SBY pantau pro kontra Kurikulum 2013

SBY pantau pro kontra Kurikulum 2013

SBY pantau pro kontra Kurikulum 2013

SBY pantau pro kontra Kurikulum 2013
SBY pantau pro kontra Kurikulum 2013

Pro kontra tentang rencana penerapan Kurikulum 2013 ternyata ikut menyita

perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, SBY merasa perlu menggelar rapat terbatas membahas masalah kurikulum pendidikan terbaru tersebut.

“Saya mengingat dan mengikuti perbincangan di area publik menyangkut kurikulum, baik yang pro maupun yang kontra,” ujar SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2013).

Dia pun mengaku mengetahui dinamika pembahasan rencana penerapan Kurikulum 2013 antara pemerintah dengan DPR RI.

Yang menyampaikan pandangannya adalah jangan sampai kurikulum ini berubah, kalau karena ganti menteri ganti kurikulum atau perubahan kurikulum ini memberikan beban kepada orang tua apalagi yang kurang mampu. Karena harus menyiapkan teks atau buku-buku pelajaran yang baru,”tuturnya.

Menurutnya, pandangan yang seperti itu patut didengar

. “Dan saya tahu semuanya sudah dipertimbangkan sudah dibahas dan sudah diolah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Ombudsman Republik Indonesia mengusulkan kepada Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali rencana penerapan Kurikulum 2013. Ombudsman menilai persiapan pelaksanaan kurikulum 2013 masih minim.

“Persiapannya jelas minim, mengingat waktu yang tersedia tinggal empat bulan lagi,” ujar Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, dalam keterangan pers-nya yang diterima Sindonews, Selasa (2/4/2013).

Menurutnya, banyak guru yang berada di lapangan mengindikasikan

ketidaksiapan dan kebingungan mereka dalam menerapkan kurikulum anyar tersebut.

Bahkan, kata dia, kebingungan tersebut berujung pada penolakan sejumlah organisasi guru antara lain Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dan Koalisi Pendidikan serta pelbagai organisasi guru di sejumlah daerah.

Lebih lanjut, Ombudsman yang juga mengampu substansi di Bidang Pendidikan ini, mengatakan, sosialisasi pelaksanaan Kurikulum 2013 yang terbatas pada struktur kurikulum mengenai jumlah pelajaran dan jam pelajaran tentu masih jauh dari komprehensif untuk sebuah penerapan kurikulum yang baru. Karena penjabarannya, tutur Budi, belum detail sampai pada tahap implementasi teknisnya.

“Oleh karenanya, meskipun pelatihan guru khusus untuk kurikulum belum dimulai, tetapi mengingat guru yang harus dilatih sangat besar jumlahnya sementara waktu yang tersedia sangat terbatas,” tuturnya.

 

Baca Juga :

 

Penggolongan Management

Penggolongan Management

Penggolongan Management

Penggolongan Management
Penggolongan Management

Management dapat digolongkan dalam beberapa pengertian dan aktifitasnya, yakni:

Berdasarkan segi sifat kerjanya, dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Management administrasi (Administrative management), adalah management atau pejabat/pimpinan yang kerjanya menitikberatkan pada bidang pemikiran atau kerja pikir.
  • Management operasi (Operative management), ialah management atau pejabat/pimpinan yang langsung memimpin kerja ke arah tercapainya karya yang kongkrit.
  • Berdasarkan segi luas kerjanya, dapat digolongkan sebagai berikut:
    • Management makro (Macro-management), adalah management yang bidang luas kerjanya sangat umum.
    • Management mikro (Micro-management), ialah management yang bidang luas kerjanya dalam bidang tertentu (lebih khusus/spesifik).

 

Berdasarkan segi pandangannya, dapat digolongkan sebagai berikut:

 

  • Management sebagai proses, adalah management yang merupakan proses daripada pemberian fasilitas, pimpinan teladan, bimbingan kepada orang-orang yang terorganisir dalam satu kesatuan guna pencapaian tujuan.
  • Management sebagai kolektiva, bahwa pada tiap-tiap usaha yang menjalankan management mulai dari tingkat direksi hingga tingkat pelaksana bersama-sama secara kolektif menjalankannya guna tercapainya tujuan.
  • Management sebagai kerangka kewenangan (authority) dan tanggung jawab (responsibility), yaitu dalam setiap kegiatan management selalu mempunyai kewenangan (authority) dan juga dibarengi dengan tanggung jawab (responsibility). Semakin tinggi dan luas kewenangan yang diberikan pada seseorang, maka sebesar dan dalam tanggung jawab (responsibility) yang harus dipikulnya.
  • Management sebagai kegiatan (aktifitas), adalah setiap kegiatan management dari masing-masing orang atau bagian harus lah merupakan satu kesatuan dari kegiatan management secara keseluruhan dalam rangka pencapaian tujuan bersama. Dalam aktifitas management ini terbagi atas dua kegiatan utama yaitu kegiatan pemikiran, biasanya dilakukan setingkat dewan direksi, direksi, hingga manager dan kegiatan pelaksana, biasanya dilakukan setingkat pelaksana.

 

Berdasarkan dari macamnya, dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Management ilmiah (scientific management), adalah management yang berdasarkan ilmu yang dapat dikaji dan dianalisa secara ilmiah.
  • Management bapak, adalah management yang setiap usaha / gerak organisasi selalu mengikuti jejak dari pimpinannya (bapak) dan tidak ada alternatif lain.
  • Management tradisional, ialah management yang semua usaha / metode / cara / sistem kerja dan cara berpikir senantiasa menggunakan cara-cara yang monoton berdasarkan pendahulunya tanpa adanya perubahan atau kreatifitas.
  • Management sistematis, adalah management yang digunakan segala sesuatunya sudah diatur secara sistematis, tertib dan teratur.
  • Management terbuka, adalah management yang menggunakan bawahan sebagai bahan input untuk pengambilan suatu kegiatan organisasi walaupun sebenarnya ada yang boleh bersifat tidak rahasia disamping yang bersifat rahasia.
  • Management demokratis, adalah management yang mengikut sertakan bawahan dan kolega berperan aktif dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Baca Juga : 

Hadirkan Fashion Vintage yang Terjangkau

Hadirkan Fashion Vintage yang Terjangkau

Hadirkan Fashion Vintage yang Terjangkau

Hadirkan Fashion Vintage yang Terjangkau
Hadirkan Fashion Vintage yang Terjangkau

PENDIRI label fashion Staud, Sarah Staudinger, adalah

Perempuan muda yang paham celah pasar di industri mode. Dia menghadirkan produk fashion bergaya vintage berkualitas baik tapi harganya terjangkau. Sejak kecil, perempuan yang lahir 29 tahun lalu di Pacific Palisades, California, Amerika Serikat ini sudah dikelilingi dunia fashion .

 

Ibunya, Joanna Staudinger, adalah

Imigran asal Lebanon yang merancang sendiri sepatu dan kaus bertabur berlian imitasi. Sepatu dan kaus tersebut kemudian dijualnya ke pengecer LA Fred Segal yang trendi.

“Saat masih kecil, saya mengumpulkan temanteman dan berpura-pura menggelar pertunjukan runway . Kami mengenakan kaus dan sepatu racangan ibu saya,” ujar Staudinger, seperti dilansir Forbes.com. Sementara itu, ayahnya merupakan imigran Jerman yang bekerja di real estate.

Ayah Staudinger juga merupakan seorang penata pakaian yang bergaya. Dia lebih menyukai pakaian monokrom dalam warna putih dan hitam. “Sejak kecil, saya tahu saya ingin memulai perusahaan sendiri, tetapi bingung apakah akan belajar bisnis atau mengejar rute yang lebih kreatif,” ujar Staudinger.

 

Staudinger akhirnya menempuh pendidikan di New School, New York.

Dia kemudian mengambil kursus mode di Parsons School of Design. “Saat sekolah, saya sempat magang di Men’s Vogue sampai majalah itu berakhir pada akhir 2008. Saya bekerja dengan banyak stylist ,” ujar Staudinger.

Setelah lulus, Staudinger bekerja sebagai direktur mode untuk Reformation. Reformation merupakan ritel fashion online di Los Angeles yang fokus pada fashion yang berkelanjutan, seperti pakaian yang terbuat dari kain sisa.

Pengalamannya di media dan ritel fashion membuatnya semakin percaya diri untuk menciptakan label fashion sendiri. Staudinger akhirnya mendirikan label mode bernama Staud pada 2015 di Los Angeles.

