Pemprov Papua berencana bangun empat RS rujukan

Pemprov Papua berencana bangun empat RS rujukan

Pemprov Papua berencana bangun empat RS rujukan

 

Pemprov Papua berencana bangun empat RS rujukan

Biak (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi Papua, pada tahun 2014, berencana membangun empat unit rumah sakit rujukan nasional yang tersebar di Biak, Nabire, Wamena dan Merauke dalam rangka menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi penduduk setempat.

Penempatan Pembangunan RS Rujukan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Muhammad Abud Musaad di Biak, Kamis, mengatakan penempatan pembangunan rumah sakit rujukan sesuai dengan wilayah adat dan diharapkan bisa lebih menyentuh kebutuhan warga dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, berkualitas dan lengkap fasilitas.

“Kabupaten yang mendapat pembangunan rumah sakit rujukan hanya menyediakan lahan tanah, sementara untuk pembiayaannya disiapkan Pemprov Papua,” ungkap Muhammad Musaad.

Ia mengakui bahwa selama ini masyarakat Papua yang sakit karena penyakit tertentu harus dirujuk ke luar Papua sehingga memerlukan biaya, waktu dan penanganan yang lambat.

 

Dengan adanya fasilitas rumah sakit rujukan nasional,

lanjut Musaad, diharapkan pelayanan kesehatan bagi pasien yang mengalami sakit tertentu itu segera tertangani dengan cepat.

“Untuk penyediaan alat kesehatan rumah sakit rujukan nasional pihak Pemprov Papua akan meminta bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan,” ungkap mantan deputy Kemenpora ini.

 

Kebijakan Gubernur Pemprov Papua

Disinggung biaya untuk pembangunan rumah sakit rujukan, menurut Musaad, secara detail masih dihitung besaran kebutuhan anggarannya oleh konsultan yang ditunjuk.

Berdasarkan kebijakan Gubernur Lukas Enembe pada tahun 2014 Pemprov Papua menetapkan RS Umum Jayapura sebagai rumah sakit rujukan internasional.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Materi Tentang Herpes Zoster

Materi Tentang Herpes Zoster

Materi Tentang Herpes Zoster

Materi Tentang Herpes Zoster

  1. Definisi

Herpes zoster disebut juga shingles. Di kalangan awam populer atau lebih dikenal dengan sebutan “dampa” atau “cacar air”. Herpes zoster merupakan infeksi virus yang akut pada bagian dermatoma (terutama dada dan leher) dan saraf. Disebabkan oleh virus varicella zoster (virus yang juga menyebabkan penyakit varicella atau cacar/chickenpox.

  1. Etiologi

Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella zoster . virus varicella zoster terdiri dari kapsid berbentuk ikosahedral dengan diameter 100 nm. Kapsid tersusun atas 162 sub unit protein–virion yang lengkap dengan diameternya 150–200 nm, dan hanya virion yang terselubung yang bersifat infeksius. Infeksiositas virus ini dengan cepat dihancurkan oleh bahan organic, deterjen, enzim proteolitik, panas dan suasana Ph yang tinggi. Masa inkubasinya 14–21 hari.

  1. Patofisiologi

Pada episode infeksi primer, virus dari luar masuk ke tubuh hospes (penerima virus). Selanjutnya, terjadilah penggabungan virus dengan DNA hospes, mengadakan multiplikasi atau replikasi sehingga menimbulkan kelainan pada kulit. Virua akan menjalar melalui serabut saraf sensorik ke ganglion saraf dan berdiam secara permanen dan bersifat laten. Infeksi hasil reaktivasi virus varicella yang menetap di ganglion sensori setelah infeksi chickenpox pada masa anak – anak. Sekitar 20% orang yang menderita cacar akan menderita shingles selama hidupnya dan biasanya hanya terjadi sekali. Ketika reaktivasi virus berjalan dari ganglion ke kulit area dermatom.

  1. Manifestasi Klinis
  2. Pengobatan

1)      Pengobatan topical

  • Pada stadium vesicular diberi bedak salicyl 2% atau bedak kocok kalamin untuk mencegah vesikel pecah
  • Bila vesikel pecah dan basah, diberikan kompres terbuka dengan larutan antiseptik atau kompres dingin dengan larutan burrow 3x sehari selama 20  menit
  • Apabila lesi berkrusta dan agak basah dapat diberikan salep antibiotik        (basitrasin / polysporin )    untuk mencegah infeksi sekunder selama 3x sehari.

