COMPARISONS

COMPARISONS

COMPARISONS

COMPARISONS
• Multiple Number Comparative

Number multiple include : half, twice, three times, etc.

Ex : – This encyclopedia costs twice as much as the other one.
– Jerome has half as many records now as I had last years.

• Double Comparatives
These sentences begin with comparative construction, and the second clause must begin with comparative.

Ex : – The higher we flow, the worse Edna felt.
– The bigger they are, the harder they fall.

Ex : – The more he rowed the boat, the farther away he got.

• No Sooner
If the expression no sooner appears at beginning of a sentence, the word than must introduce the second clause.

Ex : – No sooner will he arrive, than he will want to leave.
– No sooner had we started out for California, than it started to rain.

• Positive, Comparative, and Superlative
Positive Comparative Superlative
– hot – hotter – hottest
– interesting – more interesting – most interesting
– sick – sicker – sickest
– colorful – more colorful – most colorful

The positive.
shows no comparisons. It describe only the simple quality of a person, thing, or group.
Ex : – The house is big.
– The flowers are fragrant.

The Comparative.
Involves two entities and shows a greater or leaser degree of difference between them. It also possible to compare without using than.

Ex : – Harvey is the smarter of the two boys.
– Of the two shirts, this one is the prettier.

The Superlative.
Compare three or more entities, one of which in superior or inferior to the others.

Ex : – John is the tallest boy in the family.
– Deana is the shortest of the three sister.

Note : after the expression one of the + superlative, be sure that the noun is plural and the verb is singular.

Adverb usually are compared by adding more or less, and by adding most or least to form the superlative.

Positive Comparative Superlative
– carefully – more carefully – most carefully
– less carefully – least carefully
– cautiously – more cautiously – most cautiously
– less cautiously – least cautiously

Ex : – sal drove more cautiously than Bob (comparative)
– That child behaves the most carelessly of all (superlative)

Nouns Functioning as Adjectives
The first noun of the combination function as an adjective, describing the second one, which functions as a noun. The nouns which function as adjective are always in the ingular event though they may modify a plural noun.

We took a tour that lasted five weeks.
(weeks functions as a noun in this sentence.)
We took a five-week tour.
adjective noun

His subscription to the magazine is for two years,
(years functions as a noun in this sentence.)
He has a two-year subscription to the magazine.
adjective noun

Enough with Adjective, Adverbs, and Nouns.
Enough changes positions depending on whether it is modifying a noun, an adjective, or an adverb. When modifying an adjective or an adverb, enough follows.

Ex : – Are those French fries crisp enough for you?
adjective
– She speaks Spanish well enough to be an interpreter.
adverb

When modifying a noun, enough precedes the noun.

Ex : – Do you have enough sugar for the cake?
– jake bought enough red paint to finish the barn.

Cause Connectors
• Because / Because of
Because must always be followed by a complete sentence (there must be a verb).

Baca Juga : 

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik Indonesia

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.

Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Batik Pekalongan
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.

Sumber; https://blogfiesta.com/fbclid=IwAR1m6hXi1URRz1LyzIeEYi035yReU9VOSYDtJXN6yefBy_ROsODHmC75jvU

LAPORAN PRAKTIKUM SQL

LAPORAN PRAKTIKUM SQL

LAPORAN PRAKTIKUM SQL

SQL>set serveroutput on
SQL>create or replace procedure prima(a in integer) as
2 cek boolean :=true;
3 j integer(3);
4 begin
5 if a <= 1 then 6 cek := false; 7 end if; 8 for j in 2..(a / 2) loop 9 if mod(a,2) = 0 then 10 cek := false; 11 exit; 12 end if; 13 end loop; 14 if cek then 15 dbms_output.put_line(a || ‘ merupakan bilangan prima ‘); 16 else 17 dbms_output.put_line(a || ‘ bukan bilangan prima ‘); 18 end if; 19 end; 20 / Procedure created. SQL>execute prima(5);
5 merupakan bilangan prima

PL/SQL procedure successfully completed.

SQL>create or replace function jumlah return integer as
2 jml integer;
3 i integer;
4 begin
5 jml := 0;
6 for i in 1..15 loop
7 jml := jml + 1;
8 end loop;
9 return jml;
10 end;
11 /

Function created.

SQL>declare
2 y integer;
3 begin
4 y := jumlah;
5 dbms_output.put_line(‘ Hasil = ‘|| to_char(y));
6 end;
7 /

Hasil = 120

PL/SQL procedure successfully completed.

LOGIKA :
Program pertama membuat program prosedur dengan nama prosedur prima, pada prosedur diketahui variabel cek bertipe data boolean dengan nilai true dan j integer. Apabila prosedur it dijalankan dan di input nilai 5 maka akan mencetak 5 merupakan bilangan prima. Hasil tersebut dari , kondisi yang diketahui dan perulangan yang dijalankan, apabila nilai tersebut salah ketika sisa hasil bagi =0 maka akan mencetak yang tadi.
Program kedua membuat program function, program ini sama dengan prosedur, tetapi pada function dapat mengembalikan nilai. Pada function diketahui perulangan dari 0 sampai 15 dan dengan perintah bilangan tersebut ditambah setiap looping. Maka apabila kita panggil functionnya akan menghasilkan hasil = 120, dari hasil looping yang ditambah dengan bilangan itu sendiri.

Sumber : https://blog-fiesta.com/

Smile Train Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Bagi Anak Penderita Bibir Sumbing

Smile Train Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Bagi Anak Penderita Bibir Sumbing

Smile Train Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Bagi Anak Penderita Bibir Sumbing

Purwakarta – Smile Train Indonesia, sebagai badan amal internasional khusus anak-anak, pada hari ini kembali menggugah kesadaran dan peran masyarakat dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap penderita bibir sumbing dan celah langit-langit.

Momentum Hari Pahlawan Nasional, menjadi saat yang tepat memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menjadi “pahlawan” melalui ajang lari “Run for Smile; Be a Hero”, yang diselenggarakan atas kerjasama Smile Train Indonesia dan ABHATI Group serta Hotel Harper Purwakarta . Lebih dari sekedar ajang lari pada umumnya, kegiatan kali ini merupakan charity run yang diharapkan mampu memberikan nilai lebih bagi setiap pesertanya.

“Menjadi pahlawan di masa kini, bukan lagi tentang bertarung di medan perang. Run for Smile; Be a Hero memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bisa berperan sebagai pahlawan. Profit dari hasil registrasi peserta Run For Smile; Be A Hero seluruhnya digunakan untuk membiayai operasi dan perawatan menyeluruh bagi anak-anak penedrita bibir sumbing dan/atau celah langit-langit. Bantuan tersebut sangatlah berarti bagi anak-anak yang menderita bibir sumbing atau celah langit langit dan tentunya orang tua serta keluarganya juga sangat menantikan bantuan operasi untuk mewujudkan “senyum baru”  dan anak anak mereka nantinya akan dapat makan, minum bernafas serta berbicara dengan baik serta demi kehidupan yang lebih baik.” tutur Deasy Larasati, Program Director & Country Manager Smile Train Indonesia.

Sebanyak kurang lebih 500 peserta telah mendaftar dan mengikuti ajang

“Run for Smile; Be a Hero”. Setiap peserta akan menempuh jarak lari sejauh 5 kilometer, dengan garis start dan finish berlokasi di Hotel Harper Purwakarta. Selain masyarakat umum, acara juga diikuti oleh keluarga pasien yang akan dibantu oleh Smile Train Indonesia melalui donasi dari ABHATI Group, Hotel Harper Purwakarta dan melalui dokter serta tenaga medis professional yang menjadi mitra Smile Train Indonesia; serta Celebrity Ambassador Smile Train Indonesia, Bunga Jelitha Ibrani.

“Kami menyambut baik peran para donatur yang dengan tulus mengulurkan

tangan, seperti yang dilakukan ABHATI Group, Hotel Harper Purwakarta atas bantuannya, sebanyak 10 anak akan dibantu operasinya  melalui operasi yang dilakukan Smile Train Indonesia.

Di Indonesia, lebih dari 9.000 anak mengalami kelainan celah bibir dan/atau langit-langit setiap tahunnya. Anak dengan kelainan celah akan mengalami berbagai masalah kesehatan seperti sulit makan, sulit bernapas, sulit bicara, risiko kurang gizi, hingga masalah sosial salah satunya sulit berteman.” lanjut Deasy.

Dengan model pendekatan yang berkelanjutan, Smile Train Indonesia tak

hanya sekedar memberikan operasi gratis, namun secara aktif memberikan perawatan menyeluruh kepada anak-anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit. Sejak tahun 2002 Smile Train telah membantu lebih dari 85.000 anak di berbagai daerah di Indonesia, bermitra dengan ratusan Rumah Sakit dan tenaga medis professional, sekaligus memberikan pelatihan kepada para perawat dan tenaga medis terkait lainnya dalam mendukung perawatan komprehensif bagi anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit.

 

Baca Juga :

Berkontribusi Pada Bidang Pendidikan, ESRI Indonesia Raih UI Award

Berkontribusi Pada Bidang Pendidikan, ESRI Indonesia Raih UI Award

Berkontribusi Pada Bidang Pendidikan, ESRI Indonesia Raih UI Award

Jakarta – Sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi kepada para pihak yang

telah berkontribusi dan berperan dalam pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat, Universitas Indonesia memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga dari berbagai bidang dalam acara “Universitas Indonesia Awarding Night: Dari UI untuk Indonesia” pada 1 November 2019 lalu, bertempat di Menara BNI, Jakarta Pusat.

“Acara ini merupakan wujud ungkapan terima kasih dan penghargaan

 

setinggi-tingginya kepada para pihak yang selama ini telah membantu UI

dalam berkarya, yang meliputi Mitra UI, Alumni UI, Media, dan Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (UKK PPM) UI yang telah berkontribusi dan berpartisipasi meningkatkan prestasi dan mendukung program-program Tri Dharma Perguruan Tinggi UI,” kata Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. dalam sambutannya saat membuka UI Awarding Night, Menara BNI, Jakarta (1/11/2019) lalu.

Informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (8/11/2019) menyebutkan,

sebanyak 115 penghargaan diberikan untuk kategori Bidang Pendidikan, dan PT Esri Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang menerima penghargaan ini atas kontribusi dan peran serta di berbagai program yang meningkatkan reputasi akademik Universitas Indonesia di mata pendidikan tinggi global. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh CEO Esri Indonesia Dr. Achmad Istamar.

Tercatat sejak tahun 2017 Esri Indonesia telah aktif berkolaborasi dengan

Universitas Indonesia. Di antaranya ialah dengan menyediakan hibah ArcGIS bagi seluruh sivitas akademika UI serta fasilitas berupa lisensi untuk ArcGIS platform guna mendukung kegiatan belajar mengajar dan riset.

ArcGIS sendiri merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Esri yang bermanfaat bagi pengolahan data dalam bidang geospasial. Tak hanya itu, ArcGIS digunakan untuk riset dalam bidang manajemen tata kota, perencanaan wilayah dan perizinan, manajemen kebencanaan, perencanaan pengembangan infrastruktur, serta manajemen sumber daya dan potensi daerah.

Sumber :

https://scalar.dartmouth.edu/scalar/guest/10-characteristics-and-examples-of-mushroom-like-protists-as-well-as-an-explanation?t=1574608285200

Berkomitmen untuk Meningkatkan Standar PR, LSPR Jajaki Kerjasama dengan Global Alliance Jakarta Hub

Berkomitmen untuk Meningkatkan Standar PR, LSPR Jajaki Kerjasama dengan Global Alliance Jakarta Hub

Berkomitmen untuk Meningkatkan Standar PR, LSPR Jajaki Kerjasama dengan Global Alliance Jakarta Hub

Hangzhou China-Presiden Global Alliance for Public Relations and

Communication Management (GA) Justin Green menandatangani nota kesepahaman dengan Founder dan Director London School of Public Relations (LSPR) Prita Kemal Gani,  yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Chair Asia Pacific Regional Council untuk Global Alliance.

Melalui nota kesepahaman ini LSPR membuka pintu kepada GA untuk menetapkan kantor regional Asia Pacific pertama yang dinamai sebagai Global Alliance Jakarta HUB dimulai sejak 1 Desember 2019 hingga 30 November 2021.

Acara penandatanganan dilakukan setelah acara The 10th West Lake PR

Forum dan Golden Flag Awarding Ceremony di Jinma Palace, Hangzhou, China. Acara tersebut juga disaksikan oleh H.E. Djauhari Oratmangun, Duta Besar Indonesia untuk China dan Yin Xiaodong selaku presiden dari 17PR.Com – Public Relations Global Communications Club.

“Kontribusi LSPR untuk GA menyambut fase perkembangan baru di sejarah

Global Alliance dan  komitmen untuk meningkatkan standar dari Public Relations & etika profesi dengan persahabatan dan konektivitas yang berkelanjutan. Dengan ini semua, pastinya akan meningkatkan aktifitas, jangkauan keanggotaan, edukasi dan keterlibatan jaringan antar kawasan,” ujar Prita.

