NOVEL ORANG-ORANG PROYEK

NOVEL ORANG-ORANG PROYEK

NOVEL ORANG-ORANG PROYEK

Perkembangan sastra di Indonesia menunjukkan angka positif. Sastra banyak diminati orang karena sastra bersifat dulce et utile, yakni berguna dan menghibur. Sastra dapat dijadikan sebagai sarana ekspresi dan rohani, bahkan sebagai sarana berekonomi. Tidak jarang ada seorang penulis sastra yang menggantungkan penghasilan hidupnya hanya dari menulis karya sastra. Perkembangan sastra memberi sinyal bahwa kehidupan seni bahasa masih mendapat perhatian di masyarakat. Perkembangan sastra ini mengacu pada aspek kuantitas dan kualitas.
Salah satu karya sastra adalah novel. Sebuah novel memberikan suatu gambaran luas terhadap pembacanya. Ruang luas dalam novel memungkinkan seseorang untuk menggali lebih dalam atas nilai-nilai dan informasi di dalam novel. Pengarang mempunyai pengalaman dan ilmu pengetahuan yang luas sebagai bahan untuk mengarang novel.
Di tengah gencarnya arus budaya sastra populer, sekarang masih dapat ditemukan novel yang memuat kritik sosial. Contoh novel yang sarat dengan nilai kritik sosial adalah novel Orang-orang Proyek dan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Kedua novel ini menceritakan masyarakat kecil yang tertindas oleh kesewenang-wenangan para penguasa. Bahasa yang lugas namun cerdas yang digunakan Ahmad Tohari membuat kedua novel tersebut mudah dipahami oleh pembaca awam..
Novel Orang-orang Proyek merepresentasikan lika-liku kehidupan orang-orang proyek pada masa Orde Baru. Novel ini menceritakan seorang insinyur bernama Kabul. Kabul diceritakan sebagai tokoh yang harus mempertahankan idealismenya di tengah-tengah masyarakat yang terbawa arus budaya pragmatisme Orde Baru. Praktik kerja pada Orde Baru cenderung membiasakan budaya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Kabul mendapatkan sebuah proyek pembangunan jembatan. Akan tetapi, anggaran dana proyek yang seharusnya untuk membiayai proyek harus dipolitisasi dan dikebiri untuk urusan di luar proyek. Novel ini pada dasarnya berisi kritikan terhadap pemerintahan Orde Baru yang selalu membela kepentingan suatu golongan. Novel ini secara tidak langsung juga mengkritik pemerintahan sekarang yang masih saja belum bebas dari budaya KKN.
Trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk menggunakan latar tahun 1960-an. Latar tersebut memberi gambaran tentang sejarah komunis dan transisi Orde Lama ke Orde baru. Barangkali Ahmad Tohari ingin menyampaikan pengalaman pahit rakyat kecil yang tertindas di zaman itu. Di dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari memberikan nilai-nilai tentang kebudayaan dan humanisme dengan lebih intens. Trilogi novel ini adalah penyatuan tiga novel, yakni Catatan buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Trilogi novel ini menceritakan degradasi sosial yang di alami suatu dukuh yang bernama Dukuh Paruk dengan pusat pengisahan seorang ronggeng bernama Srintil. Srintil harus menjalani berbagai problematika karena statusnya sebagai ronggeng dan tahanan politik. Selain itu, terdapat tokoh Rasus yang diceritakan sebagai anak Dukuh Paruk yang bersifat kritis. Ia meninggalkan Dukuh Paruk untuk mencari jati dirinya.
Kekuatan dari kedua novel tersebut adalah kedekatan cerita dengan realitas sejarah Indonesia. Penceritaan tentang sisi lain pemerintahan Orde Baru dan peralihan antara Orde Baru dengan Orde Lama merupakan refleksi pengarang sebagai subjek kolektif. Dengan demikian, Ahmad Tohari dikatakan seperti menyingkap tabir sejarah dengan caranya sendiri. Hal ini menguatkan bahwa sastra bukanlah karya fiktif tanpa realitas. Karya sastra adalah rekaman sejarah dan fakta sosial yang dikemas dengan kreativitas pengarang. Oleh karena itu, karya sastra tetap mengandung bobot kebenaran yang nyata.
Beracuan pada alasan-alasan tersebut, peneliti ingin mengetahui (1) keterjalinan antarunsur intrinsik dalam novel Orang-orang Proyek dan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk; (2) pandangan dunia pengarang yang tercermin dalam novel Orang-orang Proyek dan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk; dan (3) struktur sosial novel Orang-orang Proyek dan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk sesuai dengan pendekatan strukturalisme genetik.