2)      Pengobatan sistemik

Drug of choice-nya adalah acyclovir yang dapat mengintervensi sintesis virus dan replikasinya. Meski tidak menyembuhkan infeksi herpes namun dapat menurunkan keparahan penyakit dan nyeri. Dapat diberikan secara oral, topical atau parenteral. Pemberian lebih efektif pada hari pertama dan kedua pasca kemunculan vesikel. Namun hanya memiliki efek yang kecil terhadap postherpetic neuralgia. Antiviral lain yang dianjurkan adalah vidarabine (Ara–A, Vira–A) dapat diberikan lewat infus intravena atau salep mata. Kortikosteroid dapat digunakan untuk menurunkan respon inflamasi dan efektif namun penggunaannya masih kontroversi karena dapat menurunkan penyembuhan dan menekan respon immune. Analgesik non narkotik dan narkotik diresepkan untuk manajemen nyeri dan antihistamin diberikan untuk menyembuhkan priritus.

  1. Penderita dengan keluhan mata

Keterlibatan seluruh mata atau ujung hidung yang menunjukan hubungan dengan cabang nasosiliaris nervus optalmikus, harus ditangani dengan konsultasi opthamologis. Dapat diobati dengan salaep mata steroid topical dan mydriatik, anti virus dapat diberikan

  1. Neuralgia Pasca Herpes zoster

1)   Bila nyeri masih terasa meskipun sudah diberikan acyclovir pada fase akut, maka dapat diberikan anti depresan trisiklik ( misalnya: amitriptilin 10–75 mg/hari)

2)   Tindak lanjut ketat bagi penanganan nyeri dan dukungan emosional merupakan bagian terpenting perawatan

3)      Intervensi bedah atau rujukan ke klinik nyeri diperlukan pada neuralgi berat yang tidak teratasi.

  1. Pencegahan

Untuk mencegah herper zoster, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah pemberian vaksinasi. Vaksin berfungsi untuk meningkatkan respon spesifik limfosit sitotoksik terhadap virus tersebut pada pasien seropositif usia lanjut.Vaksin herpes zoster dapat berupa virus herpes zoster yang telah dilemahkan atau komponen selular virus tersebut yang berperan sebagai antigen. Penggunaan virus yang telah dilemahkan telah terbukti dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit tersebut pada pasien yang rentan, yaitu orang lanjut usia dan penderita imunokompeten, serta imunosupresi.

Baca Juga :

