Dunia Pendidikan Tercoreng Dengan Kasus Korupsi

Dunia Pendidikan Tercoreng Dengan Kasus Korupsi

Dunia Pendidikan Tercoreng Dengan Kasus Korupsi

Dunia Pendidikan Tercoreng Dengan Kasus Korupsi
Dunia Pendidikan Tercoreng Dengan Kasus Korupsi

SOREANG – Penetapan tersangka kepada mantan pejabat dinas pendidikan Kabuapaten

Bandung berinisial DS mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Dadang Rusdiana.

Dirinya merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Sebab, dengan peristiwa itu dunia pendidikan merasa tercoreng dan memiliki tantangan semakin berat.

’’ Masyarakat akan semakin tidak percaya kepada penyelenggara negara khsusnya dikalangan

dunia pendidikan,’’ucap Dadang ketika ditemui kemarin (14/2)

Darus sapaan akrab Dadang Rusdiana meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses hukum dengan tegas, karena itu prilaku yang sangat tidak terpuji.

’’Saya harapkan kepada pemerintah Kabupaten Bandung khususnya pemegang kebijakan, dalam penempatan pejabat suatu SKPD. kedepannya harus berdasarkan hasil kompetensi dan harus punya intregitas dan tentu trek rekornya yang baik,’’ tegasnya

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kejadian tersebut harus dijadikan pengalaman berharga

bagi pemerintah Kabupaten Bandung.

Ketika ditanya DS yang dinyatakan sudah menyandang status tersangka tapi belum ditahan. Darus menilai, mungkin pemerintah kabupaten bandung memiliki kebijakan lain.

’’Itu kan kebijakan bupati, mungkin saja bupati memiliki pertimbangan lain. Tapi kalau secara etikanya yang baik, kalau pejabat sudah dinyatakan sebagai tersangka harusnya di Non aktifkan,’’ucap dia.

 

Baca Juga :

Jelang UNBK Tenaga Pendidik Adakan Bimtek

Jelang UNBK Tenaga Pendidik Adakan Bimtek

Jelang UNBK Tenaga Pendidik Adakan Bimtek

Jelang UNBK Tenaga Pendidik Adakan Bimtek
Jelang UNBK Tenaga Pendidik Adakan Bimtek

SOREANG – Untuk mempersiapkan tenaga pendidik dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis komputer

(UNBK) Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek ) kepada 135 Tenaga Pendidik non formal dan Guru Tenaga Kependidikan Paud Dan Pedidikan Masyarakat (Dikmas).

Kegiatan dibuka secara langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Juhana yang didampingi Sekretaris dinas Marlan Nirsyamsu, hal itu merupakan bagian dari percepatan untuk menghadapi pelaksanaan UN berbasis Komputer ( UNBK) yang akan digelar pada April mendatang. Demikian disampaikan Kepala Seksi Dikmas Disdik Kabupaten Bandung Sri Laksmi, saat di temui di ruang kerjanya, kemarin (27/2).

Menurutnya, Disdik Kabupaten Bandung menggelar kegiatan ini terkait pelaksanaan UN tahun 2018.

Penyelenggaraan ujian nasional (UN) kesetaraan (persamaan) berbasis komputer untuk peserta didik nonformal Kejar Paket B dan Paket C di 31 Kecamatan se Kab. Bandung .

“Insya Alloh pada pelaksanaan UN tahun 2018, kami siap melaksanakan UNBK, meskipun pada pelaksanaannya ikut gabung denga SMA/ SMK yang memiliki fasilitas tersebut,” katanya

Sementara ini pelaksanaan UN kesetaraan dengan perangkat/berbasis komputer di Kabupaten Bandung baru akan dilaksanakan di tahun 2018 ini yakni pada April mendatang dimulai tanggal 27 hingga 30 April 2018 mendatang

Oleh karena, segala persiapan ditempuh Salah satunya diselenggarakan Bimtek bagi 135 Orang tutor

atau guru yang berasal dari 68 lembaga PKBM yang ada di Kabupaten Bandung, agar memahami sistem dan pada pelaksanaannya nanti berjalan lancar.

Adapun jumlah peserta Paket B dan Paket C tahun ini yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Paket B setara SMP ada sekitar 1500 dan Paket C setara SMA ada sebanyak 3000 peserta.

