Buka Layanan Perekaman E-KTP Hingga Malam

Buka Layanan Perekaman E-KTP Hingga Malam

Buka Layanan Perekaman E-KTP Hingga Malam

Kota Bogor

Sebanyak 12 ribu warga Kota Bogor masih belum melakukan perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP). Padahal perekaman ini sangat penting mengingat sebentar lagi akan dilangsungkan pesta demokrasi Pemilihan Wali Kota Bogor (Pilwalkot) 2018 mendatang. Demi mendorong masyarakat untuk perekaman, Kecamatan Bogor Utara bekerja sama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor membuka pelayanan esktra.

Pemilihan Wali Kota Bogor (Pilwalkot) 2018 mendatang

“Saya ucapkan terima kasih atas inovasinya pak camat semoga bisa diikuti kecamatan lainnya,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dodi Ahdiat saat ditemui di acara Sosialisasi Transaksi Non Tunai di Salak Tower, Senin (02/10/2017).

Pelayanan ekstra ini, lanjut Dodi

Dibuka setiap Rabu sampai pukul 21.00 WIB dan pelayanan Sabtu sampai pukul 12.00 WIB. Selain pelayanan ekstra di Kecamatan Bogor Utara, pihaknya juga membuka pelayanan perekaman di mal BTM, ada mobil pelayanan keliling. Mobil keliling ini akan mengunjungi masyarakat yang tidak bisa datang ke tempat, semisal lansia (lanjut usia) dan orang sakit. “Warga cukup melapor ke lurah saja, nanti biar lurah yang menginformasikan ke Disdukcapil,” terangnya.

Perekaman E-KTP

Ia menambahkan. perekaman E-KTP ini sangat penting karena jika belum direkam yang bersangkutan, tidak masuk ke dalam daftar pemilih. Menurutnya, meski jumlah blanko terbatas namun warga tidak perlu berkecil hati karena akan lebih dulu diberikan Suket yang berlaku di seluruh pelayanan selama enam bulan. “Target kami November seluruh warga sudah melakukan perekaman, sehingga pada Desember bisa dilakukan evaluasi,” imbuhnya.

Kota Bogor Ade Sarip Hidayat

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, E-KTP itu satu-satunya alat pengenal yang mewarnai berbagai kebutuhan administrasi masyarakat. Ia menghimbau kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk dapat memahami pentingnya E-KTP dan melakukan perekaman.

“Saya harap teman-teman wilayah bisa terus mensosialisasikan ke RT/RW, kalau perlu diinformasikan ke forum pengajian karena mungkin saja ada orang yang sehari-harinya tidak kemana-mana merasa tidak butuh padahal KTP dibutuhkan pada saat kematian,” pungkasnya.

 

Sumber  : https://pakdosen.co.id/