Staudinger bersama dengan rekannya, George Augusto, ingin mengatasi celah di pasar yang belum terisi, yakni pakaian fashionable namun dengan harga terjangkau. Staudinger ingin mengisi celah di pasar untuk “estetika kelas atas pada titik harga yang dapat diakses”.

 

Label fashion ini berusaha untuk menciptakan potongan

Potongan yang terinspirasi dari pakaian vintage . Hal ini karena pakaian vintage akan bertahan musim demi musim. Dia menciptakan tas berdesain vintage yang dijual kisaran harga USD195 (Rp2,7 juta) hingga USD500 (Rp7 juta).

Sementara itu, untuk pakaian dihargai dari USD85 (Rp1,1 juta) hingga USD400 (Rp5,6 juta). Pakaian andalan yang dijual pertama kali di label fashion ini adalah jumpsuit yang terinspirasi gaya 60-an. Menurutnya, jumpsuit adalah jenis fashion yang tepat, abadi, cantik, dan terjangkau.

Barang-barang yang dijual oleh Staudinger, dengan cepat diterima baik oleh pasar. Label Staud pun menjadi favorit di antara influencer dan selebriti terkenal, termasuk Alexa Chung dan Leandra Medine.
ADVERTISEMENT

Berkat kesuksesan dan kepopuleran label Staud, perusahaan investasi Burch Creative Capital, yang dikelola oleh J Christopher Burch, menginvestasikan USD1,6 juta (Rp22,4 miliar). Burch menilai Staud memiliki nilai keuntungan sebesar USD10 juta (Rp140 miliar), menurut PitchBook.

“Sarah Staudinger memiliki sudut pandang unik di tengah lautan kesamaan,” kata Burch. Sejak awal berdiri, Staud dijual secara online . Pada Maret 2018 label ini membuka ruang pamer di New York untuk mengakomodasi janji dengan semakin banyak pembeli grosir.

Produk label fashion ini dijual oleh sekitar 120 pengecer, dengan persentase besar dari pengecer yang berlokasi di Eropa. Staudinger berrencana menumbuhkan bisnis online Staud lebih besar.

Tak hanya itu, dia berencana membuka toko dengan lokasi lebih jauh. “Kami terus fokus pada perluasan bisnis langsung ke konsumen, kemudian pada akhirnya kami berencana membuka toko kami sendiri,” katanya. (Dwi Nur Ratnaningsih)

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Prinsip Manajemen by Henry Fayol

prinsip Manajemen by Henry Fayol

Prinsip Manajemen by Henry Fayol

prinsip Manajemen by Henry Fayol
prinsip Manajemen by Henry Fayol

Seorang tokoh manajemen terkenal yaitu Henry Fayol mengemukakan prinsip-prinsip manajemen, yakni:

  • Division of work

Tujuan dari pembagian kerja ini adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih dengan usaha yang sama.

  • Authority and Responsibility

Authority (wewenang) didalam manajemen sangat diperlukan guna melaksanakan kegiatan / operasional perusahaan. Disamping adanya wewenang juga diperlukan tanggung jawab (responsibility), sehingga wewenang yang telah diberikan harus mempunyai tanggung jawab.

  • Disipline

Disiplin adalah melakukan apa yang sudah menjadi komitmen bersama baik antara pimpinan dengan bawahan maupun sesama anggota manajemen. Disiplin ini sangat penting karena suatu usaha tidak akan berhasil tanpa adanya kedisplinan.

  • Unity of command

Kesatuan aba-aba (perintah) mutlak diperlukan bilamana suatu tujuan manajemen dapat dianggap berhasil. Karena pada dasarnya dalam perserikatan manusia, dalam industri, perdagangan, ketentaraan, rumah tangga ataupun negara, instruksi yang bersifat dualistis adalah sumber konflik yang tiada akhir dan dapat membahayakan anggota manajemen maupun anggota masyarakat yang lainnya.

  • Unity of direction

Untuk dapat mencapai suatu tujuan bersama diperlukan adanya kesatuan arahan, sehingga dengan demikian tidak akan terjadi perbedaan arahan yang menyebabkan tujuan tersebut tidak tercapai.