Ketua Forum Tutor Kabupaten Bandung Cecep Hidayat mengaku senang dapat mengikuti Bimtek . Ini, katanya, akan lebih meningkatkan mutu tutor/ tenaga kependidikan yang profes

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Pembiasaan Menjadi Bisa Karena Biasa

Pembiasaan Menjadi Bisa Karena Biasa

Pembiasaan Menjadi Bisa Karena Biasa

Pembiasaan Menjadi Bisa Karena Biasa
Pembiasaan Menjadi Bisa Karena Biasa

MENDIDIK merupakan proses membentuk anak didik menjadi lebih baik, sedangkan mengajar merupakan proses membentuk anak didik menjadi lebih pintar. Tugas yang begitu berat bagi seorang pendidik zaman now, selain berkewajiban untuk merubah anak manusia menjadi lebih pintar, juga harus sukses membantu orang tua siswa dalam menjadikan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi yang baik. Sungguh sebuah pekerjaan yang tidak mudah bagi seseorang yang mengabdikan dirinya ke dunia pendidikan. Karena ini merupakan amanah pendidikan yang diberikan orang tua murid menjadi tanggungjawab berat yang akan dibawa kelak di hari pembalasan.

Setiap lembaga pendidikan, tentunya memiliki program yang mengarah kepada pembentukan anak didik

yang berakhlak baik dan berprestasi dalam hal akademis maupun non akademis. Proses membentuk peserta didik agar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang tua siswa dan sekolah, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sangat dibutuhkan kerjasama, kerja keras dan konsistensi antara pendidik maupun anak didiknya. Karena tanpa ada kerja sama yang baik, kerja keras, dan konsistensi dari keduanya, hasilnya akan jauh dari ekspetasi. Prinsip bisa karena biasa, menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan diri dan mewujudkan impian. Pepatah mengatakan”berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”Artinya kesuksesan seseorang tidak akan didapatkan secara instan, pastinya ada proses atau perjuangan cukup berat yang harus dilakukan untuk menggapai kesuksesan tersebut.

Program pembiasaan, merupakan salah satu strategi sekolah untuk mengembangkan kemampuan anak

didik zaman now di sekolah. Pembiasaan adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk menjadi bisa. Seorang hafizh quran mampu menghapal dan melafalkan dengan baik surat-surat al quran, karena usaha pembiasaannya seperti menghapal, membaca dan mendengar surat-surat alquran setiap hari. Begitupun seorang atlit olah raga, untuk menjadi atlit profesional mereka sudah tentu melakukan pembiasaan berupa latihan-latihan setiap hari untuk menjaga stamina dan mengembangkan kemampuannya agar lebih baik lagi. Sehingga dari pembiasaan yang mereka lakukan, dapat menghasilkan kemampuan yang jauh lebih baik dari yang tidak konsisten melakukan pembiasaan tersebut.

Berbagi pengalaman, dengan seorang yang telah sukses menjadi seorang penulis produktif dengan

berbagai karya tulis berbentuk buku, artikel dan lain sebagainya, sehingga mampu membangkitkan semangat untuk mengikuti jejaknya. Bahwa apa yang telah dilakukannya sebelum ia berhasil menjadi penulis profesional yang produktif adalah dengan senantiasa melakukan pembiasaan. Pembiasaan yang dilakukan ialah dengan konsisten menulis tentang pengalaman sehari-harinya, baik sedang dirumah, ditempat kerja, refreshing dengan keluarga dan aktivitas lainnya. Kemudian, di share-nya tulisan tersebut di blog miliknya, media sosial ataupun media surat kabar. Sehingga dari kebiasaan menulis itu, menjadi sebuah kebutuhan yang berat jika ditinggalkan (ketagihan). Ini merupakan langkah awal bagi kita yang ingin menjadi seorang penulis, dengan biasa maka akan menjadi bisa. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, jika bersungguh-sungguh ditekuni apa yang diharapkan akan terwujud.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Berdasarkan harga konstan 1993 pertumbuhan ekonomi tahun 1993-1996 rata-rata sebesar 0,54% sedangkan tahun 1998 setelah terjadi krisis, pertumbuhan ekonomi minus 4,02%. Pada tahun 1999 kembali mengalami pertumbuhan sebesar 1,55% dan pada empat tahun terakhir mengalami pertumbuhan sebagai berikut : tahun 2000 sebesar 0,36%, tahun 2001 sebesar 2,99%, tahun 2002 sebesar 2,71% dan tahun 2003 sebesar 3,08%. Kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999 mengalami pergeseran, tahun 1994 sektor pertanian memberikan kontribusi 44,27%