Di antara Sketsa Kabut Merbabu

Di antara Sketsa Kabut Merbabu

Di antara Sketsa Kabut Merbabu

Merbabu, salah satu gunung di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian puncak 3142 meter di atas permukaan laut (mdpl) senantiasa memberikan pesona yang megah dan eksotis. Bersebelahan dengan Gunung Merapi seakan-akan kedua gunung tersebut adalah pasangan yang romantis. Di antara Merbabu dan Merapi dipisahkan sebuah lembah yang dikenal dengan daerah Selo. Para pendaki yang ingin merasakan eksotisme pemandangan puncak Merapi dan Merbabu dapat memulai pendakian dari Selo ini.
Semenjak pendakian pertama ke Merapi disusul dengan pendakian Lawu tahun yang lalu membuat saya ingin merasakan petualangan ke puncak Merbabu. Merapi, Lawu, dan Merbabu merupakan sebuah obsesi pribadi yang cenderung bercurah tinggi. Keinginan agar dapat menapaki tiga puncak gunung yang termasuk gunung triangulasi tersebut adalah suatu keinginan yang sangat mendalam.
Solo (13/06/2010), malam hari ketika hendak bersiap mudik ke Wonogiri karena sudah lama tidak pulang, tiba-tiba ada SMS masuk dari teman yang mengajak untuk naik gunung, entah gunung apa belum disebutkan. Saya dilema. Namun, tiba-tiba teman saya itu segera menelepon—karena mungkin SMS-nya tidak langsung saya balas—dan mengajak untuk naik gunung hari Sabtu, minggu itu juga. Melalui percakapan yang tak terlalu lama, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mudik dan ikut naik gunung ke Merbabu. Semua serba mendadak, mulai dari persiapan fisik yang belum dipersiapkan, juga mencari perbekalan dan perlengkapan untuk naik. Tapi semua siap dan mantap.
Solo (25/06/2010), pagi suasananya cerah berawan. Namun, semakin siang cuaca semakin tidak bersahabat. Bahkan siang hari terjadi hujan yang cukup membuat kesal. Kadang deras, gerimis, atau tiba-tiba reda. Pasukan calon pendaki Merbabu disiapsiagakan: Andi (saya), Gancar, Dim, dan Yogi. Bakda Ashar, kami pun berangkat menerobos gerimis yang mengguyur Solo. Naik motor. Agak nekat, tapi ya enggak apa-apa, yang penting naik gunung dengan niat yang baik.
Kami tiba di Selo kira-kira pukul 17.00 WIB. Rute dari Selo ke basecamp Merbabu ternyata cukup jauh. Bagi calon pendaki yang berangkat naik bus sampai Selo bisa menggunakan jasa tukang ojek untuk sampai ke basecamp. Namun, bagi yang suka jalan-jalan, ya barangkali Selo-basecamp Merbabu bisa ditempuh dengan jalan kaki untuk sekadar pemanasan yang cukup melelahkan.
Tiba di basecamp, kami segera melakukan persiapan. Terlebih dahulu kami minum minuman berenergi sebagai bekal awal di perut kami. Maghrib dan Isya kami jamak, dan sekitar pukul 18.50 WIB kami mengawali pendakian Merbabu. Cuaca cukup cerah dan basah sehabis hujan. Di kejauhan tampak lampu-lampu kota seperti ribuan bintang yang berada di bumi.
Kami menyusuri jalan setapak di tengah-tengah hutan. Tanpa ada pemanasan terlebih dahulu, ternyata rute awal cukup menyiksa karena terdapat banyak jalan yang menanjak. Namun, ada beberapa jalur yang memberi “bonus” pada kami. Sekitar satu jam perjalanan, Dim agak kelelahan membawa Carier. Saya bersepakat untuk bertukar daypack saya dengan carier Dim. Kejadian itu pun terjadi. Saya kira waktu saya meletakkan tas berada pada posisi tanah yang lapang karena keadaan memang gelap. Tapi sewaktu saya ingin meraih carier, kaki saya agak menyenggol tas saya, dan akhirnya..buk…..buk…buk….buk—entah berapa kali—tas saya jatuh ke jurang. Tak ayal lagi, saya hanya bisa melongo. Kalau tas itu tidak bisa diambil, untuk perbekalan/konsumsi selama perjalanan mungkin saya bisa nebeng perbekalan yang lain, tapi di dalam tas tersebut ada dompet, STNK, SIM, Karmas, kunci sepeda motor, dll. Teman saya, Gancar dan Yogi pun berinisiatif mengambilnya. Tanpa ada peralatan yang cukup—hanya dengan senter—mereka menuruni jurang yang kira-kira tingkat kemiringannya kira-kira 80 derajat. Tas saya akhirnya dapat diambil kira-kira 10 meter di bawah saya menjatuhkannya. Subhanallah……sebuah pemanasan yang cukup memanaskan…

