Cara Budidaya Pepaya California

Cara Budidaya Pepaya California

Cara Budidaya Pepaya California

 

Cara Budidaya Pepaya California

Pepaya adalah buah serba guna,yang masih muda bisa dibikin sayur,manisan, yang mengkal bisa buat obat, yang matang bisa dijadikan buah meja.Macam macam jenis pepaya,ada pepaya wulung, pepaya jingga, pepaya bangkok dan yang lagi ngetrand adalah pepaya california. Jenis California punya kelebihan,lebih manis,tidak mudah busuk,waktu panen lebih singkat dibanding varitas lain.Karena itulah banyak petani yang membudidayakan jenis ini karena keuntungannya sangat menjanjikan.Berikut ini kami sampaikan artikel Cara Budidaya Pepaya California dengan harapan bisa menambah referensi pengetahuan bagi siapa saja yang minat mengembangkannya.

Pepaya California bisa tumbuh di ketinggian 100- 1000 mdpl dengan curah hujan 1000-2000mm/tahun pada suhu 22-28 derajat celcius.Pada ketinggian di atas 700mdpl pepaya masih berbuah bagus tapi rasa manisnya sudah berkurang. Disarankan bukan daerah yang selalu ada angin terus menerus,karena disaat terjadi angin kencang proses penyerbukan tidak optimal.Disamping itu tanah harus subur ,gembur , mudah meresap air, bukan tanah liat.

1. PersyaratanPembibitan Benih

Belilah benih bersertifikat yang banyak dijual di Toko Toko pertanian,kalaupun akan membuat biji sendiri harus jangan asal asalan.Biji-biji yang akan disiapkan sebagai bibit sebaiknya diambil dari buah-buah yang masak benar dan dari pohon pilihan. Buah yang menjadi pilihan tersebut lalu dibelah dua dan diambil bijinya, kemudian dicuci bersih sampai kulit yang menyelubungi biji terbuang, lalu dikeringkan dengan cara diangin anginkan. Biji segar adalah biji yang baik digunakan sebagai bibit. Bibit sebaiknya jangan diambil dari pohon yang sudah tua juga jangan buah pertama.

2. Penyiapan benih

Untuk tiap hektarnya, dibutuhkan benih sebanyak 60 -100 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dengan larutan ATONIK 2 cc/liter dengan waktu 1-2 jam, ditiriskan, kemudian ditebari Natural GLIO, baru disemai dengan polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang dipergunakan adalah campuran 2 ember tanah yang diayak, lalu ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak kemudian ditambah 50 gram TSP yang dihaluskan.

3. Teknik penyemaian

– Benih ditanamkan pada kedalaman 1 cm lalu tutup dengan tanah. Penyiraman dilakukan setiap hari. Benih yang telah berkecambah terlihat tumbuh setelah 12-15 hari. Dengan ketinggian sekitar 15-20 cm atau usia yang menginjak 45-60 hari, bibit sudah siap ditanam.
– Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.Ingat jangan memindahkan bibit pada siang hari,lakukanlah pada pagi hari apa sore hari setelah panas matahari tidak menyengat.

4. Pemeliharaan semaian

Pada persemaian, biji-biji ditaburkan pada barisan dengan jarak 5 – 10 cm. Biji jangan sampai dibenam dalam-dalam, cukup 1 cm. Biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Dengan interval 1 minggu sekali, semprotkan Atonik yang dicampur EM4 sesuai dosis anjuran.Bila sedang musim hujan jangan lupa tambahkan perekat daun.

5. Pemindahan bibit

Bibit-bibit yang berumur 2–2,5 bulan adalah bibit yang sudah dewasa, dan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.Tanamlah bibit disaat pagi hari ,atau sore hari di atas jam 2 siang.