  • Subordination of individual interest to general interest

Kepentingan umum dan tujuan bersama merupakan hal diatas segalanya dibandingkan dengan kepentingan pribadi atau tujuan pribadi (kelompok).

  • Remuneration

Penghargaan (pemberian gaji yang sepadan) dan perbaikan kesejahteraan para karyawan dalam bekerja merupakan stimulus bagi karyawan untuk dapat bekerja dengan baik dan dapat memenuhi target (tujuan) perusahaan.

  • Centralization

Sentralisasi atau Desentralisasi dapat digunakan tergantung pada seberapa besar tingkatan organisasi yang dipakai. Bilamana suatu organisasi masih dalam taraf kecil, maka desentralisasi tidak diperlukan. Akan tetapi bila suatu organisasi sudah berkembang pesat dan menjadi besar maka desentralisasi diperlukan disamping perlunya sentralisasi juga.

  • Scalar chain

Prinsip scalar chain (rantai saklar) yakni mempermudah komunikasi antara pegawai setingkat sehingga dapat mengabaikan line of authority di tingkatan mereka.

  • Order

Penempatan orang dan penempatan pekerjaan haruslah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan. Sehingga pemesanan dan pemilihan akan sumber daya yang tepat sangat perlu diperhatikan.

  • Equity

Dalam rangka merangsang pekerja dalam melaksanakan tugasnya dengan kesungguhan dan kesetiaan diperlukan keramahan dan keadilan. Karena kombinasi keramahan dan keadilan akan menghasilkan equity (modal utama)

Stability of turn over of personnel

Stabilitas kondisi personal karyawan mutlak diperlukan dan harus mendapat perhatian bila tidak ingin target dan tujuan perusahaan terhambat dan terbengkalai.

Initiative

Sumber kekuatan perusahaan adalah adanya insiatif di kalangan atasan dan bawahan, khususnya pada masa sulit. untuk itu penting menggairahkan dan mengambangkan inisiatif yang semaksimal mungkin.

Ecsprit de crops

Persatuan dan kehamonisan merupakan kekuatan besar bagi perusahaan sehingga diperlukan usaha untuk merealisasikan. ‘Memecah kekuatan untukmelemahkannya adalah suatu tindakan yang bijaksana, tetapi memecah-mecah tim sendiri merupakan dosa besar di dalam suatu perusahaan.’

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat

Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat

Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat

Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat
Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat

Berikut ini ada beberapa hal yang dapat membatalkan sholat.

Meninggalkan salah satu syarat atau rukun shalat

Baik dengan sengaja sedang ia dapat melakukannya, begitu pula meninggalkan salah satu rukun shalat (lihat pelajaran rukun shalat) dengan sengaja, maka shalat itu menjadi batal dengan sendirinya.

Misalnya, seseorang shalat tidak memenuhi syarat seperti belum masuk waktu, tidak menghadap ke kiblat, tidak menutup aurat, tidak suci, tidak niat maka sholatnya menjadi tidak sah. Begitu pula jika ia meninggalkan salah satu rukun shalat dengan sengaja seperti tidak membaca surat Al-Fatihah dll maka shalatnya menjadi batal. Namun jika lupa salah satu rukun shalat, dan ingat selama masih dalam shalat maka harus melakukan sujud syahwi sebelum salam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ ، فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَرَدَّ ، وَقَالَ : ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ (رواه الشيخان

Sesuai dengan Hadits sebelumnya yang riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah masuk masjid. Lalu ada seorang lelaki masuk dan melakukan shalat. Setelah selesai ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab salamnya lalu bersabda: Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya kamu belum shalat.” (HR Bukhari Muslim). Batal shalat laki-laki tsb karena meninggalkan salah satu dari rukun shalat.

Berbicara dengan sengaja.

