Aliran-Aliran Dalam Ilmu Kalam

 Aliran-Aliran Dalam Ilmu Kalam

  1. Aliran Khawarij

Khawarij adalah suatu nama yang mungkin diberikan oleh kalangan  lapangan di sana karena tidak mau menerima arbitrase dalam pertempuran siffin yang terjadi wantara Ali dan Mu‟awiyah dalam upaya penyelesaian persengketaan antara keduanya tentang masalah khalifah.

Khawarij berasal dari kata kharaja, artinya ialah  keluar, dan yang dimaksudkan disini ialah mereka yang keluar dari barisan Ali sebagai diterimanya arbitse oleh Ali. Tetapi sebagaian orang berpendapat bahwa nama itu diberikan kepada mereka, karena mereka keluar dari rumah-rumah mereka

dengan maksud berjihad di jalan Allah. Hal ini di dasarkan pada QS An-Nisa: 100.

Berdasarkan ayat tersebut, maka kaum khawarij memandang kaum  khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang meninggalkan rumah atau kampung halamannya untuk berjihad.

Bila di masa Rasulullah kafir hanya untuk mereka yang tidak memeluk Islam tapi kaum Khawarij memperluas pengertiannya dengan memasukkan orang-orang yang telah masuk Islam. Yakni orang Islam yang bila ia menghukum, maka yang digunakan bukanlah hukum Allah. Ajaran Khawarij bermula dari masalah pandangan mereka tentang kufur. Kufur (orang-orang kafir), berarti tidak percaya. Lawannya adalah iman (orang yang dikatakan mukmin) berarti percaya. Di masa Rasulullah kedua kata itu termanifestasi secara tajam sekali, yakni orang yang telah percaya kepada

Allah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah tersebut. Dengan kata lain, mukmin adalah orang  yang telah memeluk agama Islam sedangkan kafir adalah orang yang belum memeluk agama Islam.  Bila pada masa Rasulullah term kafir hanya dipakai untuk mereka yang  belum memeluk Islam, kaum Khawarij memperluas makna kafir dengan

memasukkan orang yang telah beragama Islam ke dalamnya. Yakni orang Islam yang bila ia menghukum, maka yang digunakannya bukanlah hukum Allah.  Secara umum, konsep mereka tentang iman bukan pembenaran dalam hati semata-mata. Pembenaran hati (al-tasdiq bi al-qabl) menurut mereka, mestilah  disempurnakan dengan menjalankan perintah agama. Seseorang yang telah

memercayai bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu utusan

Allah, tapi ia tidak melakukan kewajiban agama, berarti imannya tidak benar, maka ia akan menjadi kafir.  Pengikut Khawarij terdiri dari suku Arab Badui yang masih sederhana cara

berpikirnya. Jadi sikap keagamaan mereka sangat ekstrem dan sulit menerima perbedaan pendapat. Mereka menganggap orang yang berada di luar  kelompoknya adalah kafir dan halal dibunuh. Sikap picik dan ekstrem ini pula yang membuat mereka terpecah menjadi beberapa sekte.

Berbeda dengan kelompok Sunni dan Syi‟ah, mereka tidak mengakui hak-hak istimewa orang atau kelompok tertentu untuk menduduki jabatan khalifah. Khawarij tidak memandang kepala negara sebagai orang yang sempurna. Ia adalah manusia biasa juga yang tidak luput dari kesalahan dan dosa.

Karenanya, mereka menggunakan mekanisme syura untuk mengontrol pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Kalau ternyata kepala negara menyimpang dari semestinya, dia dapat diberhentikan atau dibunuh.Tokoh-tokoh Dalam Aliran Khawarij: Urwah bin Hudair, Mustarid bin

Sa’ad, Hausarah al-Asadi, Quraib bin Maruah, Nafi’ bin al-Azraq, dan Abdullah bin Basyir.

sumber :

https://cafedelmarjazz.com/smurfs-epic-run-apk/