Pengertian Hukum Menurut Beberapa Pakar

Pengertian Hukum Menurut Beberapa Pakar
Pengertian Hukum Menurut Beberapa Pakar
Pengertian Hukum Menurut Beberapa Pakar
Indonesia adalah negara yang mengenal sistem hukum campuran dengan sistem hukum utama, yaitu sistem hukum Eropa Kontinental. Selain sistem hukum Eropa Kontinental, di Indonesia juga berlaku sistem hukum adat dan hukum agama (khususnya hukum syariah Islam).
Hukum berisi peraturan yang dibuat oleh lembaga yang berwenang. Hukum mengikat semua orang. Oleh karena itu, hukum harus ditaati karena mengatur kehidupan manusia sehingga hukum memiliki arti penting dalam kehidupan manusia.

Pengertian Hukum Menurut Beberapa Pakar

  • Mochtar Kusumaatmadja¬†berpendapat bahwa hukum adalah keseluruhan kaidah serta asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat yang bertujuan memelihara ketertiban serta meliputi lembaga-lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah itu sebagai kenyataan dalam masyarakat. Hukum merupakan seperangkat ketentuan-ketentuan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat. Hukum berisi perintah dan larangan yang harus ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Pelanggar terhadap ketentuan-ketentuan hukum harus menanggung akibatnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
  • Drs. C.S.T. Kansil, S.H.¬†berpendapat bahwa hukum mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia supaya keamanan dan ketertiban terpelihara dengan baik.
  • J.S.T. Simorangkir¬†berpendapat bahwa hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, serta terhadap pelanggaran-pelanggaran dikenai tindakan-tindakan tertentu.
Hukum yang berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Hukum positif biasanya dalam bentuk peraturan perundang-undangan atau peraturan lainnya yang masih berlaku. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, suatu aturan disebut sebagai hukum apabila memenuhi unsur-unsur berikut:
  • Aturan dibuat untuk mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat.
  • Aturan dibuat secara tertulis oleh pemerintah/lembaga atau pejabat yang berwenang dengan sistematika tertentu.
  • Sanksi bersifat tegas dan memaksa.

Sistem Hukum

Ada berbagai jenis sistem hukum yang berbeda yang dianut oleh negara-negara di dunia pada saat ini, antara lain sistem hukum Eropa Kontinental, sistem hukum Anglo-Saxon, sistem hukum adat, dan sistem hukum agama.

Sistem Hukum Eropa Kontinental

Sistem hukum Eropa Kontinental adalah suatu sistem hukum dengan ciri ketentuan-ketentuan hukum dikodifikasi (dihimpun) secara sistematis yang akan ditafsirkan lebih lanjut oleh hakim dalam penerapannya. Hampir 60% dari populasi dunia tinggal di negara yang menganut sistem hukum ini.

Sistem Hukum Anglo-Saxon

Sistem Anglo-saxon adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi. Yurisprudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya. Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada dan Amerika Serikat. Selain negara-negara tersebut, beberapa negara lain juga menerapkan sistem hukum Anglo-Saxon campuran, misalnya Pakistan, India, dan Nigeria yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon, namun juga memberlakukan hukum adat dan hukum agama.

Sistem Hukum Adat/Kebiasaan

Hukum adat adalah seperangkat norma dan aturan-aturan adat atau kebiasaan masyarakat yang berlaku di suatu wilayah atau negara. Biasanya hukum adat itu diterapkan dalam suatu daerah yang amat terpencil dan umumnya masyarakatnya kurang peduli dengan hukum yang berlaku.

Sistem Hukum Agama

Sistem hukum agama adalah sistem hukum yang berdasarkan ketentuan agama tertentu. Sistem hukum agama biasanya terdapat dalam kitab suci agama masing-masing.


Baca juga: