Etika Bisnis Pemasaran Starbukcs

Etika Bisnis Pemasaran Starbukcs

Etika Bisnis Pemasaran Starbukcs

Awalnya starbucks bukanlah café atau kedai kopi melainkan sebuah toko penjual biji kopi segar yang baru dipanggang baik dalam bentuk utuh maupun gilingan. Didirikan oleh Gerald Baldwin, Zev Sielg dan Gordon Bowker. Howard Schult adalah seorang yang begitu cinta pada pemasaran dan bisnis Starbucks, datang memasuki “KEHIDUPAN” starbucks, Datang dan berusaha meyakinkan para pemilik starbucks bahwa dia dapat membuat MUJIZAT pada sisi penjualan dan pemasaran. Setelah 12 bulan dia berhasil meyakinkan mereka. Schult pun bersedia menerima pemotongan gaji dan sitawari sebagai ganti gaji, sedikit saham dalam perusahaan.
Schult menemukan konsep kafe di italia, ada aspek ROMANTIS, Nyaman dan Komunall di café – café italia. Dimana para pelayan bercakap – cakap dengan pelanggan tetap sambil menyajikan kopi dengan cekatan. Dia segera memahami RITUAL tersbut dan menyadar bahwa minum kopi bukanlah hanya sekedar secangkir kopi, segalanya penting.
Pada tahun 1987, setelah mengumpulkan uang sebesar 3,8 juta dollar AS melalui sekelompok investor, dia membeli saham starbucks dari pemilik lama. Karena pemilik lama hanya mengabiskan uang untuk membeli toko kopi lainnya. Karena kini ia telah menjadi kapten kapal starbucks, schultz siap mengubah ulang bisnis tersebut.

Baca Juga :