Baca Juga :

Mengurai Lirik Keong Racun

Mengurai Lirik Keong Racun

Mengurai Lirik Keong Racun

Nama Sinta dan Jojo tiba-tiba saja melejit dalam kancah hiburan tanah air. Aksi video lipsync-nya dengan lagu berjudul Keong Racun di Youtube mengantarkan mereka menjadi artis dadakan. Maraknya pengunggah dan viewers video mereka di Youtube tidak lepas dari kekonyolan, kepolosan, dan keunikan lagu yang mereka bawakan.

Lagu Keong Racun menggunakan kata yang sederhana, tetapi digarap dengan paduan yang estetis. Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik dan mudah untuk menghafalnya. Dipandang dari kacamata kebahasaan, lirik lagu Keong Racun sangat memperhatikan diksi atau pilihan kata.

Pada lirik awal lagu tersebut dapat ditemukan penggunaan gaya bahasa metafora. Bentuk ini berupa analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat (Gorys Keraf, 2004:139). Misalnya, pada penggalan lirik dasar kau keong racun, baru kenal eh ngajak tidur. Keong racun adalah nama binatang yang digunakan untuk membuat analogi untuk seorang lelaki hidung belang. Kehidungbelangan laki-laki merupakan racun bagi perempuan.

Lirik sesudahnya pun masih menggunakan gaya bahasa metafora, yakni ngomong nggak sopan santun, kau anggap aku ayam kampung. Ayam kampung merupakan analogi seorang wanita yang mau diperlakukan semena-mena oleh laki-laki. Dalam konteks nyata, ayam kampung dapat berganti-ganti pasangan ketika masa kawin.

Penggunaan aspek kebahasaan leksikal pun tak terlepas dari lirik lagu ini. Pada lirik kau rayu diriku, kau goda diriku, kau colek diriku dapat ditemukan aspek kebahasaan leksikal berupa repetisi (pengulangan). Kata kau dan diriku pada lirik tersebut mendapatkan pengulangan pada bagian yang sama. Dari pengulangan ini memunculkan rima yang sama pada awal dan akhir lirik tersebut yang membuat lagu ini menjadi menarik.

Sosiolinguistik
Dalam tataran kajian Sosiolinguistik, lirik lagu Keong Racun memuat penggunaan campur kode, yakni percampuran dua bahasa atau lebih dalam suatu tuturan. Hal ini dapat dilihat dalam penggalan lirik tanpa basa-basi kau ngajak happy happy, ngajak check-in dan santai, dan sorry sorry sorry bang. Pada penggalan lirik tersebut terdapat kata dari bahasa Inggris, yakni happy, check-in, dan sorry. Di sini jelas terlihat percampuran antara bahasa Indonesia dan Inggris.

Sumber : https://nashatakram.net/tinycam-monitor-pro-apk/

Pengertian Analogi

Pengertian Analogi

Pengertian Analogi

Analogi

Dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.

Contoh:

Pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

Defenisi lain  yang di maksud dengan analogi adalah suatu proses penalaran dengan menggunakan perbandingan dua hal yang berbeda dengan cara melihat persamaan dari dua hal yang di perbandingkan tersebut sehingga dapat digunakan untuk memperjelas suatu konsep.

Baca Juga :

Hubungan Kausal

Hubungan Kausal

Hubungan Kausal

Hubungan Kausal

Hubungan sebab akibat / hubungan kausal ialah hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permsalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.

Contoh hubungan kausal  :

Kuberikan sedikit uang disakuku untuk membeli obat, ia menatap wajahku.. Menitikkan air mata lagi.. Ia menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat dan makanan untuk adik dan ibunya dirumah.

Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan anak itu bersama ibunya di pasar. Mereka menghampiriku,, memberiku sedikit makanan kecil sebagai ungkapan terima kasih padaku karena telah membantu anak itu beberapa hari yang lalu.

Pengertian lain :

Hubungan kausal (kausalitas) merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuridan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.

Sumber : https://anchorstates.net/

LP2 PL/SQL

LP2 PL/SQL

LP2 PL SQL

Pertanyaan :
1. Jelaskan pengertian kondisi dalam PL/SQL !
2. Jelaskan perulangan dalam PL/SQL !
3. Buat program sederhana tentang perulangan !

