Individu dan Perilaku Organisasi

B.   Individu dan Perilaku Organisasi

Aktivitas manajer dalam perencanaan, pengorgnisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendlian yang memerlukan waktu untuk mengambil keputusan tentang kecocokan antarndividu, tugas pekerjaan, dan efektivitas. Keputusan tersebut secara spesifik yang di pengaruhi oleh ciri manajer maupun oleh ciri bawahan. Pengambilan keputusan tentang siapa yang melaksanakan tugas, tanpa mengetahui prilaku dapat memberikan dampak negatif jangka panjang yang amat sulit untuk di ubah kembali.

       Pada umumnya disetujui bahwa untuk mengubah suatu variabel psikologi yang diperlukan dianosa yang mendalam, pelaksanaan, penilaian dan modifikasi. Belum ada satu metode yang mujarab yang dapat mengubah persepsi, sikap, kepribadiaan dan pola belajar. Individu selalu mengubah, meskipun sedikit pola perilakunya. Mamajer diprlukan karena untuk memberikan pengaruh terhadap arah dan jenis perubahan perilaku. Amat rumit kiranya untuk dijelaskan perilaku individu dengan suatu generalisasi yang berlaku bagi setiap individu.

Selanjutnya gibson dan kawan-kawan mengemukakan bahea terdapat empat ciri utama dari individu yang memepengaruhi efektivitas organisasi. Ciri yang dimaksud adalah persepsi (perception) dan sikap (anttudes), kepribadian (personality) dan pembelajaran (learning). Setiap faktor tersebut mempengaruhi pola perilaku manajer dan bawahan dalam organisasi. Manejer maupun bawahan melihat dan memahami individu dan objek, membentuk sikap terhadap individu lain atau organisasi, memiliki struktur kepribadian, danbelajar sambil bekerja. Oleh karena itu, manajemen yang efektif meliputi pemahaman terhadap empat ciri utama individu dan pengetahuan tentang hubungannya, berikut ini diskusi dari empat ciri utama individu diatas.

  1. persepsi

persepsi (perception) adalah proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Karena setiap individu memberi arti kepada stimulus maka individu yang berbeda akan melihat barang yang sam dengan cara yang berbeda. Para anggota organisasi melihat situasi sering kali memiliki arti yang lebih penting untuk memhami perilaku dari pada situasi itu sendiri. Persepsi mencakup penerimaan stimulus (masukan), pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan bentuk sikap.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang atau orang lain, objek dan tanda adalah sebagai berikut.

  1. a. Organisasi persetual

sumber :