Menristek Ungkap Ironi Peran Swasta dan Mandeknya Riset di RI

Menristek Ungkap Ironi Peran Swasta dan Mandeknya Riset di RI

Menristek Ungkap Ironi Peran Swasta dan Mandeknya Riset di RI

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Bambang Brodjonegoro membeberkan minimnya kontribusi pihak swasta dalam anggaran riset dan inovasi nasional.

Bambang mengatakan anggaran riset Indonesia saat ini telah mencapai 0,35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dari 0,35 persen, swasta baru menyumbang 10 persen anggaran riset.

“Ironinya adalah kira-kira 80 persen datangnya dari anggaran pemerintah. Dari swasta baru 10 persen jadi artinya anggaran pemerintah atau kegiatan riset pemerintah itu mendominasi Indonesia,” kata Bambang saat acara Business Innovation Gathering (BIG) 2019 di LIPI Kamis (19/12).

Hal ini bagi Bambang cukup ironis karena negara-negara adidaya teknologi seperti Jepang dan Korea Selatan didukung oleh anggaran riset dari pihak swasta.

Lihat juga: Menristek Siapkan Roadmap Ganti Eselon dengan Teknologi AI

 

Bambang mengatakan pihak swasta di kedua negara tersebut menyumbang lebih dari 70 persen dari total anggaran riset.

Menurut mantan Kepala Bappenas tersebut, kontribusi swasta ini mengakselerasi riset dan inovasi karena pihak swasta paham pentingnya riset dan teknologi untuk menjawab minimnya kekayaan alam di Jepang dan Korea Selatan.

“Jepang dan Korea lembaga swasta menyumbang lebih dari 70 persen. Jadi Korea Selatan dan Jepang itu sedemikian cepat berkembang dengan inovasi,” kata Bambang.

Minimnya kontribusi swasta dianggap Bambang menyebabkan inovasi dan

riset belum berkembang secara besar di Indonesia. Bahkan apabila kontribusi pihak swasta terhadap dana riset dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia sangat tertinggal jauh.

Pihak swasta di negara Gajah Putih tersebut menyumbang 70 persen dari anggaran sumber dana riset.

“Ironi ini menurut saya harus segera diselesaikan kalau kita ingin memperkuat sumber pendanaan research & development (R&D) dan inovasi di Indonesia,” kata Bambang.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/robot-warfare-apk/