Pembagian dan Tujuan Syariat Islam

Pembagian dan Tujuan Syariat Islam

Pembagian dan Tujuan Syariat Islam
Pembagian dan Tujuan Syariat Islam

Pembagian Syariat Islam

Secara sistematis syariat Islam terbagi sebagai berikut:

Pertama ibadah dalam arti khusus (ibadah mahdloh)

Hal-hal yang termasuk dalam pembahasannya ialah mengenai hubungan manusia dengan Allah SWT, contoh: shalat, puasa, dan zakat.

Kedua muammalah (ibadah ghoiru mahdloh)

1. Ibadah dalam arti khusus

antara lain:
a. Thaharah.
Thaharah dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti bersih dan suci, yaitu kondisi seseorang yang suci dari hadas (besar maupun kecil) dari najis.
b. Shalat .
Shalat secara bahasa shalat berarti do’a, secara istilah shalat dapat diartikan ucapan atau perbuatan yang dimulai dari takbirotul ikhrom dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat tertentu.
c. Zakat.
Zakat adalah ajaran islam yang ada hukumnya dengan kepemilikan harta benda seseorang baik berupa zakat fitrah maupun zakat maal.
d. Puasa.
Puasa adalah bentuk ibadah dalam agama islam yang dilakukan selama satu bulan penuh untuk setiap tahunnya, yaitu pada bulan Ramadhan.
e. Haji.
Haji adalah berkunjung ke Baittullah untuk melaksanakan thawaf, wuquf, dan amalan-amalan lainnya pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam syara’.

2. Muammalah (ibadah ghoiru mahdloh)

antara lain:
a. Muamalah dalam arti luas, yaitu munakahat dan warisan.
b. Muamalah dalam arti khusus, yaitu mengenai jual beli, sewa-menyewa, dan pinjam meminjam.
c. Hukum public (Islam) yaitu jinayat, al-ahkamat, dan al-mukharamat.
D. Tujuan Syariat Islam
Tujuan dari syariat hukum islam ialah untuk kemaslahatan manusia, sekaligus untuk menghindari kerugian atau kerusakan baik didunia maupun diakherat. Tujuan tersebut harus tercapai, dan pengambilan hukum syariat tersebut diambil dari Al-Qur’an dan Hadits.

Kesimpulan

Secara umum Akhlaq adalah tabiat atau sifat seseorang , yakni keadaan jiwa yang terlatih sehingga dalam jiwa tersebut , benar-benar telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan aqidah dan spontan tanpa dipikirkan dan diangan-angan lagi.
Kata syariah dalam Bahasa Indonesia artinya jalan raya atau kesumber (mata) air, atau bermakna jalannya suatu hukum atau perundang-undangan. Kemudian kata ini diimbuhi oleh kata “Islam” menjadi syariah islam, yang secara harfiah berarti jalan yang harus dilalui dan dipatuhi oleh setiap muslim. Kata syariah terdapat dalam Al-Qur’an: Artinya: kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.(Q.S.Al-Jatsiyah.:18)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/