Pendapatan

Pendapatan

Sebenarnya, pendapatan bukanlah suatu hal yang dapat menimbulkan ketimpangan sosial ekonomi. Itu pun dengan catatan bahwa pendapatan yang diterima harus sesuai dengan bidang pekerjaan, tingkat kesulitan, kualitas, serta kinerja dari tenaga kerja. Jika tidak sesuai dengan hal tersebut, maka ketimpangan sosial ekonomi pasti akan terjadi. Gaji buruh dan guru yang kecil adalah contoh ketimpangan yang disebabkan oleh faktor ini. Bila dilihat dari tingkat kesulitan dan kualitas dari tenaga kerja, gaji yang diterima dari dua profesi itu bisa lebih layak lagi.

10)  Tingkat Kekayaan

Faktor ini merupakan akumulasi dari faktor-faktor sebelumnya, seperti lapangan kerja, kemiskinan, kualitas diri, dan pendapatan. Tingkat kekayaan di Indonesia begitu timpang antara orang kaya dan orang miskin, baik dari segi pendapatan maupun perlakuan dari masyarakat.      Khusus segi pengakuan, orang yang meraup pendapatan tinggi akan diperlakukan lebih layak ketimbang orang berpendapatan rendah. Hal tersebut tentu merupakan suatu tindakan diskriminasi terhadap orang berpendapatan rendah. Kecemburuan sosial juga akan timbul di dalam diri orang yang berpendapatan rendah. Lebih parahnya, kecemburuan tersebut bisa memicu tindak kejahatan yang merugikan orang berpendapatan tinggi dan tidak jarang juga merugikan negara.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/