Konsep Promosi Kesehatan

Konsep Promosi KesehatanKonsep Promosi Kesehatan

Ada beberapa konsep dari promosi kesehatan menurut Prof. Dr. Soekidji Notoatmodjo, S.K.M, M. COM. H. Seperti pendidikan dan promosi kesehatan, promosi kesehatan dan perilaku, visi dan misi promosi kesehatan, strategi promosi kesehatan dan lain-lain.

  1. Definisi dan Pendidikan Pomosi Kesehatan

Secara istilah definisi promosi kesehatan dalam ilmu kesehatan masyarakat (health promotion) mempunyai dua pengertian. Pertama, sebagai bagian dari tingkat pencegahan penyakit. Sedangkan pengertian yang kedua, promosi kesehatan diartikan sebagai upaya memasarkan atau menjual, memperkenalkan pesan-pesan kesehatan sehingga masyarakat menerima (dalam artian menerima perilaku kesehatan) yang akhirnya masyarakat mau berperilaku hidup sehat.

Menurut Level dan Carlk ada lima tingkat pencegahan penyakit dalam prespektif kesehatan masyarakat, yakni:

  • Health promotion (Peningkatan/promosi kesehatan)
  • Spesific protection (perlindungan khusus melalui imunisasi)
  • Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini dan kecatatan)
  • Disability limitation (membatasi atau mengurangi terjadinya kecatatan)
  • Rehabilitation (pemulihan)

Bergesernya pendidikan kesehatan menjadi promosi kesehatan, tidak terlepas dari sejarah praktik pendidikan kesehatan di dalam kesehatan masyarakat. Dari hasil-hasil studi yang dilakukan oleh WHO dan para ahli pendidikan kesehatan, terungkap bahwa pengetahuan masyarakat tentang kesehatan sudah tinggi tetapi praktik mereka masih rendah. Hal ini berarti bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan tidak diimbangi dengan perubahan perilakunya. Dengan begitu diketahui bahwa pendidikan kesehatan menimbulkan kesan yang negatif. Oleh sebab itu, agar pendidikan kesehatan global tidak terkesan negatig, maka para ahli pendidikan kesehatan global yang dimotori oleh WHO, pada tahun 1984 merevitalisasi pendidikan kesehatan tersebut dengan menggunakan istilah promosi kesehatan (health promotion). Dengan penggunaan istilah promosi kesehatan sebagai “pengganti” pendidikan kesehatan ini, mempunyai implikasi terhadap batasan atau definisinya.

 

Sumber :

https://mitranet.co.id/