Jawab :

1. Kondisi dalam PL/SQL :

Adalah struktur yang terdiri dari perintah-perintah IF dan CASE
Terdapat tiga bentuk perintah-perintah IF: IF-THEN, IF-THEN-ELSE, dan IF-THEN-ELSIF.

Perintah IF-THEN

Bentuk umum :

IF condition THEN
sequence_of_statements
END IF;

Rangkaian perintah-perintah dieksekusi hanya jika kondisi adalah true. Jika kondisi bernilai false atau null, perintah IF tidak melakukan apa-apa. Dalam salah satu kasus, kontrol berlalu kepada perintah selanjutnya.

Perintah IF-THEN-ELSE

Bentuk umum :

IF condition THEN
sequence_of_statements1
ELSE
sequence_of_statements2
END IF;

Rangkaian perintah-perintah dalam klausa ELSE dieksekusi hanya jika kondisi bernilai false atau null. Jadi, klausa ELSE memastikan bahwa rangkaian perintah-perintah tersebut dieksekusi.

Perintah IF-THEN-ELSIF

Bentuk umum :

IF condition1 THEN
sequence_of_statements1
ELSIF condition2 THEN
sequence_of_statements2
ELSE
sequence_of_statements3
END IF;

Jika kondisi pertama bernilai false atau null, klausa ELSIF akan menguji kondisi lainnya. Perintah IF dapat memiliki sejumlah klausa ELSIF; klausa final ELSE bersifat opsional (bisa digunakan atau tidak). Kondisi-kondisi dievaluasi satu demi satu dari atas ke bawah. Jika suatu kondisi bernilai true, rangkaian perintah-perintah yang ada di dalamnya dieksekusi dan kontrol akan menuju ke perintah selanjutnya. Jika seluruh kondisi bernilai false atau null, maka rangkaian perintah-perintah di dalam klausa ELSE yang akan dieksekusi.

Perintah CASE

Seperti halnya perintah IF, perintah CASE menyeleksi satu rangkaian perintah-perintah untuk dieksekusi. Namun, untuk menyeleksi rangkain perintah-perintah tersebut, perintah CASE menggunakan penyeleksi, bukannya menggunakan banyak ekspresi-ekspresi Boolean.

Bentuk umum :

[<>]
CASE selector
WHEN expression1 THEN sequence_of_statements1;
WHEN expression2 THEN sequence_of_statements2;

WHEN expressionN THEN sequence_of_statementsN;
[ELSE sequence_of_statementsN+1;]
END CASE [label_name];

2. Perulangan / loop ialah :

Sekumpulan perintah untuk melakukan perulangan dari suatu blok statement yang terdapat di dalam blok statement loop. Bentuk paling sederhana dari perintah LOOP adalah loop dasar (tak berhingga), yang mengapit rangkaian perintah-perintah diantara kata-kata kunci LOOP dan END LOOP, seperti berikut ini:

Bentuk umum :

LOOP
sequence_of_statements
END LOOP;

Dengan setiap perulangan dari setiap putaran, rangkaian perintah-perintah dieksekusi, lalu kontrol mulai lagi menuju ke awal putaran.

WHILE-LOOP

Perintah WHILE-LOOP menghubungkan kondisi dalam rangkaian perintah-perintah yang diapit oleh kata-kata kunci LOOP dan END LOOP, seperti berikut ini:

Bentuk umum :

WHILE condition LOOP
sequence_of_statements
END LOOP;

Sebelum setiap perulangan dari loop, kondisi dievaluasi. Jika kondisi true, rangkaian perintah-perintah dieksekusi, kemudian kontrol kembali ke awal loop. Jika kondisi false atau null, loop diabaikan dan kontrol menuju ke perintah selanjutnya.

FOR-LOOP

Jumlah perulangan melalui loop WHILE tidak diketahui sampai loop berakhir, namun jumlah perulangan melalui loop FOR telah diketahui sebelum loop dijalankan. Loop-loop FOR berulang sejumlah jangkauan integer tertentu. Jangkauan ini adalah bagian dari iteration scheme, yang diapit oleh kata-kata kunci FOR dan LOOP. Tanda titik dua (..) bertindak sebagai operator jangkauan. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

Bentuk umum :

FOR counter IN [REVERSE] lower_bound..higher_bound LOOP
sequence_of_statements
END LOOP;

Jangkauan dievaluasi ketika loop FOR pertama kali dijalankan dan tidak pernah dievaluasi ulang.

