KONJUNGSI YANG MENGGUNAKAN TANDA BACA KOMA (,)

Jenis Jenis Konjungsi

KONJUNGSI YANG MENGGUNAKAN TANDA BACA KOMA (,)

Jenis Jenis Konjungsi

Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, salah satu aturan penggunaan tanda baca koma berhubungan dengan penggunaan konjungsi (kata sambung) tertentu. Beberapa konjungsi memang seharusya dibarengi—ada yang didahului, ada pula yang diikuti—dengan tanda baca koma. Dalam beberapa kasus, konjungsi-konjungsi itu tidak disertai dengan tanda baca koma sehingga penulisannya tidak sesuai PUEBI. Namun demikian, ada pula kata-kata sambung yang semestinya tidak diikuti dengan tanda baca koma, namun justru sering disertai dengan koma. Ini pun keliru.

Kesalahan-kesalahan ejaan yang muncul pada suatu teks atau kalimat tidak sedikit terjadi akibat kekurangpahaman tentang penggunaan tanda baca koma bersama konjungsi ini. Maka dari itu, dalam artikel ini saya akan memaparkan beberapa prinsip yang bisa dipegang untuk menentukan tepat atau tidaknya penggunaan tanda baca koma ketika bertemu dengan konjungsi.

  1. Pertama-tama, mari kita cermati tiga aturan penggunaan tanda koma yang berhubungan dengan konjungsi:
  2. Tanda baca koma digunakan sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).
  3.  Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
  4. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

Ketiga aturan ini bisa ditemukan di dalam naskah PUEBI, baik versi buku, buku digital, maupun daring. Jika Anda pernah membaca naskah PUEBI, di dalamnya sudah disertakan contoh penggunaan. Namun begitu, bagi beberapa orang–termasuk siswa saya banyak yang belum memahami pedoman dengan jelas. Berikut ini beberapa penjelasan yang saya berikan untuk mereka.