, sektor perdagangan memberikan kontribusi 17,90%, sektor indutri pengolahan memberi kontribusi sebesar 11,61% dan sektor jasa-jasa memberi kontribusi sebesar 9,34%. Pada tahun 1999 sektor pertanian menjadi 48,24%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tinggal 16, 87%, sektor industri pengolahan menjadi 12,03% dan sektor jasa-jasa tinggal 7,80%. Sedangkan sektor lainnya ada yang naik dan ada yang turun. Selama lima tahun terakhir sektor terbesar yang memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati adalah sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel, restoran dan industri pengolahan. Peranan sektor-sektor tersebut pada tahun 2003 sebesar 45,82%, 17,14% dan 12,39%. Sementara untuk peranan sektor lainnya besarnya masih di bawah sepuluh persen. Aktivitas ekonomi tersebut merupakan pertanda bahwa dimasa yang akan datang selain sektor pertanian, sektor perdagangan, industri pengolahan dan jasa akan menjadi aktivitas utama perekonomian Kabupaten Pati. Perkembangan pendapatan per kapita dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 atas harga berlaku dan konstan terlihat meunjukkan peningkatan. Pada tahun 2003 pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Pati atas dasar harga berlaku mencapai Rp.2.853.293 atau mengalami pertumbuhan 3,08% lebih tinggi dari tahun sebelumnnya (Tahun 2002 sebesar Rp.2.653.652 atau dengan pertumbuhan ekonomi 2,71%).

Sedangkan atas dasar harga konstan 1993 pada tahun 2002 pendapatan per kapita Kabupaten Pati tercatat sebesar Rp.837.537, kemudian berkembang pada tahun 2003 menjadi Rp.861.255. Tantangan yang dihadapi dalam bidang ekonomi adalah adanya globalisasi perdagangan yang berdampak pada makin ketatnya persaingan usaha terutama dari sisi teknologi, permodalan dan kualitas sumber daya manusia. Tantangan lainnya masih rentannya struktur ekonomi, kesempatan berusaha, ketimpangan pendapatan dan belum berkembangnya ekonomi kerakyatan, masih rendahnya investasi serta masih belum memadainya infrastruktur ekonomi dan perdagangan.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Gambaran Umum Kabupaten Pati

Gambaran Umum Kabupaten Pati

Gambaran Umum Kabupaten Pati
Gambaran Umum Kabupaten Pati

 

Kesehatan

Perkembangan kondisi kesehatan masyarakat menunjukan perubahan yang positif. Keberhasilan bidang ini dapat dilihat dari perkembangan beberapa indikator umum diantaranya adalah : perkembangan angka harapan hidup mesyarakat Kab. Pati pada tahun 1996 sebesar 58,61 tahun meningkat menjadi 71,6 tahun untuk tahun 1999 dan pada tahun 2003 naik menjadi 72,7 tahun, angka harapan hidup Kab. Pati setiap tahunnya masih diatas rata-rata Jawa Tengah sebesar 69,1 tahun tahun 2003. (IPM Kab. Pati tahun 2003).

Cakupan pelayanan kesehatan telah menjangkau keseluruh wilayah se Kabupaten Pati, hal itu dapat dilihat dari perkembangan sarana kesehatan. Pada tahun 1995 Rumah Sakit 6 buah, Puskesmas 28 buah, Puskesmas Pembantu 45 buah, Puskesling 27 buah, Polindes 84 buah, Rumah Bersalin 6 buah, Balai Pengobatan 13 buah. Pada tahun 2004 mengalami peningkatan sebagai berikut : Rumah Sakit 8 buah, Puskesmas sebanyak 29 buah, Puskesmas Pembantu sebanyak 50 buah, Pukesling sebanyak 29 buah, Polindes sebanyak 198 buah, Rumah Sakit Bersalin sebanyak 13 buah, Balai Pengobatan 37 buah. Peningkatan derajat kesehatan telah menyebabkan perubahan pola hidup sebagian masyarakat. Oleh karena itu tantangan kedepan yang harus diwaspadai adalah berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh perubahan pola hidup dan lingkungan , disamping tuntutan akan kualitas pelayanan kesehatan yang makin prima, profesionalisme aparatur kesehatan, sarana prasarana kesehatan dan mewujudkan budaya dan perilaku sehat bagi masyarakat. (Pati Dalam Angka tahun 1997 dan tahun 2004)