Sumber : https://vhost.id/bloons-td-apk/

KASUS MULYA LUBIS DIBERHENTIKAN

KASUS MULYA LUBIS DIBERHENTIKAN

KASUS MULYA LUBIS DIBERHENTIKAN
KASUS MULYA LUBIS DIBERHENTIKAN
1. Apakah menurut anda MKD DKI Jakarta telah mengambil keputusan yang tepat dan adil ?
Jawab: Menurut saya keputusan yang diambil oleh MKD DKI Jakarta sudah tepat, dapat dibenarkan dan sangat beralasan dalam memberhentikan secara permanen atau tetap Todung Mulya Lubis sebagai advokad.  Todung Mulya Lubis diniai telah melakukan pelanggaran berat, yaitu melanggar larangan konflik kepentingan dan lebih mengedepankan materi dalam menjalankan profesi dibanding dengan penegakan hukum, kebenaran, dan keadilan. Pelanggaran yang dilakukan oleh Todung Mulya Lubisitu yaitu ketika Majelis Dewan Kehormatan Peradi dalam pokok perkaranya mengatakan pada tahun 2002, Todung merupakan kuasa hukum pemerintah dalam hal ini BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) untuk melakukan audit terhadap keluarga Salim diantaranya perusahaan Sugar Group Company. Namun pada tahun 2006, ketika pemilik Sugar Group Company berperkara melawan keluarga Salim dan pemerintah, Todung justru menjadi kuasa hukum keluarga Salim. Disinilah konflik kepentingan terjadi.
2. Apakah menurut anda reaksi Todung Mulya Lubis di media massa dalam menanggapi keputusan majelis adalah wajar dan dapat dibenarkan ?
Jawab : Pernyataan dan reaksi yang dinyatakan oleh Todung Mulya Lubis di media massa dalam menanggapi keputusan MKD Peradi adalah sangat tidak wajar dan tidak dapat dibenarkan sama sekali karena Todung berkata bahwa “Ini kezaliman, kesewenang – wenangan yang melampaui batas. Buat saya, itu sesuatu yang melampui batas karena kalau tuduhannya benturan kepentingan, sama sekali tidak ada benturan kepentingan” , menurut saya pernyatan Todung tersebut tidak benar karena jelas – jelas saat itu memang tugas Todung di  Tim Bantuan Hukum Komite Kebijakan Sektor Keuangan (TBH KKSK) sudah selesai sejak tahun 2002. MKD menilai ada benturan kepentingan saat Todung menjadi kuasa hukum SGC dan anggota TBH KKSK dan juga dalam pesidangan Todung menggunakan hasil legal audit TBH KKSK.
3. Bagaimana pendapat anda atas pernyataan Todung yang merasa bahwa dirinya tidak melanggar kode etik advokat ?
Jawab : Saya tidak setuju atas pernyataan Todung yang merasa bahwa dirinya tidak melanggar kode etik advokat, karena sudah jelas dari hasil keputusan Majelis Kehormatan menilai Todung Mulya Lubis melanggar pasal 4j dan pasal 3b Kode Etik Advokad Indonesia. Pelanggaran tersebut dilakukan ketika Todung menjadi kuasa hukum Salim Group terkait kasus Sugar Group Company di pengadilan Kotabumi dan PN Gunung Sugih, Lampung.

Microsoft Security Essentials Beta

Microsoft Security Essentials Beta

Microsoft Security Essentials Beta

Microsoft merilis versi beta dari perangkat lunak gratis Microsoft Security Essentials (MSE), versi terbaru dari antivirus dengan dukungan software anti-spyware, termasuk perlindungan terhadap serangan berbasis jaringan.
sekarang terintegrasi dengan browser Internet Explorer untuk melindungi ancaman berbasis web. Hal ini memungkinkan program untuk mencegah script berbahaya bekerja. Versi beta ini dapat mendeteksi script berbahaya yang ditulis ke cache Internet Explorer. Untuk Vista
dan 7, MSE memberikan perlindungan terhadap eksploirasi jaringan, dengan memblokir konektivitas mencurigakan.

Baca Juga :

COMPARISONS

COMPARISONS

COMPARISONS

COMPARISONS
• Multiple Number Comparative

Number multiple include : half, twice, three times, etc.

Ex : – This encyclopedia costs twice as much as the other one.
– Jerome has half as many records now as I had last years.

• Double Comparatives
These sentences begin with comparative construction, and the second clause must begin with comparative.

Ex : – The higher we flow, the worse Edna felt.
– The bigger they are, the harder they fall.

Ex : – The more he rowed the boat, the farther away he got.

• No Sooner
If the expression no sooner appears at beginning of a sentence, the word than must introduce the second clause.

Ex : – No sooner will he arrive, than he will want to leave.
– No sooner had we started out for California, than it started to rain.

• Positive, Comparative, and Superlative
Positive Comparative Superlative
– hot – hotter – hottest
– interesting – more interesting – most interesting
– sick – sicker – sickest
– colorful – more colorful – most colorful

The positive.
shows no comparisons. It describe only the simple quality of a person, thing, or group.
Ex : – The house is big.
– The flowers are fragrant.

The Comparative.
Involves two entities and shows a greater or leaser degree of difference between them. It also possible to compare without using than.

Ex : – Harvey is the smarter of the two boys.
– Of the two shirts, this one is the prettier.

The Superlative.
Compare three or more entities, one of which in superior or inferior to the others.

Ex : – John is the tallest boy in the family.
– Deana is the shortest of the three sister.

Note : after the expression one of the + superlative, be sure that the noun is plural and the verb is singular.

Adverb usually are compared by adding more or less, and by adding most or least to form the superlative.

Positive Comparative Superlative
– carefully – more carefully – most carefully
– less carefully – least carefully
– cautiously – more cautiously – most cautiously
– less cautiously – least cautiously

Ex : – sal drove more cautiously than Bob (comparative)
– That child behaves the most carelessly of all (superlative)

Nouns Functioning as Adjectives
The first noun of the combination function as an adjective, describing the second one, which functions as a noun. The nouns which function as adjective are always in the ingular event though they may modify a plural noun.

