Jumlah Hati Nurani Manusia

Jumlah Hati Nurani Manusia

Kalau kita bertanya lagi berapa hati nurani manusia yang telah kita temukan. Kita akan cenderung mengatakan bahwa telah terdapat empat atau dua macam hati nurani : sebelum atau sesudah perbuatan. Sebetulnya tidaklah demikian. Hati nurani manusia adalah satu. Conscience yang satu itu mempunyai segi lebih dari satu sebelum dan sesudahnya tindakan, dan ini masih di bedakan mengenai perbuatan baik dan jahat.

Mengapa di katakana hanya satu saja ? Karna hanya satu budi sajalah yang ada pada manusia. Dan satu budi  itu yang menyinari perbuatan manusia di pandang dari nilai kesusilaan.

Satu segi masih dapat di majukan dalam mengulas persoalan gewet atau hati nurani, hal itu adalah praktis dari bisikan hati tersebut, praktis karena bisikan hati itu langsung berhubungann dengan perbuatan yang sudah akan di laksanakan.

  1. Mematuhi Suatu Hati Nurani

Hati nurani pasti dan hati nurani seksama adalah antara subjektif dan obyektif artinya, subjektif keadaan orang yang memutuskan suatu kepastian yakni kekuatan kuatnya peperangan dalam hati hingga berani membuat keputusan yang benar-benar pasti, dan menuntaskan segala macam keraguan yang ada pada dirinya yang mengalahkan pandangan-pandangan yang obyektif.

Obyektif menunjukkan keadaan yang seksama yang keputusan seseorang  dalam hatinya  menunjuk keadaan yng sebenarnya. Ada dua kemungkinan yang dihadapi disini yaitu :

  1. Hati nurani yang pasti dan seksama.
  2. Hati nurani tapi keliru.

HATI NURANI YANG PASTI DAN SEKSAMA

Mengetahui hati nurani pasti dan saksama tidaklah sulit , keharusan kata kita jelas. hati nurani pasti dan saksama adalah sekedar hukum kodrat yang diumumkan pada individu dan diterapkan pada perbuatannya  sendiri  tetapi hukum moral harus dipatuhi, maka hati nurani pasti dan saksama harus dipatuhi

Tingkat kepastian apakah yang dituntut ? cukup bahwa  hati nurani secara bijaksana pasti {prudentially certain}. Ini bukan suatu kepastian relative, didalamnya tersisihkan segala rasa takut yang beralasan, rasa takut yang bijaksana bahwa hal yang bertentangan mungkin benar, tetapi tidaklah menghancurkan  rasa takut bayangan yang semata didasarkan atas kemungkinan-kemungkinan, alas an-alasan yang ada cukup kuat untuk memuaskan seseorang yang normal bijaksana dalam  satu hal yang penting sehingga orang tersebut merasa aman pasti dalam prakteknya meskipun ada terdapat kesempatan teoritis bahwa ia berbuat salah. Tindakan tindakan pencegahan yang semestinya telah dikerjakan , tetapi ia tidak bisa menjamin bahwa hal yang aneh mungkin terjadi, dalam soal moral, kepastian matematis yang tegas {kepastian metafisik }, lawannya berarti kontradiksi } atau juga kepastian ilmu-ilmu {physical certitude, kepastian, pisik, lawannya adalah mukzizat} , janganlah diharapkan. Bila ada soal perbuatan, soal sesuatau yang harus dikerjakan sekarang, tetapi sering mencakup konsekuensi-konsekuensi  yang sementara darinya yang bergantung kepadam kehendak-kehendak orang-orang lain, kemungkinan yang mutlak akan adanya kekeliruan, tidak bisa seluruhnya disingkirkan/dicegah. Tetapi hal itu bisa dikurangi sehingga orang yang normal, orang yang tidak tergganggu penyakit neurosis, tidak akan terhalang untuk berbuat karena rasa takut. Maka seorang yang bijaksana sudah menyelidiki persoalanya dapat berkata bahwa ia pasti bahwa jahat ini salah, bahwa orang ini jujur. Kepastian yang beralasan ( prudential certitude) berhubung menyingkirkan segala bentuk rasa takut yang balasan untuk membawa kekeliruan, adalah lebih dibandingkan dengan suatu kemungkinan besar yang tidak bersih dari rasa takut yang beralasan.

sumber :

https://radiomarconi.com/