Cara Kerja Gps Tracker

Cara Kerja Gps Tracker

Cara Kerja Gps Tracker

Cara Kerja Gps Tracker
Cara Kerja Gps Tracker

Cara kerja umumnya dari sistem Gps tracker adalah mencari letak posisinya dengan memanfaatkan sinyal GPS dari satelit GPS. Setelah itu posisi tersebut diterjemahkan dalam bentuk informasi data lalu dikirimkan via sms atau webtracking dengan bantuan sinyal GPRS. Informasi data tersebut berupa link Google maps yang kemudian bisa dibuka dengan browser.

–          Bagaimana Gps Tracker Bisa Melacak Kondisi Kendaraan Secara Real Time?

Dengan kecanggihan alat dari GPS tracker, para pengguna dapat menemukan titik koordinat pada kendaraan yang sudah kita pasangi GPS dengan sangat mudah. Kita bisa melakukan pendeteksian dengan bantuan webtracking platform atau berupa sms. Awalnya kita mengirimkan kode tertentu pada nomor sim card yang sudah kita masukkan ke dalam GPS Tracker. Setelah itu, alat GPS tracker akan mengirimkan pesan secara otomatis kepada Anda yang berisi titik koordinat posisi kendaraan atau berupa link google maps yang bisa Anda buka melalui ponsel pintar Anda.

Baca Juga :

Asas-asas dalam peraturan perundangan

Asas-asas dalam peraturan perundangan

Asas-asas dalam peraturan perundangan

Asas-asas dalam peraturan perundangan
Asas-asas dalam peraturan perundangan

Menurut Van der Vilies, perumusan tentang asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik (algemeen beginselen van behoorlijke regelgeving), dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni asas formal (formele beginselen) dan asas materiil (materiele beginselen).
Asas formal meliputi,
1) Asas tujuan yang jelas.
2) Asas organ /lembaga yang tepat.
3) Asas perlunya pengaturan.
4) Asas dapat dilaksanakan.
5) Asas Konsensus.
Asas Materil meliputi,
1) Asas Terminologi dan sistematika yang jelas.
2) Asas dapat dikenali.
3) Asas perlakuan yang sama dalam hukum.
4) Asas kepastian hukum.
5) Asas pelaksanaan hukum sesuai dengan keadaan individu.
Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto, mencoba memperkenalkan beberapa asas-asas dalam perundang-undangan, yakni:
1) Undang-undang tidak boleh berlaku surut.
2) Undang-Undang yang dimuat oleh penguasa yang lebih tinggi, mempunyai kedudukan yang lebih tinggi pula.
3) Undang-undang yang bersifat khusus menyampingkan undang-undang yang bersifat umum ( lex spesialis derogat lex generali).
4) Undang-undang yang berlaku belakangan membatalkan undang-undang yang berlaku terdahulu (lex posteriore derogat lex priori).
5) Undang-undang tidak dapat diganggu gugat.
6) Undang-undang sebagai sarana unuk semaksimal mungkin dapat mencapai kesejahteraan spiritual dan materiil bagi masyarakat maupun individu, melalui pembaharuan atau pelestarian (asas welvaarstaat).

