Karya-Karya yang Hanya Memuat Hadits Shahih

Karya-Karya yang Hanya Memuat Hadits Shahih

      Ada beberapa kitab yang akan saya paparkan dalam makalah ini, antara lain :

  1. Shahih Al-Bukhari

     Kitab ini disusun oleh Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah Al-Bukhari Al-Jufi (dengan nisbat perwalian). Beliau lahir pada  194 H di Kartank, suatu desa dekat Bukhara dan wafat di desa yang sama pada 256 H.

      Dalam menyusun kitabnya ini, beliau bermaksud mengungkap fiqh hadits shahih dan menggali berbagai kesimpulan hukum yang berfaidah. Beliau juga menjadikan kesimpulan tersebut sebagai judul bab. Oleh karena itu, kadang-kadang beliau membuang seorang atau lebih dari awal sanad. Al-Bukhari banyak mengulang-ulang hadits di beberapa tempat dalam kitabnya yang ada hubungannya sesuai hasil penyimpulannya dalam hadits tersebut.[12]

  1. Shahih Muslim

     Kitab ini disusun oleh Imam Muslim bin Al-Hajjaj Al-Naisaburi. Beliau lahir di kota Naisabur pasa 206 H dan Wafat di kota yang sama  pada 261 H.        Beliau adalah seorang imam agung dan disegani. Beliau sangat antusias terhadap sunnah dan memeliharanya. Beliau cukup lama berguru kepada dan senantiasa menyertai Al-Bukhari, dan oleh karenanya beliau menghindari orang-orang yang berselisih pendapat dengan Al-Bukhari.

     Kitab Musnal Al-Shahih dan disebut pula Al-Jami Al-Shahih disusun dengan metode yang berbeda dengan metode yang dipakai oleh Al-Bukhari dalam menyusunnya kitab shahihnya. Perbedaan metode penyusunan kitab ini adalah bahwa Muslim tidak bermaksud untuk mengungkap fiqh hadits, melainkan ia bermaksud untukmengemukakan ilmu-ilmu yang bersanad. Karena beliau meriwayatkan setiap hadits dengan di tempat yang paling sesuai, serta menghimpun jalur-jalur dan sanad-sanadnya di tempat tersebut. Sedangkan Al-Bukhari memotong-motong suatu hadits di beberapa tempat dan pada pada setiap tempat ia sebutkan lagi sanadnya.[13]

  1. Shahih Ibnu Khuzaimah

     Kitab ini disusun oleh Imam dan Muhanditsin besar Abu Abdillah Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah. Beliau dikenal sangat teliti, sehingga dalam menshahihkan suatu hadits beliau menggunakan ungkapan yang paling ringan dalam sanad.[14]

  1. Sahih Ibnu Hibban

     Kitab ini disusun oleh Imam dan Muhanditsin Al-Hafizh Abu Hatim Muhammad bin Hibban Al-Busti, beliau seorang murid Ibnu Khuzaimah. Beliau memberi nama kitabnya dengan Al-Taqasim wa Al-Anwa’. Kitab ini disusun dengan sistematika tersendiri, tidak berdasarkan bab, juga tidak berdasarkan musnad, dan sulit untuk di ungkapkan.

     Kitab ini telah disusun kembali berdasarkan bab oleh Al-Amir Ala’uddin Abu Al-Hasan Ali bin Balaban Al-Farisi Al-Hanafi dan diberi nama Al-Ihsan fi Taqrib Shahih Ibnu Hibban.

     Kedua kitab shahih Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban iniberisi hadits shahih menurut para penyusunnya, hanya saja para ulama tidak sepakat terhadap mereka, bahkan banyak kritik terhadap hadits mereka, disebabkan mereka terlalu mudah dalam menentukan dan memutuskan dan menshahihkan suatu hadits

 

sumber :