Perkataan yang keluar disaat shalat, baik itu satu kata ataupun hanya satu huruf akan membatalkan shalat jika dilakukan dengan sengaja.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ صَلاتَنَا هَذِهِ لا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلامِ النَّاسِ إِنَّمَا هِيَ التَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ وَتِلاوَةُ الْقُرْآنِ (رواه مسلم

Dari Muawiyah bin Al-Hakam As-Sulami ra, Rasulallah saw bersabda: “Sesungguhnya di dalam shalat ini tidak layak sedikit pun ada pembicaran manusia. Sesungguhnya shalat adalah takbir dan bacaan Al Qur’an.” (HR Muslim)

Makan dan minum ketika shalat

dengan sengaja membatalkan shalat karena akan menghilangkan kemulian shalat. Perbuatan makan dan minum dalam shalat, baik sedikit ataupun banyak selama dilakukan dengan sengaja tetap akan membatalkan shalatnya. Jika makan dan minum bisa membatalkan orang yang berpuasa apalagi dalam shalat.

Bergerak tiga kali secara berturut turut.

Yang dimaksud adalah gerakan yang banyak dan berulang-ulang terus dan bukan merupakan gerakan yang terdapat dalam shalat. Hal ini bisa menghilangkan kekhusyuan dalam shalat. Mazhab Imam Syafi’i memberikan batasan sampai tiga kali gerakan berturut-turut sehingga seseorang batal dari shalatnya.

Merobah niat ingin memutuskan atau ragu untuk meneruskan sholat.

Contohnya seseorang yang sedang shalat, lalu tiba-tiba terbetik niat untuk tidak shalat di dalam hatinya, maka saat itu juga shalatnya telah batal. Sebab niatnya telah rusak, meski dia belum melakukan hal-hal yang membatalkan shalatnya.

Baca juga: 

5 Syarat Sahnya Shalat

5 Syarat Sahnya Shalat

5 Syarat Sahnya Shalat

5 Syarat Sahnya Shalat
5 Syarat Sahnya Shalat

1- Mengetahui dengan pasti masuknya waktu shalat sesuai dengan pelajaran sebelumnya (waktu waktu shalat ). Bila seseorang melakukan shalat tanpa mengetahui apakah waktunya sudah masuk atau belum, maka shalatnya tidak memenuhi syarat

Menghadap kiblat.

Wajib menghadap kiblat waktu sholat dengan keyakinan jika dekat dan perkiraan yang benar jika jauh, dan dilakukan dengan menghadapkan dadanya ke kiblat.

Allah berfirman:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ – البقرة ﴿١٥٠

Artinya: “Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya”, (Qs Al-Baqarah ayat:150)
Boleh sesorang tidak menghadap kiblat dalam shalat jika dalam keadaan sangat takut atau bahaya (perang dan sebagainya). Allah berfirman:

فَإنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَاناً – البقرة ﴿٢٣٩

Artinya: “Maka jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka (sholatlah) sambil berjalan atau berkendaraan” (Qs Al-Baqarah ayat: 239).
Ibnu Umar ra berkata tentang tafsir ayat ini, “Jika rasa takut melebihi itu, maka mereka boleh shalat sambil jalan kaki atau berkendaraan dengan menghadap kiblat maupun tidak menghadap kiblat”. (HR. Bukhari)
Sedang jika dalam perjalanan (berkendaraan) boleh tidak menghadap kiblat ketika shalat sunnah.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُصَّليِ عَلَى رَاحِلَتِهِ فِي السَّفَرِ حَيْثُمَا تَوَجَّهَتْ بِهِ (رواه الشيخان

Sesuai dengan hadits dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata: “Rasulullah saw pernah shalat di atas kendaraannya sesuai dengan kendaraannya mengarah.” (HR Bukhari). Dari hadits ini kita bisa memahami bahwa jika ingin melakukan yang fardhu, Rasulallah saw turun dari kendaraannya lalu menghadap kiblat.
Kesimpulannya menghadap kiblat adalah syarat sahnya shalat, maka ia tidak gugur kecuali dalam keadaan sangat takut (bahaya) dan saat shalat sunah dalam bepergian sebagaimana telah disebutkan.

Menututp aurat.

Menutup aurat hukumnya wajib di dalam atau di luar shalat. Seseorang berdosa jika membuka auratnya di waktu shalat atau di luar waktu shalat, meski pun dia sendirian jauh dari penglihatan orang lain.

