Metode dan tujuan demonstrasi

Metode dan tujuan demonstrasi

Metode dan tujuan demonstrasi

Metode dan tujuan demonstrasi

  1. Metode demonstrasi dalam belajar dan mengajar ialah metode yang digunakan oleh seorang guru atau orang luar yang sengaja didatangkan atau murid sekali pun untuk mempertunjukkan gerakan- gerakan suatu proses dengan prosedur yang benar disertai keterangan- keterangan. Dalam metode demonstrasi murid mengamati dengan teliti dan seksama serta dengan penuh perhatian dan partisipasi.

Metode demonstrasi merupakan metode yang paling sederhana dibandingkan dengan metode- metode mengajar yang lainnya. Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui ada dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya. Metode ini adalah yang paling pertama digunakan oleh manusia yaitu tatkala manusia purba menambah kayu untuk memperbesar nyala unggun api, sementara anak- anak mereka memperhatikan dan menirunya.[1]

Metode demonstrasi ini barang kali lebih sesuai untuk mengajarkan bahan- bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan- gerakan dalam sholat yang diterapkan pada siswa tunagrahita. Dengan metode demostrasi peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala  benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan- kesimpulan yang diharapkan. Dalam demonstrasi diharapkan setiap langkah pembelajaran dari hal- hal yang didemonstrasikan itu dapat dilihat dengan mudah oleh murid dan melalui prosedur yang benar dan dapat pula dimengerti materi yang diajarkan.

  1. Tujuan dan kegunaan metode demonstrasi, antara lain:
  2. Untuk memudahkan penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas.
  3. Untuk membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian.
  4. Untuk menghindari verbalisme.
  5. Cocok digunakan apabila akan memberikan keterampilan tertentu.

Langkah-langkah dalam metode demonstrasi yaitu sebagai berikut:

  1. pembukaan
  2.  guru menjelaskan tentang  materi tata cara solat dan praktik solat
  3.  guru menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh siswa untuk memperaktikkan tata cara      solat
  4.  guru memperaktikkan tata cara solat dulu sebelum diperaktikkan
  5.  siswa memperaktikkan apa yang diperaktikkan oleh guru
  6.  kemmudian siswa diberikan kesempatan untuk mengulang kembali apa yang telah  dijelaskan dan yang diperaktikkan.[2]
  7. Kelebihan dan Kekurangan Metode demonstrasi
  8. Kelebihan metode demonstrasi antara lain sebagai berikut:
  9. Terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
  10.  Proses pembelajaran akan lebih menarik
  11. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.
  12. Kekurangan metode demonstrasi
  13. Memerlukan keterampilan guru secara khusus.
  14. Memerlukan waktu yang banyak.
  15. Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.
  16. Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikan.

sumber :
https://robinschone.com/seva-mobil-bekas/