Untuk pemahaman yang lebih baik, harus diperhatikan, bahwa dalam asas ini sebagaian besar diarahkan pada kecenderungan masyarakatnya, situasi politik, dan pemerintahan yang ada.
Asas-asas tujuan yang jelas darus memuat tujuan umum daran kerangka aturan yang terlihat jelas. Disamping itu juga harus ada yang bersifat khusus. Hal itu berkaitan dengan bantuan khusus dari peraturan untuk mencapai tujuan umum.
Montesquie dalam bukunya L’ Esprit des lois menjelaskan bahwa, dalam pembentukan peraturan-peraturan perundang-undangan hal-hal yang dapat dijadikan asas-asas, antara lain:
1) Gaya harus padat (concise) dan mudah (simple) kalimat-kalimat bersifat kebesaran dan retorika hanya tambahan yang membingungkan.
2) Istilah yang dipilih hendaknya sebisa mungkin bersifat mutlak dan relatif, dengan maksud meminimalisasi kesepakatan untuk perbedaan pendapat dari individu.
3) Hukum hendaknya membatasi diri pada hal-hal yang rill dan aktual, menghindarkan sesuatu yang metaforik dan hipotetik.
4) Hukum hendaknya, tidak halus (not be subtle), karena hukum dibentuk untuk rakyat dengan pengertian yang sedang, bahkan hukum bukan latihan logoka, melainkan untuk pemahaman yang sederhana dari orang rata-rata.
5) Hukum hendaknya, tidak merancukan pokok masalah dengan pengecualian, pembatasan, atau pengubahan, kecuali hanya apabila benar-benar diperlukan.
6) Hukum hendaknya tidak bersifat argumentasi/dapat diperdebatkan; adalah bahaya merinci alasan-alasan hukum karena hal itu akan lebih menumbuhkan pertentangan-pertentangan.
7) Lebih daripada semua tiu, pembentukan hukum hendaknya dipertimbangkan masak-masak dan mempunyai manfaat praktis, dan hendaknya tidak mengoyahkan sendi-sendi pertimbangan dasar, keadilan,dan hakekat permasalahan; sebab hukum yang lemah, tidak perlu, dan tidak adil hanya akan membawa seluruh sistem perundang-undangan kepada image yang buruk dan menggoyahkan kewajiban negara.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Rangka Undang-Undang Dasar 1945

Rangka Undang-Undang Dasar 1945

Rangka Undang-Undang Dasar 1945

 

Rangka Undang-Undang Dasar 1945
Rangka Undang-Undang Dasar 1945

(1) Pembukaan: 4 alinea.
(2) Isi UUD-1945:
a)16 Bab.
b)37 pasal.
c)4 pasal Aturan Peralihan.
d)2 ayat Aturan Tambahan.
(3) Penjelasan UUD-1945.
UUD biasanya juga disebut Konstitusi, akan tetapi sebenarnya Konstitusi tak sama dengan UUD. UUD itu merupakan Hukum Negara yang tertulis sedangkan Konstitusi tidak saja meliputi peraturan tertulis, tetapi juga mencakup peraturan hukum yang tidak tertulis (Conventions). Jadi makna Konstitusi lebih luas dari pada UUD.

2)Undang-Undang (biasa) ialah peraturan negara yang diadakan untuk menyelenggarakan pemerintahan pada umumnya yang dibentuk berdasarkan dan untuk melaksanakan UUD. Menurut UUD pasal 89 UU dibentuk oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR.
Suatu undang-undang terdiri atas:
a.Konsiderans : yakni alasan-alasam yang menyebabkan dibentuknya suatu undang-undang. Dinyatakan dengan kata-kata Menimbang; mengingat;
b.Diktum : keputusan yang diambil oleh pembuat UU, setelah disebutkan alasan pembentukannya. Diiktum dinyatakan dengan kata-kata: Memutuskan: Menetaplan
c.Isi : isi UU itu terdiri dari: Bab-bab, Bagian, Pasal, Ayat-ayat.
Undang-undang Darurat ialah UU yang dibuat oleh Pemerintah sendiri atas kekuasaan dan tanggungjawab Pemerintah yang karena KEADAAN YANG MENDESAK perlu diatur dengan segera.

UUD Darurat dikeluarkan dengan bentuk dan keterangan-keterangan seperti UU biasa dengan perbedaan:
(1) Dalam menimbang harus diterangkan bahwa karena keadaan yang mendesak peraturan ini perlu segera diadakan.
(2) Kalimat “dengan persetujuan DPR” dihilangkan. UUD Darurat dapat kemudian disahkan oleh presiden dengan persetujuan DPR menjadi UUD biasa. UUD Darurat juga memiliki derajat yang sama denga undang-undang biasa.
(3) Peraturan Pemerintah (pusat) adalah suatu peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk melaksanakan suatu UU. Peraturan Pemerintah dibuat semata-mata oleh Pemerintah tanpa kerja sama dengan DPR. Peraturan Pemerintah dikeluarkan yang seperti UU Darurat dengan perbedaan menghilangkan kalimat “bahwa keadaan mendesak….” dihilangkan.
(4) Peraturan daerah ialah semua peraturan yang dibuat oleh Pemerintah setempat untuk melaksanakan peraturan-peraturan lain yang lebih tinggi derajatnya. Berdasarkan Undang-undang No.22 tahun 1948 dikenal.
(a) Peraturan Propinsi.
(b) Peraturan Kotapraja.
(c) Peraturan Kabupaten.
(d) Peraturan Desa.

