan politik yang menolak perilaku Ali bin Abi Thalib dan keluar dari golongan Ali. Golongan ini disebut juga dengan nama Haruriah, lantaran sehabis memisahkan diri dari Ali memutuskan pimpinan gres di suatu kampung yang berjulukan Harura. Meskipun Khawarij pada mulanya yaitu golongan politik, namun dalam perkembangan selajutnya ia beralih menjadi aliran kalam.

Aliran Khawarij membolehkan seorang khalifah (kepala Negara) atau Imam dipilih dari bukan golongan kaum Quraisy, boleh dari orag biasa ataupun hamba sahaya. Bagi aliran ini seorang khalifah berfungsi mewakili tiruana kepentingan rakyat dengan sifat-sifat yang adil, jujur dan menjauhi segala hal yang akan merusakannya. Khalifah juga wajib mempunyai ilmu yang luas da bersifat zuhud. Seorang khalifah yang menyimpang dari ajaran-ajaran Islam, merusak keadilan, dan kemaslahatan, wajib dieksekusi atau dibunuh. Ali ditolak semenjak Ali melaksanakan tahkim.

Golongan An-Najdat

yaitu pengikut Najdah Ibnu Amir al- Hanafi dari Yamamah. Bagi golongan ini, keimanan dan keislaman seseorang ditentukan oleh kewajiban mengimani Allah dan Rasul-Rasul-Nya, mengetahui haram hukumnya membunuh orang islam dan percaya pada seluruh yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya. orang yang tidak peduli terhadap hal-hal tersebut tidak diberiman dan tidak sanggup diampuni.

Baca Juga: Rukun Iman

Golongan al-Muhakkimah

contohnya memutuskan bahwa Ali, Mu’awiyah dan tiruana pengikut yang membenarkan tahkim, tiruanaya kafir.

Golongan al-Azariqah

yaitu kelompok khawarij di bawah pimpinan Nafi Ibnu Azraq dengan pandangan yang lebih ekstrim di banding golongan-golongan lainnya. Golongan ini berpendirian bahwa orang-orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka yaitu musyrik, infinit selama-lamanya didalam neraka, walaupun ia dalam usia anak-anak. Yang tergolong diberiman yaitu mereka sendiri dan para pengikutnya, selain golongan mereka tiruananya musyrik dan harus dibunuh.

Pengikut dari Ziad ibnu Asfar disebut As-Sufriah. Golongan ini juga termasuk golongan ekstrim akan tetapi ada di antara pendirian mereka yang lunak, seperti: bawah umur orang musyrik dihentikan di bunuh, orang-orang sufiah yang tidak ikut hijrah tidak dipandang kafir, kafir bagi mereka ada dua, kufur ni’mat dan kufur rububiyah. Dari sini kafir tidak selamanya harus keluar dari islam.