عن المِسْوَرِ بن مَخْرَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أَقْبَلْتُ بِحَجَرٍ أَحْمِلُهُ ثَقِيلٍ، وَعَلَيَّ إِزَارٌ خَفِيفٌ، فَانْحَلَّ إِزَارِي وَمَعِيَ الْحَجَرُ، لم أَسْتَطِعْ أَنْ أَضَعَهُ حتى بَلَغْتُ بِهِ إلى مَوْضِعِهِ، ف قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : ارْجِعْ إلى ثَوْبِكَ فَخُذْهُ، ولا تَمْشُوا عُرَاةً (رواه مسلم

Dari al-Miswar bin Makhramah, ia berkata: “Aku pernah menghadap batu yang sangat berat untuk membawanya sedang saat itu aku memakai sehelai sarung yang ringan dan tipis. Lalu sarung yang aku pakai itu terlepas dariku tapi aku tidak bisa meletakkan batu itu dan harus terus membawanya sampai ke tempatnya. Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Kembalilah ke pakaianmu (sarungmu), pakailah ia dan janganlah kamu berjalan sambil telanjang.” (HR Muslim).

Allah berfirman:

يَابَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ – الأعراف ﴿٣١

Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap mesjid” (Qs Al-’Araaf ayat: 31).Yang dimaksud dengan perhiasan dalam ayat ini adalah pakaian yang menutup aurat di setiap akan shalat.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ حَائِضٍ إِلاَّ بِخِمَارٍ (حسن أبو داود والترمذي

Dari Aisyah ra, Rasulallah saw bersabda: “Tidak sah shalat seorang wanita yang sudah mendapat haid (baligh) kecuali dengan memakai khimar” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi). Yang dimaksud dalam hadits ini adalah kewajiban menutup aurat berlaku bagi setiap wanita yang sudah baligh sebagimana berlaku untuk laki-laki yang sudah baligh.

Batas aurat laki laki dalam shalat yaitu wilayah antara pusar dan lutut.

عَنْ جَرْهَد الاََسْلَمِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : غَطِّ فَخِذَكَ فَإِنَّ الفَخِذَ مِنَ الْعَوْرَةِ (حسن أبو داود و الترمذي

Sesuai dengan hadits dari Jarhad al-Aslami ra, Rasulallah saw bersabda: “Tutup pahamu, sesungguhnya paha itu aurat” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi).

عَنْ أَبِي أَيُّوْب رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عَوْرَةُ الرَّجُلِ مَا بَيْنَ سُرَّتِهِ إلَى رُكْبَتِهِ (الدارالقطني والبيهقي ضعيف اعتضد بحديث جرهد

Hadist lainnya dari Abu Ayyub ra, Rasulallah saw bersabda: “Aurat laki-laki antara pusar dan lutut” (HR Darquthni,
Baihaqi dhaif tapi dikuatkan dengan hadits dari Jarhad al-Aslami tsb diatas)

Batas aurat perempuan yang wajib ditutup ialah seluruh badannya, kecuali muka dan dua tangan.

Allah berfirman:

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا – النور ﴿٣١

Artinya: “dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” (Qs An-Nur ayat: 31).

Yang dimaksud batas-batas aurat dan perhiasan yang harus dan tidak harus dibuka menurut Ibn Abbas, muka dan dua tapak tangan (al-Baihaqi)

لِمَا صَحَّ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ تَنْتَقِبْ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلا تَلْبَسْ الْقُفَّازَيْنِ (رواه البخاري

Rasulallah saw bersabda: “Janganlah wanita yang berihram memakai niqab (cadar) dan janganlah memakai sarung tangan”. (HR Bukhari).
Hadits ini mengandung arti bahwa wajah dan telapak tangan bukanlah aurat bagi wanita, makanya tidak diharamkan membukanya. Karena kedua anggota ini (wajah dan telapak tangan) sangat dibutuhkan bagi wanita dalam proses mengambil dan memberi sesuatu dalam pekerjaan yang bersangkutan dengan hidupnya, lebih lebih kalau tidak ada orang lain yang bisa membantu kehidupannya
Batas aurat hamba sahaya (budak wanita) seperti batas aurat laki laki merdeka yaitu antara pusar dan lutut.