3. Contoh perintah perulangan :

DECLARE
TYPE DateList IS TABLE OF DATE INDEX BY BINARY_INTEGER;
dates DateList;
k CONSTANT INTEGER := 5;
BEGIN
FOR j IN 1..3 LOOP
dates(j*k) := SYSDATE;
END LOOP;
END;

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Sleman Berkomitmen Tekan Pungli di Sekolah

Sleman Berkomitmen Tekan Pungli di Sekolah

Sleman Berkomitmen Tekan Pungli di Sekolah

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman akan bertindak

tegas mengatasi persoalan pungutan liar (pungli) yang menciderai pendidikan di daerah ini. Tindakan tegas ini dilakukan dengan menerbitkan aturan tertulis untuk menekan pungli.

Komitmen ini sudah disampaikan oleh dinas terkait kepada Ombudsman

Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY. Aturan ini akan meminimalisir modus-modus yang kerap dipakai untuk melegalkan pungli di kemudian hari.

Kepala perwakilan ORI DIY, Budhi Masturi mengapresiasi langkah Disdikpora Sleman untuk menekan kasus pungli dengan menerbitkan regulasi yang jelas. Menurutnya, aturan baru itu nantinya akan ditandatangani kepala dinas terkait agar sekolah yang ada di lingkungan dinas bisa mematuhi aturan itu.

“Yang jelas ada komitmen untuk mengubah itu. Sebelumnya hanya surat

edaran dan itu tidak mengikat,” kata Budhi.

Persoalan pungli layanan pendidikan di Sleman mencuat dengan ditemukan adanya kasus di salah satu SD Model. Pungutan tersebut dilakukan melalui komite sekolah. Pihak komite berdalih, pungutan ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan biaya program unggulan.

ORI DIY sudah pernah menangani kasus ini pada akhir 2015 lalu. Kasus yang serupa kembali terulang pada awal 2016 ini. Hingga saat ini, ORI DIY masih menangani kasus ini. (Andi)

 

Baca Juga :

Gerakan Literasi Sekolah Mendorong Kemampuan Komunikasi Siswa

Gerakan Literasi Sekolah Mendorong Kemampuan Komunikasi Siswa

Gerakan Literasi Sekolah Mendorong Kemampuan Komunikasi Siswa

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diharapkan tidak hanya mendorong siswa untuk gemar membaca. Tetapi, juga mendorong siswa dapat mengomunikasikan hasil bacaannya kepada pihak lain. Ini penting mengingat kemampuan komunikasi siswa Indonesia umumnya masih cukup rendah.

Hal itu disampaikan oleh Waka Humas MAN Yogyakarta 1, Hartiningsih ketika

dimintai tanggapan mengenai Gerakan Literasi Sekolah. Menurutnya, gerakan ini harusnya dapat menjadi upaya agar siswa menyerap banyak pengetahuan dari buku yang dibaca. Dan yang tidak kalah penting, siswa dapat menyampaikan hasih bacaannya kepada orang lain. Sebagai madrasah yang berbasis riset, ia mengaku sangat serius menggarap gerakan ini.

“Di sini kami menyerahkan sepenuhnya kepada guru. Masing – masing guru

dalam pembelajarannya harus mengajak siswa untuk membaca buku, misalnya dengan penugasan membuat makalah,” ujar guru yang disapa Aning itu.

Fasilitas sekolah juga memegang peranan penting dalam gerakan ini. Hal ini misalnya berkaitan dengan ketersediaan buku dan sarana bacaan lain di sekolah. “Kebetulan kami punya buku yang lengkap dari semua bidang. Setiap tahun selalu diadakan pengadan baru berdasarkan angket yang diisi oleh siswa dan guru,” imbuh Aning.

Sementara itu, gerakan literasi di MAN Lab UIN Yogyakarta juga mendapatkan

sambutan positif dari madrasah. Salah satu contohnya adalah pemberian tugas membaca, merangkum,dan mengomentari minimal 5 buah buku pengayaan selama satu semester. Laporan kegiatan membaca harus diketahui dan ditandatangani oleh wali kelas.