Sekarang ini berdasarkan Undang-undang No. 5 tahun 1974 dikenal:
(1) Peraturan Daerah Tingkat I.
(2) Peraturan Daerah Tingkat II.

Masa setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (sekarang).
1) Bentuk dan Tata urutan peraturan perundangan
Untuk mengatur masyarakat dan menyelenggarakan kesejahteraan, Pemerintah mengeluarkan berbagai macam peraturan yang disebut peraturan perundangan. Dengan demikian peraturan perundangan Republik Indonesia dikeluarkan harus berdasarkan dan/atau melaksanakan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945).
Bentuk-bentuk dan Tata urutan peraturan perundangan menurut ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 (kemudian dikuatkan oleh ketetapan MPR No. V/MPR/1973) ialah berikut:
a) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD-1945).
b) Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (ketetapan MPR).
c) Undang-Undang (UU) dan peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-Undang (PERPU).
d) Peraturan Pemerintah (PP).
e) Keputusan Presiden (KEPPRES).
f) Peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya.

Tata urutan yang hierarki diatas tidak dapat diubah dan dipertukarkan tingkat kedudukannya, dari peraturan yang tertinggi dan rendahnya. Karena dalam penyusunan tersebut menunjukan tinggi rendahnya tingkat kedudukan peraturan negara tersebut.peraturan yang lebih rendah tingkat kedudukannya tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi, misalkan: Undan-Undang tidak boleh bertentangan isinya dengan ketetapan MPR, peraturan Pemerintah dengan UU, dan sebagainya.

a) Undang-Undang Dasar 1945.
Undang-Undang Dasar adalah peraturan negara yang tertinggi dalam negara, yang memuat ketentuan-ketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber dari pada peraturan perundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar tertulis, sedangkan disamping UUD ini berlaku juga hukum dasar yag tidak tertulis, yang merupakan sumber hukum lain, misalnya kebiasaan-kebiasaan, traktat-traktat (perjanjian-perjanjian), dan sebagainya.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Ketua DPR Minta Kemendikbud Tak Buru-buru Terapkan Zonasi Guru

Ketua DPR Minta Kemendikbud Tak Buru-buru Terapkan Zonasi Guru

Ketua DPR Minta Kemendikbud Tak Buru-buru Terapkan Zonasi Guru

Ketua DPR Minta Kemendikbud Tak Buru-buru Terapkan Zonasi Guru
Ketua DPR Minta Kemendikbud Tak Buru-buru Terapkan Zonasi Guru

Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

menjelaskan rencana tentang memeratakan ketersediaan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh Indonesia melalui sistem zonasi.

Menurutnya, kementerian yang dipimpin Muhadjir Effendy itu sebaiknya tidak terburu-buru dalam menerapkan sistem zonasi guru.

“Meminta Kemendikbud untuk memberikan penjelasan mengenai rencana penerapaan sistem zonasi terhadap guru PNS di seluruh wilayah Indonesia. Jangan terburu-buru menerapkan sistem tersebut sebelum memiliki data yang valid,” ujar Bambang di Jakarta, Kamis (30/8).

Legislator Golkar yang kondang dengan nama panggilan Bamsoet itu mengatakan, seyogianya

Kemendikbud menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan survei tentang ketersediaan dan kebutuhan guru. Selanjutnya, hasil survei itu menjadi data pegangan untuk merumuskan kebijakan.

“Termasuk melakukan pemetaan mendalam dan dan memvalidasi jumlah guru di setiap daerah agar sistem kelak berjalan secara efektif saat diterapkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Bamsoet juga mendorong Kemendikbud melakukan evaluasi dan perbaikan atas sistem zonasi y

ang sudah diterapkan pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) beberapa waktu lalu untuk dibandingkan dengan kebijakan tentang pemerataan guru.

“Agar kelemahan yang terjadi pada sistem zonasi PPDB tidak terjadi pada sistem zonasi guru PNS jika rencana tersebut diterapkan,” harapnya.

Selain itu Bamsoet juga mengingatkan Kemendikbud untuk memperhatikan unsur geografis dan mendorong perbaikan infrastruktur untuk sekolah yang berada di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T). “Ini juga demi mendukung sistem zonasi PPDB dan zonasi guru,” cetusnya.