عَنْ عُمَرَ ابْنِ شَعْبِي عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : إِذَا زَوَّجَ أَحَدُكُمْ خَادِمَهُ أَوْ عَبْدَهُ أَوْ أََجِيْرَهُ فَلَا يَنْظُرْ إِلَى مَا دُونِ السُّرَّةِ وَفَوْقَ الرُّكْبَةِ (أبو داود و الدارالقطني و البيهقي و غيرهم

Dari Umar bin Sya’bi dari ayahnya dari kakeknya, Rasulallah saw bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian menikahkan hamba sahaya atau pembantunya, maka jangan sekali-kali ia melihat sedikit pun apa yang ada di bawah pusar dan di atas lutut” (HR Abu Dawud, al-Baihaqi, ad-Darquthni, dll)

Suci dari hadats besar dan kecil.

عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ , وَلا صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ (رواه مسلم

Dari abi al-Malih dari ayahnya, Rasulullah saw bersabda,”Allah tidak menerima shalat tanpa thaharah (bersuci) dan shadakah dari hasil menipu”.(HR. Muslim)

Suci badan, pakaian dan tempat dari najis.

Tidak sah shalat seseorang dalam keadaan badan, pakaian dan tampat shalatnya terkena najis.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ ؛ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَه. (رواه مسلم

Dari Anas bin Malik ra, Rasulallah saw bersabda: “Cucilah bekas air kencing, karena kebanyakan adzab kubur itu karena masalah itu.” (HR. Muslim).

Allah berfirman

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ – المدثر ﴿٤

Artinya: “Dan pakaianmu, bersihkanlah”. (Qs Al-Muddatstsir ayat: 4)

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html

13 Rukun Shalat dan Penjelasannya

13 Rukun Shalat dan Penjelasannya

13 Rukun Shalat dan Penjelasannya

13 Rukun Shalat dan Penjelasannya
13 Rukun Shalat dan Penjelasannya

Rukun shalat terbagi atas 13 bagian

Niat

Niat adalah bermaksud melaksanakan sesuatu disertai dengan perbuatan. Letaknya dalam hati, sunah dilafadzkan menjelang takbiratul ihram dan wajib menentukan jenis sholat yang dilakukan begitu pula bilangan raka’atnya.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الأَعْمَالُ بالنِّيَّاتِ وإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ ما نَوَى (حديث النية تقدم في درس الوضوء

Rasulallah saw bersabda: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya (HR Muslim).
Fungsi melafadzkan niat adalah untuk mengingatkan hati agar lebih siap dalam melaksanakan shalat sehingga dapat mendorong pada kekhusyu’an dan menjauhkan dari waswas.

Takbiratul Ihram

Yaitu mengucapkan “Allahu Akbar” pada saat memulai shalat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ ، فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَرَدَّ ، وَقَالَ : ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ، فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ، ثَلَاثًا ، فَقَالَ : وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ ، فَعَلِّمْنِي ، فَقَالَ : إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا (رواه الشيخان

Sesuai dengan Hadits dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah masuk masjid. Lalu ada seorang lelaki masuk dan melakukan shalat. Setelah selesai ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab salamnya lalu bersabda: Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya kamu belum shalat. Lelaki itu kembali shalat. Setelah shalatnya yang kedua ia mendatangi Nabi saw. dan memberi salam. Kemudian beliau bersabda lagi: Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya kamu belum shalat. Sehingga orang itu mengulangi shalatnya sebanyak tiga kali. Lelaki itu berkata: Demi Dzat yang mengutus Kamu dengan membawa kebenaran, saya tidak dapat mengerjakan yang lebih baik daripada ini semua. Ajarilah saya. Beliau bersabda: Bila kamu melakukan shalat, bertakbirlah. Bacalah bacaan dari Al Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu ruku’ hingga kamu tenang dalam ruku’mu. Bangunlah hingga berdiri tegak. Lalu bersujudlah hingga kamu tenang dalam sujudmu. Bangunlah hingga kamu tenang dalam dudukmu. Kerjakanlah semua itu dalam seluruh shalatmu (HR Bukhari Muslim)

Berdiri bagi yang mampu (sehat)

Yaitu berdiri tegak. Jika tidak mampu maka shalat dalam keadaan duduk, jika tidak mampu juga maka shalat sambil berbaring diatas rusuk kanan menghadap kiblat. Jika tidak mampu juga maka shalat sambil tidur terlentang.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ لِعِمْرَانَ ابْنِ حُصَيْن رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ (رواه الشيخان)

Sesuai dengan sabda Nabi saw kepada ’Imran bin al-Hushain ra ”Shalatlah kamu dalam keadaan berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah dalam keadaan duduk, jika tidak mampu maka shalatlah kamu sambil berbaring” (HR Bukhari).

