bagaimanakah sifat gerak sejarah itu

Militer Sebagai Kekuatan Sejarah

Peran yang diambil oleh tentara indonesia dalam proklamasi sangat besar. Demikian juga tentara resmi maupun laskar-laskar dalam revolusi. Tentara yang bergerilya berhasil mempertahankan eksistensi bangsa indonesia pada waktu terdesak dengan meyakinkan PBB. Setelah itu peran tentara sangat penting, terutama dengan berhasilnya tentara dalam memadamkan pemberontakan-pemberontakan. Tentara juga merupakan kekuatan yang real, dam kekuatan sejarah yang harus diperhitungkan oleh ormas-ormas oleh G 30 S/PKI. Berdirinya orde baru di militer indonesia juga tak dapat dipisahkan militer indonesia. (Kuntowijoyo, 2013, hal. 106)

7. Individu Sebagai Kekuatan Sejarah

Para nabi, filsuf, pendiri mazhab, pendiri sekte, dan pemikir adalah tokoh pengubah sejarah. Suatu sejarah dapat saja terjadi karena pengaruh besar dari seorang individu. Oleh karena nya, jauh lebih baik bagi kita untuk memahami terlebih dahulu dasar yang menjadikan individu memiliki potensi untuk mengubah atau menciptakan sejarah. Individu yang memiliki kemampuan untuk mengubah sejarah pada dasarnya ialah mereka yang memiliki kemampuan diatas kebanyakan orang dengan kata lain ialah individu yang paling menonjol dalam lingkungannya serta memiliki intelektual yang mumpuni.[5]
8. Seks Sebagai Kekuatan Sejarah
Pada bagian ini tidak lagi dibahas mengenai Seks, melainkan lebih kepada konsep Gender yang menitik beratkan pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat. Kebanyakan dari kita mungkin masih menganggap konsep gender kepada kajian biologis, akan tetapi hal ini telah diganti dengan kajian social. Sebagaimana dikemukakan oleh Kerstan (1995), gender tidak bersifat biologis melainkan dikonstruksikan secara sosial. Bukan rahasia umum lagi, bila dahulu gerak perempuan banyak dibatasi baik oleh adat istiadat maupun agama. Bukan rahasia umum lagi bila dahulu perempuan tidak diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi karena terikat dengan anggapan “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya akan ke dapur juga”. Hal ini cukup diskriminatif terhadap kaum perempuan. Pada perkembangan sejarahnya, hal ini lah yang nantinya memicu kaum perempuan untuk menuntut kebebasan mereka untuk mengenyam pendidikan,berkarir dan lain sebaginya. Yang lazim disebut sebagai emansipasi wanita atau feminist movement. Gerakan ini yang nantinya membawa perubahan kepada kehidupan wanita dan tentunya kehidupan sosial, dimana perempuan mendapatkan hak nya untuk mengenyam pendidikan tinggi,berkarir atau bahkan terjun di dunia politik.[6]
9. Umur Sebagai Kekuatan Sejarah
Pada dasarnya Umur juga dapat mempengaruhi perkembangan sejarah. suatu bangsa yang sudah berumur lama, pastilah memiliki sistem pemerintahan yang matang. Sejarah akan terus tercipta sepanjang umur Negara tersebut. Selain itu dalam masyarakat tradisional dikenal juga kelompok umur yang dibedakan dalam berbagai fungsi. Ketika masih kecil, anak laki-laki dan perempuan akan bermain bersama, ketika anak laki-laki beranjak dewasa maka ia akan belajar apa yang dikerjakan ayahnya dan di malam hari anak laki-laki tidur. Selain itu umur juga menentukan gaya. Pada masyarakat tradisional, orang-orang tua lah yang tertarik pada thariqah, dalam masyarakat modern rupanya anak-anak muda juga tertarik
10. Golongan Sebagai kekuatan sejarah
Kata “golongan ” dipakai untuk menggantikan social class yang dipersangkakan orang sebagai milik kaum Marxis, padahal itu merupakan konsep umum yang banyak dipakai dalam sosiologi. Golongan sangat besar perannya dalam perkembangan sejarah. kita sama-sama mengetahui golongan pemuda, mahasiswa, dan pelajar sangat berperan dalam Transisi orde lama ke orde baru (Kuntowijoyo, 2013, hal. 109-110)

  1. kekuatan yang mempengaruhi suatu peristiwa sejarah adalah kekuatan
  2. tujuan dan arah sejarah
  3. Direct Cost Pricing
  4. Gross Margin Pricing