Meluruskan Aqidah dan Kepercayaan

Meluruskan Aqidah dan Kepercayaan

  1. Membentuk Dasar-Dasar Tauhid

Al-qur’an mengatakan bahwa kemusyrikan merupakan dosa yang paling besar yang dilakukan oleh manusia karena dalam kemusyrikan itu terkansung penzhaliman terhadap hakikat, pemalsuan fakta, dan menurunkan manusia dari tingkat penguasa dunia-seperti dikehendaki Allah SWT-ketingkat perbudakan dan ketundukan kepada makhluk biasa; baik makhluk itu benda mati, pepohonan, hewan, manusia, atau yang lainnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman,.

 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengamouni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…”(an-Nisa : 48)

Karena kemusyrikan adalah sarang kebatilan dan khufarat, maka Al-qur’an mengajak untuk menyembah Allah SWT semata, dan mendeklarasikannya sebagai prinsip utama bersama risalah para nabi seluruhnya.Seluruh nabi mengajak kaumnya untuk menyembah Allah.

Dakwah tauhid adalah pokok kebebasan yang sebenarnya karena orang yang menyakralkan dan menyucikan manusia atau menyembah batu, sama sekali tidak mempunyai kebebasan.

Ia adalah pokok persaudaraan dan persamaan karena ia berdiri di atas keyakinan bahwa manusia seluruhnya adalah hamba Allah SWT, dan mereka adalah anak-anak dari bapak dan ibu yang satu. Mereka bersaudara satu sama lain, dan satu orang tidak menjadi tuhan bagi yang lainnya.

Al-qur’an dari awal hingga akhir adalah ajakan kepada tauhid, mengingkari kemusyrikan, menjelaskan balasan yang baik bagi orang yang bertauhid di dunia dan di akhirat, dan alasan yang buruk bagi orang-orang yang musyrik di dunia dan di akhirat.

  1. Meluruskan Akidah tentang Kenabian dan Risalah

Meluruskan akidah tentang kenabian dan risalahnya di lakukan dengan metode berikut.

  1. Menjelaskan  kebutuhan manusia kepada kenabian dan risalah kenabian.
  2. Menjelaskan tugas para rosul dalam memberikan kabar gembira dan ancaman Tuhan

“(mereka kami utus) selaku rosul-rosul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan…”(an-nisa’:165)Dan para Rosul bukanlah tuhan-tuhan atau anak-anak tuhan namun mereka hanyalah meanusia-manusia yang di berikan wahyu.

            Para nabi dapat mengajak manusia untuk tidak manyekutukan Allah SWT, namun mereka mempunyai wewenang untuk memberikan hidayah kedalam hati manusia serta tidak pula dapat menguasai hati mereka.

“maka berilah peringatan karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi eringatan. Kamu bukanlah otrang yang berkuasa atas mereka”.(al ghasiyah:21-22)

sumber :
https://apkmod.co.id/seva-mobil-bekas/