Ini Empat Alasan Orangtua Siswa Tolak Full Day School

Ini Empat Alasan Orangtua Siswa Tolak Full Day School

Ini Empat Alasan Orangtua Siswa Tolak Full Day School
Ini Empat Alasan Orangtua Siswa Tolak Full Day School

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

menggulirkan wacana penerapan sekolah sepanjang hari atau full day school untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Kendati mengundang prokontra, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melanjutkan rencana tersebut. Bahkan, Kemendikbud telah memilih 500 sekolah di Jakarta sebagai bagian dari program percontohan full day school.

Full day school tidak sepenuhnya diisi pelajaran

, melainkan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan membentuk dan mengembangkan karakter, kepribadian, serta potensi anak.

Untuk mengetahui respons orangtua siswa terhadap full day school, Koran SINDO melakukan jejak pendapat terhadap 400 orang responden. Hasilnya, mayoritas menolak rencana penerapan sistem tersebut.

Ini alasan responden menolak full day school:

1. Membebani anak secara fisik dan psikologis (88%)

Sebanyak 68% responden menyatakan penambahan jam masuk sekolah hingga sore hari dapat berpengaruh terhadap dua hal. Pertama dari aspek fisik dan yang kedua aspek psikologis.

Secara fisik, siswa dihadapi pada tantangan ketahanan fisik. Perubahan jam sekolah menjadi lebih panjang bisa membuat siswa lelah, terlebih bagi yang berusia dini. Sementara anak-anak membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa berkonsentrasi secara maksimal.

Secara psikologis, penambahan jam belajar juga akan berpengaruh terhadap tingkat stres anak. Banyaknya beban bisa mempengaruh aspek ini. Pun, siswa sekolah dasar cenderung mudah bosan.

 

Sumber :

https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/manfaat-tumbuhan-paku/