Mahasiswa Undip Rebut Tiga Penghargaan Internasional di Polandia

Mahasiswa Undip Rebut Tiga Penghargaan Internasional di Polandia

Mahasiswa Undip Rebut Tiga Penghargaan Internasional di Polandia

Mahasiswa Undip Rebut Tiga Penghargaan Internasional di Polandia
Mahasiswa Undip Rebut Tiga Penghargaan Internasional di Polandia

Mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil meraih penghargaan pada ajang kompetisi internasional bergengsi di Katowice, Polandia.

Kompetisi berlangsung 4-5 Juni 2019, yang diselenggarakan oleh Eurobusiness-Haller. Bertajuk 12th International Invention and Innovation Show (INTARG) 2019, kompetisi itu merupakan platform internasional yang terdiri dari serangkaian seminar internasional, kompetisi dan penganugerahan 17th Edition of The Polish National Contest The Leader of Innovation 2019.

Kompetisi ini diikuti oleh 22 negara yaitu Polandia, Angola, Bosnia dan Herzegovinna, Croatia, Czech Republic, Egypt, France, India, Indonesia, Iran, Yemen, Canada, Democratic Republic of The Congo, Macao, Malaysia, Marocco, Oman, Romania, Sudan, Taiwan dan Vietnam dengan total 120 tim dan inovasi di berbagai bidang.

Lomba di bidang riset yang terdiri dari beberapa bidang diantaranya kategori innovations and technical solution for industry, kategori environment health dan kategori medicine and everyday life. Kompetisi ini juga dibagi menjadi 3 kategori yaitu young inventor, profesional inventor dan company inventor.

Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas dalam pengembangan teknologi untuk menjadi solusi

dalam permasalahan yang dihadapi di dunia terutama dalam bidang kesehatan lingkungan, pengobatan, kehidupan sehari-hari serta inovasi dan solusi teknologi untuk industri.

Mahasiswa Universitas Diponegoro menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam ajang kompetisi ini. Tim Universitas Diponegoro terdiri atas Yasya Khalif Perdana Saleh (Fakultas Teknik Departemen Teknik Mesin), Kawidian Putri Bayu Alam (Fakultas Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Masyarakat), Ajeng Kurniawati (Fakultas Peternakan dan Pertanian Departemen Pertanian Program Studi Agribisnis), Alfiko Aditya Mailana (Fakultas Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Masyarakat), Galih Aditya Mahendra Putra (Fakultas Sains dan Matematika Departemen Kimia) dan Muhammad Zainul Asror (Fakultas Peternakan dan Pertanian Departemen Peternakan) dengan pembimbing Nurjazuli, S.KM., M.Kes, dosen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Mereka mempresentasikan inovasi bernama SITECTER (Simple Technology for Composter Makers)

sebagai Upaya Mengurangi Sampah Rumah Tangga. Alat ini merupakan pengurai sampah organik yang dilengkapi berbagai sistem mikrokontroler untuk meningkatkan efisien dan efektifitas kerja alat. SITECTER dibuat menggunakan Stainless Steel 314 dan PVC yang dapat memvisualisasikan bentuk dari desain alat yang telah dibuat.

Alat ini dilengkapi beberapa peralatan mikrokontroler yang digunakan untuk pendukung kinerja alat tersebut, diantaranya adalah PMW Motor Speed Controller untuk mengatur kecepatan penghancur sampah. Arduino Uno sebagai kontrol utama alat, Water Level Sensor yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian air.

Temperature Sensor untuk mengetahui dan mengontrol suhu agar bakteri dapat bekerja secara optimal.

Servo Tower Pro yang digunakan untuk membantu proses penyemprotan EM4 dalam alat, serta tambahan nutrisi dengan mol alami untuk mempercepat pembusukan dan mengefektifkan pergerakan mikroorganisme sehingga proses berlangsung lebih cepat.

 

Sumber :

http://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/sejarah-ken-sora/