“Butuh keteladanan dari para pendidik agar budaya gemar membaca tidak sloganistis. Jadi, marilah kita biasakan membaca buku walaupun hanya 15 menit dalam sehari,”ajak Ahmad Arief Maruf, kepala perpustakaan MAN Lab UIN.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

Ribuan Sekolah di Indonesia Telah Terakreditasi A dan B

Ribuan Sekolah di Indonesia Telah Terakreditasi A dan B

Ribuan Sekolah di Indonesia Telah Terakreditasi A dan B

Sebanyak 51.013 sekolah dan madrasah sepanjang tahun 2016 telah diakreditas oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M. Dari jumlah tersebut, 90,1 persen sekolah dan madrasah mendapatkan akreditasi A dan B.

20.271 sekolah dan madrasah mendapatkan akreditasi A pada tahun 2016,

sedangkan akreditasi B diperoleh oleh 26.117 sekolah dan madrasah. sebanyak 4.321 sekolah/madrasah sisanya mendapatkan akreditasi C, dan 304 sekolah/madrasah tidak terakreditasi (skor hasil asesmen kurang dari 56).

Kepala BAN S/M Abdul Muti mengatakan, pemerintah harus terus meningkatkan standar mutu masing-masing jenjang pendidikan, sehingga pada akhirnya semua satuan pendidikan di Indonesia memiliki kualitas yang sama. Ia menambahkan, akreditasi satuan pendidikan juga berkaitan dengan ujian nasional (UN), karena masih banyak sekolah yang belum terakreditasi A atau B.

“Kalau melihat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu UU Nomor

20 tahun 2003, evaluasi belajar dilakukan oleh guru. Yang menjadi penilai hasil belajar adalah guru, sedangkan negara melakukan penilaian terhadap pemenuhan standar nasional pendidikan melalui ketentuan akreditasi,” ujar Abdul.

Abdul Muti menuturkan, peran pemerintah dalam mengalokasikan anggaran

untuk akreditasi harus terus ditingkatkan, terutama di tingkat pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Menurut data empirik BAN S/M, saat ini peran pemerintah daerah masih sekitar 15 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dianggarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk akreditasi satuan pendidikan.

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Pulihkan Tanah Tercemar, Dosen ITB Buat Teknologi Soil Washing

Pulihkan Tanah Tercemar, Dosen ITB Buat Teknologi Soil Washing

Pulihkan Tanah Tercemar, Dosen ITB Buat Teknologi Soil Washing

Saat ini terutama di negara-negara maju dan berkembang, banyaknya aktivitas pembangunan sedikitnya akan mengakibatkan terjadinya kontaminasi terhadap lingkungan baik ke air, udara, maupun tanah. Pencemaran terhadap tanah menjadi hal yang penting untuk segera ditangani karena akan berpengaruh terhadap aspek lainnya, yaitu air tanah.
Dosen Institut Teknologi Bandung, Agus Jatnika Effendi, Ph.D., dari Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB melakukan penelitian tentang teknologi soil washing atau alat pencuci tanah yang mampu bekerja memperbaiki tanah yang telah terkontaminasi.
Soil washing sendiri adalah salah satu teknik memulihkan tanah yang tercemar, kembali ke kondisi awal atau semula. Sehingga tidak menyebabkan terjadinya penghantaran polutan ke media lain. Dalam penelitian, ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan adalah remediasi atau pemulihan kembali.
“Yang jadi konsen saya sebagai peneliti adalah bagaimana penanganan pencemaran atau kontaminasi di tanah. Kenapa begitu, karena pada dasarnya, sistem tanah itu akan bergabung dengan sistem air tanah, air itu akan menjadi konsumsi manusia, dan akhirnya manusialah yang tetap terkena dampak,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Humas ITB yang diterima Reaksi, Kamis (8/10) .

Dia mengatakan, sebetulnya banyak sekali teknik pemulihan tanah

terkontaminasi, salah satu yang dikembangkan di ITB adalah soil washing. “Soil washing sendiri bukanlah teknologi yang baru sebetulnya, di negara-negara maju terutama negara di mana pembangunan sangat masif, kejadian pencemaran tanah sudah banyak terjadi, dan sudah banyak diaplikasikan,” ujarnya.
Menurutnya, yang unik dari teknologi soil washing ini adalah spesifik terhadap karakteristik setempat. Kemudian, jenis kontaminannya pun berbeda-beda. Selain soil washing, teknik lain untuk pencucian tanah adalah bio-remediasi yaitu menggunakan pendeketan secara biologi dengan memanfaatkan bakteri. Namun dijelaskannya, salah satu kelemahan dari bio-remediasi adalah waktunya yang lambat. “Dengan pendekatan soil washing ini diharapkan waktu pemulihan akan lebih singkat,” tambahnya.