 

Sumber :

https://canvasmed.fiu.edu/eportfolios/24530/Home/Paleolithic_Age

Kerjasama dengan Asia University, Unair Buka Pertukaran Mahasiswa

Kerjasama dengan Asia University, Unair Buka Pertukaran Mahasiswa

Kerjasama dengan Asia University, Unair Buka Pertukaran Mahasiswa

Menuju perguruan tinggi 500 besar dunia (World Class University), Universitas Airlangga (Unair) terus bekerjasama dengan berbagai instansi. Bukan hanya dengan instansi pendidikan dalam negeri namun juga luar negeri. Salah satunya dengan Asia University, Taiwan.

Wakil Rektor I Unair Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., K-GH., FINASIM melakukan

penandatanganan kerjasama intership program dengan Dekan International Collage Asia University Prof Yinghuei Chen. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kedua belah pihak berlangsung di Aula Kahuripan 301 Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, Unair dan Asia University telah melakukan kerjasama double

degree yang kemudian berkembang dengan penandatanganan kerjasama internship program. Atas kerjasama itu, Unair membuka peluang kepada mahasiswa untuk mengikuti pertukaran mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menambah wawasan dan mengembangkan risetnya.

Penandatangan MoA intership program merupakan salah satu program Unair

dalam mengembangkan dan mengeksplorasi pendidikan antara Wakil Rektor I Unair dengan dekan International Collage Asia University. “Unair akan selalu meningkatkan kerjasama dengan Asia University dalam mendukung Unair menuju World Class University,” ungkap Prof Djoko.

Prof Djoko juga menambahkan bahwa Unair sangat peduli terhadap semua aspek yang ada di lingkungan kampus. Tak hanya menekankan pada pembelajaran pendidikan formal, akan tetapi kerjasama riset dan publikasi akademisi menjadi poin penting dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi.

 

Baca Juga :

Gerakan Seribu Dara Manja Lanjutan Gesekan Manja

Gerakan Seribu Dara Manja Lanjutan Gesekan Manja

Gerakan Seribu Dara Manja Lanjutan Gesekan Manja

Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan,

menggagas program melalui tagline ‘Gerakan Seribu Dara Manja’ melanjutkan program Gerakan Seribu Kantong Menyelamatkan Jiwa alias ‘Gesekan Manja’ yang direalisasikan pada 2018 lalu.

“Selama 2018, UTD PMI Pamekasan berhasil mengumpulkan sebanyak

12.088 kantong darah berbagai jenis. Alhamdulillah target ‘Gesekan Manja’ 2018 tercapai lebih dari 100 persen,” kata Kepala UTD PMI Pamekasan, Achmad Syafirullah, Jum’at (11/1/2019).

Dari itu, pihaknya kembali menggagas program serupa dengan tagline berbeda pada 2019. Sekaligus sebagai upaya merealisasikan target yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. “Tahun (2019) ini kita punya Gerakan Seribu Dara Manja, Dara sama dengan dua ratus,” ungkapnya.

“Jadi melalui tagline Seribu Dara Manja 2019, target kita sebanyak 14.400

kantong darah untuk mengamankan stok dan kebutuhan darah di wilayah Pamekasan, Sampang dan Sumenep, menuju Pamekasan Hebat,” tegasnya.

Pihaknya berharap partisipasi dari semua pihak untuk bersama-sama merealisasikan target dari program dan gerakan yang diusungnya, khususnya bagi para relawan ataupun para pendonor. “Tentunya hal ini tidak bisa jika kita kerjakan sendirian, dibutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk merealisasikannya,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/

 

Sebuah SDN di Jember Hanya Punya 2 Guru dan 35 Siswa

Sebuah SDN di Jember Hanya Punya 2 Guru dan 35 Siswa

Sebuah SDN di Jember Hanya Punya 2 Guru dan 35 Siswa

Sekolah Dasar Negeri Tegalwaru 04 di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, hanya memiliki seorang guru olahraga dan kepala sekolah.

Ketua Komisi D DPRD Jember Hafidi Cholish mendapat surat terkait

keberadaan sekolah itu. “Apa tidak sebaiknya ibarat orang hamil, SD ini digugurkan saja. Siswanya kalau tidak salah 34 orang. Anggap saja dibagi enam kelas, satu kelas hanya lima orang siswa,” katanya.

