Pengertian Akhlak, Pokok Persoalan dan Ciri Syariah Islam

Pengertian Akhlak, Pokok Persoalan dan Ciri Syariah Islam

Pengertian Akhlak, Pokok Persoalan dan Ciri Syariah Islam

Pengertian Akhlak, Pokok Persoalan dan Ciri Syariah Islam
Pengertian Akhlak, Pokok Persoalan dan Ciri Syariah Islam

A. Pengertian

Kata Akhlaq berasal dari bahasa Arab, jama’ dari akhlaq yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabi’at. Secara umum Akhlaq adalah tabiat atau sifat seseorang , yakni keadaan jiwa yang terlatih sehingga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan aqidah dan spontan tanpa dipikirkan dan diangan-angan lagi.

B. Pokok persoalan Akhidah

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dialami manusia saat ini, tak sedikit dampak negatifnya terhadap sikap hidup dan perilakunya, baik ia sebagai manusia yang beragama, maupun sebagai individual dan social.
1. Faedah Mempelajari Akhlaq
2. Meningkatkan derajat manusia
3. Mengarahkan pada kebaikan
4. Memanifestasikan kesempurnaan Iman
5. Keutamaan diHari Kiamat
6. Kebutuhan Pokok dalam Keluarga

3. SYARIAH

A. Pengertian Syariah Islam

Kata syariah dalam Bahasa Indonesia artinya jalan raya atau kesumber (mata) air, atau bermakna jalannya suatu hukum atau perundang-undangan. Kemudian kata ini diimbuhi oleh kata “Islam” menjadi syariah islam, yang secara harfiah berarti jalan yang harus dilalui dan dipatuhi oleh setiap muslim.

Seluruh hukum dan perundangan-undangan yang terdapat dalam islam, baik hukumyang berhubungan dengan Allah SWT (hablum minallah ), maupun hukum yang berhubungan antara manusia sendiri (hablum minannas), disebut dengan syariat Islam (Al-Syariah Al-Isamiah). Berdasarkan doktrin Islam, syariat tersebut seluruhnya dari Allah SWT. Oleh karena itu, sumber segala hukum yang terdapat dalam Islam adalah Allah SWT. Kemudian disampaikan pada umat manusia , dengan perantara Rasul-Nya (Muhammad SAW) yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’a

B. Ciri-Ciri Syariah Islam

Syariah Islam mempunyai ciri-ciri khas yang merupakan ketentuan-ketentuan yang tak berubah. Ciri-ciri khas tersebut antara lain:
a. Kemprehensif .
Syariat Islam membentuk Islam dalam satu kesatuan yang bulat, walaupun umat Islam itu berbeda-beda bangsa dan berlainan suku.
b. Wasathiah (moderat)
Syariat Islam mempunyai jalan tengah, jalan yang seimbang, tidak terlalu berat kekanan mementingkan kejiwaan (rohani) dan tak berat pula kekiri mementingkan keberadaan (jasmani), inilah yang diistilahkan dengan teori wasathiah, menyelaraskan diantara kenyataan dan fakta dengan ideal dan cita-cita.Hal ini telah digambarkan dalam Al-Qur’an.
c. Harakah (Dinamis)
Dari segi harakah, syariat mempunyai kemampuan bergerak dan berkembang, mempunyai daya hidup, dapat membentuk diri sesuai dengan perkembangan zaman .
d. Universal
Syariat Islam tidak menunjukkan pada suatu kelompok tertentu, melainkan sebagai Rahmal Lilaalamiin , sesuai dengan syariat Rasullullah SAW.
e. Elastis dan Fleksibel
Syariat Islam berisi tentang kedisiplinan yang dibebankan untuk setiap individu yang didalamnya terdapat rukhsoh.
f. Tidak memberatkan
Manusia ialah makhluk lemah, yang dimana kemampuannya serba terbatas.
g. Graduasi (berangsur-angsur)
Allah SWT didalam Al-Qur’an telah menetapkan hukum-hukum dan dimana hukum tersebut sangatlah bijaksana untuk umat manusia baik secara psikologis yang sesuai dengan fitrahnya.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/