 

6. Pengolahan Tanah

Untuk pengolahan tanah, langkah-langkahnya sebagai berikut:
– Lahan dibersihkan dari segala macam gulma, lalu dicangkul / dibajak dan kemudian digemburkan.
– Bedengan berukuran lebar 200 – 250 cm, dan tinggi 20 – 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
– Buat lubang dengan ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.
– Apabila tanahnya bersifat asam (pH kurang dari 5), sebaiknya sesaat setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.
– Sebelum diberi pupuk, tanah harus dikeringkan satu minggu. Setelah itu, baru ditutupi dengan tanah campuran 10 kg pupuk kandang yang telah matang serta pupuk PETRO ORGANIK 5 kg ditambah NPK sebanyak 2 ons.Jangan sekali kali menggunakan kotoran ayam yang masih baru untuk pupuk bisa berakibat tanaman layu{pengalaman penulis}.

7. Pembuatan lubang penanaman

Lubang berukuran 50 x 50 x 50 cm digali secara berbaris. Lubang-lubang tersebut selanjutnya biarkan kosong. Setelah itu, lubang-lubang diisi dengan tanah berkomposisi campuran pupuk kandang sebanyak 2 – 3 blek. Lubang – lubang ditutupi gundukan tanah dan dibiarkan 1 minggu hingga tanah mengendap. Setelah itu lubang-lubang siap ditanami.Setelah satu minggu kita perhatikan di sekitar lubang ada nggak lubang hewan gasir di situ,kalau ada gasir harus kita bersihkan karena akan menjadi hama yang sangat berbahaya.(Gasir adalah hewan seperti jangkrik tapi postur tubuhnya lebih besar sukanya makan pucuk daun pepaya yg masih kecil}.

 

8. Cara penanaman

Setiap lubang diisi 3-4 buah biji. Beberapa bulan berikutnya, akan dapat dilihat tanaman jantan dan betina atau berkelamin dua.

Penjarangan serta penyulaman

Penjarangan dilakukan agar memperoleh tanaman betina dan jantan. Ini dilakukan pada saat tanaman mulai berbunga.

 

9. Pemeliharaan

Kapan waktu dan banyaknya kebun tersebut disiangi tidak dapat ditentukan, tergantung dari keadaan.

a.Pemupukan

Pupuk yang digunakan untuk menunjang kesuburan pohon pepaya selama masa tanam sebaiknya pupuk organik. Sedang untuk cara pemberian pupuknya:
– 1 minggu setelah ditanam, beri pupuk kimia dengan komposisi 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP, dan 25 gram KCl.
– Satu bulan kemudian, berikan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
– Saat umur 3-5 bulan, lanjutkan dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gram TSP, 50 gram KCl
– Menginjak umur 6 bulan dan tiap 1 bulan sekali, lanjutkan dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gram TSP, dan 75 gram KCl

b.Pengairan

Pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan dengan genangan air. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama.Saluran harus bersih dari rumput agar bila hujan tidak ada air tergenang.

c.Pengendalian hama serta penyakit

Salah satu hama pengganggu tanaman pepaya California adalah kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Panjangnya kira-kira 2 – 3 mm serta berwarna hijau, kuning atau hitam. Ada sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan berkaki panjang. Yang dewasa ada yang bersayap dan tidak. Untuk pengendaliannya, semprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian. Penyakit tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan jamur, virus mosaik, leher akar, pangkal batang, rebah semai, busuk buah, dan nematoda.

 

10. Pemanenan dan Tekhnik pengepakan

Pada usia 8 bulan Tanaman pepaya sudah mulai panen . Dipetiknya harus pada saat buah itu memberikan tanda-tanda kematangan berupa warna kulit menguning. Untuk cara panennya, umumnya pemetikan ditempuh dengan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut). Periode panen sendiri dilakukan setiap 4 hari sekali.Atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Apabila mau dikirim ke luar kota sebaiknya buah dipetik pada kondisi setengah matang atau mengkal.Gunakan kotak kayu dan dialasi potongan kertas atau daun pisang kering agar buah tidak rusak dalam perjalanan. Demikianlah anda telah menyimak bisnis rumahan Cara Budidaya Pepaya California, semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/