Komisi D meminta agar Dinas Pendidikan Jember harus melakukan langkah

strategis. “Kasihan ini. Harus dimerger. Kalau sampai ada ustaz sarungan membantu mengajar di sekolah ini, saya tidak bisa membayangkan wajah pendidikan di Kabupaten Jember,” kata Hafidi.
Baca Juga:

Residivis Curanmor Spesialis Sawah Ditembak
Pelatih Persid Jember: Jangan Salahkan Yayasan
Spesialis Maling Motor di Sawah Kena Dor

Pelaksana Tugas Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo berjanji akan

mengambil langkah. “Membangun Jember sejatinya membangun sumber daya manusia. Ibu Bupati sedang berkonsentrasi pada 2019 ini untuk menata sumber daya manusia, tak hanya di Dinas Pendidikan, tapi pada semua organisasi perangkat daerah,” katanya.

Tahun ini, semua yang terkait dengan urusan sumber daya manusia akan disatukan di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia. “Kami saat ini sedang menginventarisasi persoalan, baik terkait jumlah dan peta, sehingga bisa kami sampaikan ke Badan Kepegawaian untuk penataan 2019 ini,” kata Edi.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/

SALURAN DAN JARINGAN DISTRIBUSI

SALURAN DAN JARINGAN DISTRIBUSI

SALURAN DAN JARINGAN DISTRIBUSI

Saluran distribusi atau saluran perdagangan suatu barang adalah saluran yang digunakan untuk penyebaran barang dari produsen sampai kepada para konsumen atau kepada para pemakai industri.

1. Saluran Distribusi barang Konsumen

Didalam menyalurkan barang konsumsi sampai kepada konsumen terdapat lima macam saluran yaitu :
a. Produsen – Konsumen
Penjualan barang dilakukan tanpa perantara. Disini konsumen langsung membeli dari produsen. Pembelian itu dilakukan dengan cara :
1. Pembeli mendatangi produsen
2. Pembeli memesan melalui pos
3. Produsen mendatangi rumah-rumah konsumen
b. Produsen – Pengecer – Konsumen
Penjualan dengan melakukan saluran ini dapat pula dinyatakan sebagai distribusi langsung seperti saluran distribusi “ Produsen – Pengecer “. Pengecer membeli langsung dari produsen dan menjualnya secara eceran kepada konsumen.

c. Produsen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
Saluran distribusi seperti ini disebut sebagai saluran distribusi tradisionil. Produsen hanya menjual kepada Pedagang Besar (Grosir), kemudian pedagang besar itu menjual kapada pengecer dan selanjutnya pengecer melayani penjualan untuk para konsumen.

d. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Dalam distribusi seperti ini, produsen memilih agen ( Agen penjual) sebagai penyalur. Agen berperan dalam menentukan harga dan penyaluran selanjutnya kepada pengecer. Dan akhirnya pengecer melayani penjualan untuk para konsumen.

e. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran distribusi ini, agen yang dipilih produsen tetap berperan untuk menentukan penjualan kepada pedagang besar. Pedagang besar menjual kepada pengecer dan pengecer menjual keapda Konsumen.

2. Saluran Distribusi Barang Industri

Karena ke”khas”an atau karakteristik barang industri, maka penyaluran barang industri ini menggunakan saluran yang berbeda dengan barang konsumsi. Ada empat macam saluran distribusi yang dapat digunakan untuk mencapai “ pemakai industri” yaitu :

a. Produsen – Pemakai Industri
Saluran distribusi barang industri dari produsen kepada pemakai industri disebut saluran distribusi langsung
Contoh : IPTN menjual Pesawat terbang langsung kepada perusahaan penerbangan
Merpati.

b. Produsen – Distributor Industri – Pemakai Industri
Dalam penyaluran barang industrinya, produsen menjual kepada distributor industri dan distributor industrilah yang melayani penjualan uantuk pemakai industri.
Contoh : produsen bahan bangunan menyalurkan pada distributor industri dan distributor “A” menjual kepada pemborong/kontraktor bangunan sebagai pemakai industri.

c. Produsen – Agen – Pemakai Industri
Produsen memilih agen untuk memasarkan produknya. Para agen itu kemudian melayani penjualan untuk pemakai industri
.
d. Produsen – Agen – Distributor Industri – Pemakai Industi
Produsen memasarkan produknya dengan menunjuk agen. Agen melayani penjualan kepada distributor industri. Distributor industri ini kemudian melayani penjualan untuk para pemakai industri.

Pemilihan saluran distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi dan alasan pemilihan yqng paling menguntungan baik bagi kelancaran finansial maupun kebijaksanaan pemasaran.

Baca Juga :