We took a tour that lasted five weeks.
(weeks functions as a noun in this sentence.)
We took a five-week tour.
adjective noun

His subscription to the magazine is for two years,
(years functions as a noun in this sentence.)
He has a two-year subscription to the magazine.
adjective noun

Enough with Adjective, Adverbs, and Nouns.
Enough changes positions depending on whether it is modifying a noun, an adjective, or an adverb. When modifying an adjective or an adverb, enough follows.

Ex : – Are those French fries crisp enough for you?
adjective
– She speaks Spanish well enough to be an interpreter.
adverb

When modifying a noun, enough precedes the noun.

Ex : – Do you have enough sugar for the cake?
– jake bought enough red paint to finish the barn.

Cause Connectors
• Because / Because of
Because must always be followed by a complete sentence (there must be a verb).

Baca Juga : 

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik Indonesia

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.

Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Batik Pekalongan
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.

Sumber; https://blogfiesta.com/fbclid=IwAR1m6hXi1URRz1LyzIeEYi035yReU9VOSYDtJXN6yefBy_ROsODHmC75jvU

KISAH SANG TIKUS

KISAH SANG TIKUS

KISAH SANG TIKUS

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sangpetani dan isterinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada makananpikirnya? Tapi, dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisiperangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itumenjerit memberi peringatan; “Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah,mengangkat kepalanya dan berkata, “Ya maafkan aku Pak Tikus. Aku tahuini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi takada masalahnya. Jadi jangan buat aku sakit kepala-lah.

“Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkaptikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!””Wah, aku menyesal dengar khabar ini,” si kambing menghibur denganpenuh simpati, “Tetapi tak ada sesuatu pun yang bisa kulakukankecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doadoaku!”

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. “Oh? sebuah perangkaptikus? Jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembuitu sambil ketawa, berleleran liur.Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, dengan kepala tertunduk danmerasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapiperangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, sepertibunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsa. Isteri petaniberlari pergi melihat apa yang terperangkap.

Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itubergegas membawanya ke rumah sakit.Si istri kembali ke rumah dengan tubuh menggigil, demam. Dan, sudahmenjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalahmemberikan sup ayam segar yang hangat.

Petani itu pun mengasahpisaunya, dan pergi ke kandang, mencari ayam untuk bahan supnya.Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak langsung sembuh. Banyak tetangga yang datang membesuk, dan tamu pun tumpah ruah ke rumahnya.Ia pun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa, kambing di kandang dia jadikan gulai. Tapi, itu tak cukup, bisa itu tak dapat taklukkan. Siistri mati, dan berpuluh orang datang untuk mengurus pemakaman, jugaselamatan.

Tak ada cara lain, lembu di kandang pun dijadikan panganan, untuk puluhan pelayat dan peserta selamatan.

Kerabat Imelda, apabila Anda dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladangpertanian'”ikut menanggung risikonya. Sikap mementingkan diri sendirilebih banyak keburukan dari baiknya.

Baca Juga : 

MEMBELI KEAJAIBAN

MEMBELI KEAJAIBAN

MEMBELI KEAJAIBAN

Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bias menyelamatkan jiwa Georgi.

Tapi mereka tidak punya biaya untuk itu. Sally mendengar ayahnya berbisik, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.”

Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat, tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian. Tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun.

Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil!
“Apa yang kamu perlukan?” tanya apoteker tersebut dengan suara marah. “Saya sedang berbicara dengan saudara saya.” “Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,”

Sally menjawab dengan nada yang sama. “Dia sakit… dan saya ingin membeli keajaiban.”
“Apa yang kamu katakan?,” tanya sang apoteker. “Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang… jadi berapa harga keajaiban itu ?”
“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.”

“Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.” Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?”

“Saya tidak tahu,” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya. “Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya… tapi saya juga mempunyai uang.”

“Berapa uang yang kamu punya ?” tanya pria itu lagi.

“Satu dollar dan sebelas sen,” jawab Sally dengan bangga. “Dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.”

“Wah, kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum. “Satu dollar dan sebelas sen… harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu”. Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata: “Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.”

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut.

“Operasi itu,” bisik ibunya, “seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya”.

Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut, satu dollar dan sebelas sen… ditambah dengan keyakinan.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

LIMA MENIT SAJA

LIMA MENIT SAJA

LIMA MENIT SAJA

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.”Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yangsedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,”sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?”Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?”Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya?Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…””Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John.

Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yangmemperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”Hidup ini bukanlah suatu lomba.

Hidup ialah masalah membuat prioritas.Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akanmenyesal selamanya.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/