Doktrin-Doktrin Khawarij

Doktrin-Doktrin Khawarij

 Khalifah harus dipilih bebas seluruh umat Islam

 Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab

 Dapat dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil  dan menjalank syariat         Islam. Ia dijatuhkan bahkan dibunuh apabila melakukan kedzaliman.

 Khalifah sebelum Ali adalah sah, tetapi setelah tahun ke tujuh Ustman dianggap menyeleweng. Dan khalifah Ali adalah sah tetapi setelah terjadi arbitrase (tahkim), ia dianggap menyeleweng.

 Muawiyah dan Amr bin Ash serta Abu Musa Al-Asy‟ari juga dianggap menyeleweng dan telah menjadi kafir.

 Pasukan perang jamal yang melawan Ali kafir.

 Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh dan seseorang muslim dianggap kafir apabila ia tidak mau  membunuh muslim lainnya yang telah dianggap kafir.

 Setiap Muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka.

 Seseorang harus menghindar dari pemimpin yang menyeleweng.

 Orang yang baik harus masuk surge dan orang yang jahat masuk ke neraka.

 Qur‟an adalah makhluk

 Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari tuhan.

  1. ALIRAN SYIAH

Syiah dalam bahasa Arab artinya ialah pihak, puak, golongan, kelompok

atau pengikut sahabat atau penolong. Pengertian itu kemudian bergeser  mempunyai pengertian tertentu. Setiap kali orang menyebut syiah, maka  asosiasi pikiran orang tertuju kepada syiah-ali, yaitu kelompok masyarakat yang amat memihak Ali dan dan memuliakannya beserta keturunannya.

Kelompok tersebut lambat laun membangun dirinya sebagai aliran dalam  Islam. Adapun ahl al-bait adalah “family rumah nabi”. Menurut syiah yang  dinamakan ahl bait itu adalah Fatimah, suaminya Ali, Hasan dan Husein anak kandungnya, menantu dan cucu-cucu Nabi, sedang isteri-isteri nabi tidak termasuk Ahl alBai

Asal-Usul Syiah dan Perkembangan Syiah

Sejak jaman Rasulullah serta khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab, belum pernah ditemukan adanya satu golongan politik atau golongan agama yang memiliki banyak pengikut, memiliki karakter dan identitas khusus dan  memiliki target yang jelas. Golongan itu baru muncul pada masa Khalifah Utsman. Mereka adalah orang-orang yang setia pada Ali, yang menganggap

baca juga :