Hukum Menunaikan Zakat Fitrah

Hukum Menunaikan Zakat Fitrah

Hukum Menunaikan Zakat Fitrah

Hukum Menunaikan Zakat Fitrah

Zakat fitrah hukumnya wajib

berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radiyallahu ‘anhu, bahwa:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari gandum, bagi setiap orang yang merdeka atau budak, laki-lakiatau wanita dari kaum muslimin.” (Muttafaq Alaihi)

Ibnul Mundzir berkata: Para ulama sepakat bahwa sedekah fitrah hukumnya wajib. Setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa,anak kecil, laki-laki maupun wanita. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:

–      Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan t anggungannya pada malam dan pagi hari raya.

–      Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.

–      Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.

–      Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap adalah sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.6 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum,) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab Syaf i’i dan Maliki)


Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/