Penelitian tentang soil washing mulai dilakukan pada 2015 dengan

latarbelakang penelitian dari kasus tanah tercemar minyak bumi. Dijelaskan Agus, sebetulnya sistem kerja dari teknologi soil washing sangatlah sederhana, yaitu memindahkan kontaminan yang melekat di dalam tanah ke dalam media lain (fluida).
“Jadi secara konseptual, kita hanya memindahkan dari tanah ke fluida lain, yaitu cairan. Mirip dengan mencuci baju, baju yang kotor kita rendam dan dicuci sehingga bersih, dan yang kotor adalah airnya,”  katanya.

Dia menjelaskan, pada praktiknya, teknologi soil washing bukanlah teknologi

yang berdiri sendiri. Akan tetapi juga terintegrasi dengan proses pencucian air (water wash) yang dipakai dalam pencucian tanah, sehingga bisa digunakan kembali.
“Mekanisme secara fisika disebut sebagai desorpsi, yaitu bagaimana melepaskan ikatan kontaminan dengan tanah supaya terkonversi dengan air, supaya nanti ketika sudah masuk ke air, pengolahannya jauh lebih mudah,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Wakil Wali Kota Minta Tidak Ada Pungli di Lingkungan Pendidikan

Wakil Wali Kota Minta Tidak Ada Pungli di Lingkungan Pendidikan

Wakil Wali Kota Minta Tidak Ada Pungli di Lingkungan Pendidikan

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta jangan ada ruang pungli di lingkungan pendidikan. Pasalnya, pungutan liar (Pungli) tergolong sebagai tindakan korupsi.

Menurutnya, pungli tidak hanya terkait dengan biaya ekonomi tinggi, tetapi lebih jauh akan merongrong kapasitas regulasi dan pendapatan pemerintah. Termasuk menurunkan sistem nilai kehidupan hingga tingkatan paling bawah.

“Pungli terjadi karena kurangnya integritas dan nasionalisme yang dicirikan dengan kecenderungan keserakahan, kesempatan, Kebutuhan dan egoisme,” ungkapnya pada Focus Group Discussion (FGD) “Membangun Generasi Baru Anti Pungli dan Bekerja Tanpa Pungli” di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, pelaku pungli lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan dibanding kepentingan umum. Sehingga Perlawanannya harus memadukan pendekatan hukum dengan kekuatan budaya dan kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan atau sistem pelayanan sekolah.

Dikatakannya, institusi pendidikan dapat memberi kepastian waktu dan biaya kepada pihak yang dilayani, terlebih institusi tersebut harus menjadi pilar terdepan dalam memberantas pungli.

“Karena proses belajar mengajar didalamnya menyangkut pendidikan

karakter, yang harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik,” ujarnya.

Yana mendorong penyelenggara pendidikan harus mengembangkan sistem kehidupan di sekolah yang tidak memberi ruang terhadap penyalahgunaan wewenang. Dimana upaya tersebut harus didukung warga sekolah lain seperti komite sekolah, guru, serta murid dan orang tuanya.

“Perlu diingat juga bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan lebih dari 20 persen dari APBN atau APBD. Termasuk memperbaiki kesejahteraan penyelenggara pendidikan, seharusnya mereka tidak menerima pendapatan lain di luar pendapatan resmi,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya FGD oleh Dewan Pendidikan Kota Bandung ini,

dapat menjadi sarana bertukar pikiran terutama dalam memberantas praktik-praktik pungutan liar di lingkungan penyelenggara pendidikan.

“Forum ini diharapkan mengingatkan kembali pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pendidikan, agar proses dan output pendidikan terbebas dari perilaku koruptif. Serta ada tindak lanjut berupa kontrol sosial terhadap kemungkinan terjadinya pungli,” jelasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, Kusmaeni S. Hartadi mengatakan,

FGD menitikberatkan pada diskusi untuk deteksi dan mencari solusi tentang pungli, sehingga diharapkan dapat memacu semangat bekerja tanpa pungli.

“FGD ini terbagi dalam dua sesi, pertama dengan peserta Ketua Komite dan Kepala Sekolah SMP Negeri di Kota Bandung, sedangkan sesi yang kedua para aktivis organisasi sekolah dari 28 SMP Negeri Kota Bandung,” ucapnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/