Darah Dan Cairan Tubuh

Darah Dan Cairan Tubuh

Darah Dan Cairan Tubuh

Darah Dan Cairan Tubuh
Darah Dan Cairan Tubuh

ZALIR (ZAT MENGALIR) TUBUH

Air beserta unsur-unsur di dalamnya yang diperlukan untuk fungsi sel disebut zalir tubuh dan zalir ini sebagian berada di dalam (intra seluler) dan sebagian lagi di luar sel (ekstra seluler). Air menyusun 2/3 massa tubuh hewan. Kandungan air tubuh hewan bervariasi dan dipengaruhi oleh umur dan jumlah lemak dalam jaringan. Kandungan air tubuh hewan dewasa yang bebas lemak secara relatif sekitar 71-73% dari berat badan. Zalir tubuh total dapat diukur dengan mempergunakan deuterium oxida, tritium oxida dan antipyrine.

 

Zalir extracellulair atau zalir interstisial dapat diperkirakan

Banyaknya dengan mempergunakan thiocyanate, thiosulfate dan garam-garam natrium radioaktif. Dari data yang telah dipublikasikan dapat disimpulkan bahwa kira-kira 1/3 dari zalir tubuh total adalah zalir extracellulair (17-30% berat badan), zalir ini merupakan medium tempat sel hidup. Sel menerima garam, makanan serta oksigen dan mele­paskan semua hasil buangan ke dalam zalir itu juga. Plasma darah merupakan 5% dari berat badan dan merupakan sistem transport yang melayani semua sel melalui medium zalir extracelluair. Plasma darah dan zalir intertisial (15% dari berat badan) merupakan zalir extracellulair. Zalir interstisial terdiri atas zalir jaringan dan lymphe (getah bening). Sekitar 40-50% dari berat badan merupakan zalir intracellu­lair, letaknya di dalam sel dan mengandung elektrolit serta sebagian besar kalium dan fosfat, dan bahan makanan seperti glukosa dan asam amino. Kerja enzim dalam sel adalah konstan, memecah dan membangun kembali sebagaimana dalam semua metabolisme untuk mempertahankan keseimbangan (homeostasis). Zalir interstisial mengandung elektrolit serta sebagian besar natrium.

Darah

Darah merupakan jaringan cair yang terdiri atas plasma darah (zalir tubuh intersellulair, 55%) dan di dalamnya terdapat sel-sel darah (unsur padat, 45%). Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan 1/12 berat badan. Darah mempunyai berbagai fungsi, yang terpenting di antaranya adalah :

1. Sebagai bagian dari sistem transport dalam tubuh.

2. Membantu mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh, sehingga kadar air tubuh tidak terlalu tinggi/rendah.

3. Membantu mempertahankan temperatur tubuh, karena darah mempunyai panas spesifik yang tinggi.

4. Mengatur konsentrasi ion hydrogen dalam tubuh (keseimbangan asam dan basa).

5. Membantu pertahanan tubuh terhadap mikro-organisme, terutama oleh leucocyte (butir darah putih).

 

Komposisi darah

Darah adalah zalir kompleks yang mengandung beberapa zat. Secara makroskopis atau dengan penglihatan mata biasa, maka darah terlihat sebagai zalir yang homogen atau merata dan berwarna merah. Tetapi secara mikroskopis darah itu terdiri dari 2 bagian yaitu :

1. Bagian yang cair disebut dengan zalir darah atau plasma darah, yang kurang lebih berjumlah 55-60% dari seluruh volume darah.

2. Sel atau butir darah yang merupakan bagian yang padat dari darah, terdiri dari :

a. sel darah merah (erythrocyte)

b. sel darah putih (leucocyte)

c. keping darah (thrombocyte)

 

Warna merah dari darah disebabkan oleh erythrocyte

Dan bukan karena plasma darahnya, plasma darah tersebut berwarna kuning sampai tidak berwarna. Warna kuning plasma terutama disebabkan karena adanya pigment bilirubin, walaupun caro­tene juga ikut berpengaruh. Warna itu tergantung pada jumlah plasma darah yang diperiksa dan tergantung pada spesies hewannya. Puasa menye­babkan meningkatnya level bilirubin plasma, kemudian menurun kembali bila kuda tersebut diberi makan.Volume butir darah lebih kecil daripada volume plasma. Kalau tubuh mengalami perlukaan maka darah akan keluar. Darah tersebut kemudian akan menggumpal. Sesudah menggumpal maka terjadi pengkerutan. Karena terjadi pengkerutan itu maka darah seakan-akan diperas, sehingga keluarlah cairan yang berwarna jernih. Cairan ini disebut serum darah. Jadi dapat ditetapkan bahwa serum itu adalah cairan dari darah setelah penggumpalan (koagulasi) sedang plasma adalah zalir darah sebelum terjadi penggumpalan darah. Plasma darah bisa diperoleh dengan menambah zat anti penggumpalan darah (anti- koagulans) pada darah. Karena butir-butir darah lebih berat daripada plasmanya maka lama kelamaan butir-butir darah akan mengendap di bawah dan di bagian atasnya terdapatlah plasma darah.

Reaksi Darah

Yang dimaksud dengan reaksi darah adalah reaksi plasma darah thd kandumgan gasnya, terutama sekali gas CO2. Reaksi dalam keadaan ini berkisar dari alkalis sampai ke netral. Myers melaporkan bahwa pH darah pada pelbagai mahkluk berbeda-beda yaitu :

manusia : berkisar antara 7,35 – 7,43; kuda : 7,20 – 7,55; sapi : 7,35 – 7,50; ayam : rata-rata pHnya 7,56.

. Di bawah kondisi biasa ratio ini kira-kira 1/20. Bila asam-asam kuat seperti misalnya asam laktat, asam fosfat, asam sulfat dan asam urat (uric acid) masuk ke dalam jaringan dan akhirnya ke darah mereka akan dipecah/diubah oleh bikarbo­nat. Misalnya : NaHCO3 + as. laktat ÚNa laktat + H2CO3. Garam yang terbentuk itu akan dikeluarkan oleh ginjal dan asam karbonatnya dengan melalui pembentukan CO2 akan dike­luarkan melalui paru-paru.


Sumber: https://tutubruk.com/