Open Source Software Adalah

Open Source Software Adalah

Open Source Software Adalah

Open Source Software Adalah
Open Source Software Adalah

Open Source Software (OSS) adalah

perangkat lunak yang dikembangkan dengan source code yang terbuka. OSS identik dengan Free Software. Free disini bukan berarti gratis, namun free disini berarti bebas. Definisi bebas ini dijabarkan ke dalam lima aktivitas, yaitu:
1. Kebebasan menjalankan program untuk keperluan apapun.
2. Kebebasan untuk mengakses source code program, sehingga dapat mengetahui cara kerja program.
3. Kebebasan untuk mengedarkan program.
4. Kebebasan untuk memperbaiki program.
5. Kebebasan untuk memperdagangkan (menjual) program baik secara langsung maupun tidak langsung.Penggunaan OSS dapat menekan biaya lisensi sehingga dapat mengurangi kesenjangan digital (digital divide) dengan negara-negara maju.

Kelebihan Open Source Software

1.    Biaya Investasi

  • Biaya lisensi untuk perangkat lunak, nol atau sangat rendah (karena masih ada biaya distribusi perangkat lunak).
  • Perangkat keras: berbeda dengan penggunaan proprietary software, yang mensyaratkan spesifikasi perangkat keras tertentu, OSS tidak terlalu bergantung pada jenis perangkat keras tertentu. Pasalnya OSS dapat beroperasi pada PC standar dan berbagai platform perangkat keras.
  • Pengeluaran biaya tertuju pada perawatan (maintenance) sistem OSS.


2.    Kualitas dan Kinerja

  • Kualitas program dibuat dengan memperhatikan reliabilitas dan kinerja yang terkait dengan keseluruhan sistem yang digunakan. Dengan hasil peer review yang diperoleh dari para programmer, kualitas dan kinerja OSS dapat selalu ditingkatkan.
  • Fleksibilitas Sistem: Perubahan requirement (baik perangkat lunak atau perangkat keras) pada OSS tidak akan terlalu berpengaruh terhadap sistem yang digunakan. Hal ini sangat berbeda dengan proprietary software, ketika requirement penyusun sistem berubah maka perangkat lunak yang digunakan harus diganti atau diperbaharui (update). Perangkat lunak yang berbasis open source lebih fleksibel digunakan tanpa terpengaruh oleh perangkat keras atau perangkat lunak lain pada sistem.

3.    Keamanan

  • Dengan menggunakan OSS, faktor keamanan (security) selalu dapat ditingkatkan. Pasalnya, akses pada source code yang terbuka akan memudahkan pendeteksian kerusakan sistem, sehingga bisa langsung diperbaiki.

4.    Lokalisasi

  • Pengembang dapat memodifikasi program sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sekitar, contohnya translasi Linux ke dalam suatu bahasa tertentu.
  • Meningkatkan kapasitas pengembang perangkat lunak lokal.

5.    Independensi (kebebasan)

  • Berkurangnya ketergantungan terhadap suatu vendor perangkat lunak.

Kekurangan Open Source Software

1.    Terlalu banyak variasi dari Software

  • Satu jenis perangkat lunak bisa memiliki variasi yang jumlahnya banyak. Sebagai contoh, sistem operasi Linux memiliki banyak sekali variasi (yang disebut distribution atau distro) sehingga sering membingungkan bagi pengguna pemula yang ingin memilih.

2.    Tidak adanya dukungan komersial

  • Banyak aplikasi OSS yang tidak memiliki dukungan komersial yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tentunya tidak semua OSS berada dalam kondisi ini. Ada beberapa OSS yang memiliki dukungan komersial sehingga dapat digunakan oleh perusahaan. Redhat merupakan salah satu contoh produk OSS yang memiliki dukungan komersial. Di kemudian hari akan semakin banyak dukungan komersial terhadap OSS.

3.    Usabilitas yang masih kurang baik

  • Dibandingkan dengan proprietary software, OSS relatif memiliki usability yang kurang baik sehingga menyulitkan pengguna biasa (awam), baik pemula ataupun yang akan berpindah dari aplikasi proprietary. Hal ini terjadi karena pada umumnya pengembangan OSS ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengembang (developer) sendiri yang lebih memfokuskan pada ketersediaan features (feature-centric development). Sedangkan untuk  pengembangan perangkat lunak yang ditujukan agar dapat digunakan oleh pengguna awam dengan mudah, maka diperlukan pengembangan dengan pendekatan yang lebih terfokus pada pengguna (user-centric development), yaitu dengan mempertimbangkan tingkat usabilitas seperti layaknya pada pengembangan perangkat lunak proprietary.

4.    Interoperabilitas dengan sistem proprietary

  • Interoperabilitas itu adalah dimana suatu aplikasi bisa berinteraksi dengan aplikasi lainnya melalui suatu protokol yang disetujui bersama lewat bermacam-macam jalur komunikasi data biasanya lewat network TCP/IP atau protokol HTTP dengan memanfaatkan file XML. Adapun aplikasi disini boleh berada di platform yang berbeda: Delphi Win32, .NET, Java, atau bahkan pada O/S yang berbeda. Kelemahan yang masih ada pada OSS adalah interoperabilitas masih ada yang terkait dengan sistem proprietary.

5.    Terbatasnya sumber daya manusia, aplikasi dan komitmen terhadap OSS

  • Pemanfaatkan OSS secara menyeluruh di Indonesia masih sangat sulit untuk dilakukan, walaupun pada beberapa entitas publik seperti perguruan tinggi, OSS sudah banyak dimanfaatkan. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia yang masih banyak bergantung pada berbagai proprietary software. Begitu juga dengan aplikasi OSS yang masih dirasakan kurang, terutama aplikasi yang bermanfaat bagi kepentingan bisnis.

Dokumentasi dan “polish”

  • Dokumentasi mengenai OSS masih dirasa kurang dan masih tersebar dalam komunitas atau kelompok tertentu. Dan umumnya, dokumentasi ditujukan untuk komunitas pengembang OSS sendiri sehingga ini menjadikan semacam pembatas (“barrier-to-entry”) bagi pengguna awam yang bukan pengembang OSS.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/