 

Baca Juga :

Ribuan Siswa SMA Rasakan Langsung Sensasi “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”

Ribuan Siswa SMA Rasakan Langsung Sensasi “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”

Ribuan Siswa SMA Rasakan Langsung Sensasi “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”

Ribuan Siswa SMA Rasakan Langsung Sensasi “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”
Ribuan Siswa SMA Rasakan Langsung Sensasi “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”

Perayaan Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-55 dan Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA IPB) ke-36 dimeriahkan dengan kegiatan “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”.

Sebanyak 2.270 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat diundang untuk merasakan langsung sensasi Sehari Kuliah di FMIPA IPB yang dilaksanakan di Gedung Ruang Kuliah Bersama (Common Class Rooms/CCR), Kampus IPB Dramaga, Minggu (23/9/2018).

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa saja, melainkan guru pendamping pun turut mendapatkan

Seminar Setengah Hari guna memotivasi guru dan siswa untuk meningkatkan minat dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Jumlah pendaftar kegiatan “Sehari Kuliah di FMIPA IPB” mencapai 3.741 siswa yang berasal dari 209 sekolah dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, dan Karawang.

Target peserta telah memenuhi kapasitas hingga 2.160 siswa SMA/MA kelas XII peminatan MIA (Matematika dan Ilmu Alam). Tingginya antusiasme pendaftar diikuti dengan dampak positif diselenggarakannya kegiatan ini.

Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan FMIPA IPB memikat hati para siswa untuk mendaftar

sebagai calon mahasiswa di setiap tahun ajaran baru melalui berbagai jalur yang ada.

Dalam Kuliah Sehari ini, ribuan siswa dibagi ke dalam 18 kelompok yang berasal dari sekolah yang berbeda. Sehingga, dalam 1 (satu) kelompok tidak ada yang saling kenal satu sama lain.

Suasana sedemikian rupa telah direncanakan dengan matang oleh panitia untuk menghadirkan sensasi nyata berkuliah di IPB. Peserta diberi kesempatan untuk merasakan berkuliah dan diajar langsung oleh para dosen favorit di FMIPA IPB.

Selain itu, peserta juga mendapatkan demo praktikum yang dilaksanakan apabila menjadi mahasiswa FMIPA IPB nantinya.

“Kami sudah menyiapkan pelayanan prima guna mempromosikan FMIPA IPB untuk meningkatkan

minat siswa pada program studi yang ada. Puluhan mahasiswa FMIPA IPB menjadi relawan dalam kegiatan ini dan menjadi duta fakultas selama sehari. Fasilitas disiapkan sebaik mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi agenda resmi IPB yang dapat dijadikan ajang yang favorit pengenalan kampus pada siswa SMA sederajat,” tutur koordinator pelaksana “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”, Dr. Ir. Ence Darmo Jaya Supena, M.Si.

“Sehari Kuliah di FMIPA IPB” merupakan satu-satunya kegiatan yang memberi kesempatan kepada siswa SMA sederajat untuk merasakan suasana dan sensasi kuliah di FMIPA IPB. Selain itu, kegiatan ini dijadikan sebagai ajang promosi untuk menumbuhkan minat siswa dan guru pendamping untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar pada 9 (sembilan) program studi di FMIPA IPB.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FMIPA IPB, Prof. Dr. Dra. Purwantiningsih, MS mengungkapkan bahwa berkuliah di IPB mencakup pertanian dalam arti luas termasuk perikanan dan ilmu kelautan, peternakan, kehutanan dan lainnya mulai dari hulu hingga hilir meliputi tata cara pemasaran, strategi bisnis di masa depan, dan masih banyak lainnya. Ilmu-ilmu dasar yang dipelajari di FMIPA IPB diibaratkan sebagai pondasi dasar dari ilmu-ilmu terapan yang ada di IPB.

“Sehingga, keberadaan FMIPA IPB merupakan pilar penting dalam membangun pertanian bangsa, ” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pembekalan materi pengenalan dan peningkatan motivasi untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar disampaikan dalam “Seminar Setengah Hari” yang diikuti oleh guru pendamping siswa yang berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan “Sehari Kuliah di FMIPA IPB”. Pengenalan ini dilakukan agar guru pendamping dapat meneruskan informasi yang didapatkan untuk membimbing siswa memilih minat yang tepat dalam berkuliah. (AD/ris).

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/