عَنْ أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إذا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ (رواه الشيخان

Dari Abi Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Jika aku perintahkan kalian atas satu perkara maka lakukanlah sedapat mungkin” (HR Bukhari Muslim)

Membaca surat al-Fatihah

Yaitu membacanya dalam shalat dengan bacaan yang benar tajwid dan tartibnya. Membaca surat al-Fatihah hukumnya wabjib bagi imam dan ma’mum atau orang yang shalat sendirian, dibaca setiap raka’at. Semua ulama berpendapat bahwa hukum membaca Al-Fatihah di dalam shalat adalah wajib, tidak sah shalat tanpanya.

عَنْ ‏عُبَادَة بِنْ الصَامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ الْكِتَابِ (رواه الشيخان

Dari Ubadah bin ash-Shamit ra, Rasulallah saw bersabda: “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah).” (HR. Bukhari Muslim).

عَنْ ‏عُبَادَة بِنْ الصَامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ ، فَثَقُلَتْ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ : إِنِّي أَرَاكُمْ تَقْرَءُونَ وَرَاءَ إِمَامِكُمْ ! قَالَ : قُلْنَا : وَاللهِ أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ هَذَا ، قَالَ : لا تَفْعَلُوا إِلاَّ بِأُمِّ الكِتَابِ ، فَإِنَّهُ لا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِهَا (حسن صحيح أبو داود و الترمذي وغيرهما

Dari Ubadah bin Shamit ra berkata:”Rasulullah saw shalat berjama’ah bersama kami shalat subuh. Maka Rasulullah saw membaca suatu bacaan, kemudian beliau merasa berat dengan bacaan itu. Setelah selesai, beliau bersabda: ”Apakah kamu membaca (sesuatu) di belakang imam kamu?” Kami menjawab:”Benar, ya Rasulullah.” Beliau bersabda:”Janganlah kamu mengerjakan hal itu kecuali membaca al-Fatihah (ummil al-kitab), karena sesungguhnya tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (HR Abu Dawud, At-tirmidzi dll).

Basmalah (Bismillah ar-rahman ar-rahim) temasuk awal ayat dari surat al-Fatihah dan surat surat lainya kecuali surat Baraah.

Ruku

Yaitu menundukan kepala, tidak mengangkatnya dan disejajarkan dengan punggung beberapa saat sehingga tenang dalam ruku. Begitu pula meletakkan kedua tangan di atas lutut dengan sebaik-baiknya, lalu merenggangkan jari-jari seolah-olah menggenggam kedua lutut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا (رواه الشيخان

Sesuai dengan hadits sebelumnya dari Abu Hurairah ra: “Setelah itu rukulah hingga kamu tenang dalam rukumu”.(HR Bukhari Muslim)

لِمَا صَحَّ أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّم يَنْحَنِى حَتَّى تَنَالَ رَاحَتَاهُ رُكْبَتَيْهِ (رواه البخاري

Dalam riwayat lain sesungguhnya Rasulallah saw menunduk sehingga tenang di atas lututnya” (HR Bukahri)

I’tidal (Kembali berdiri dari ruku)

Yaitu mengangkat punggung dari ruku sehingga posisinya kembali berdiri dengan syarat harus thuma’ninah. Sesuai dengan hadist yang tersebut di atas

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا (رواه الشيخان

Sesuai dengan hadits sebelumnya dari Abu Hurairah ra: “Bangunlah hingga berdiri tegak” (HR Bukhari Muslim).

Sujud

Yaitu sekurang kurangnya meletakan kedua lutut, kedua telapak tangan dengan seluruh jari jarinya, begitu pula dahi dan hidung ditempelkan ke lantai dan menegakan kedua kaki serta menghadapkan ujung jari kaki ke kiblat begitu pula berthuma’anih dalam sujud.
Sesuai dengan hadits tersebut diatas

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدً (رواه الشيخان

Sesuai dengan hadits sebelumnya dari Abu Hurairah ra: “Lalu bersujudlah hingga kamu tenang dalam sujudmu”. (HR Bukhari Muslim)

عَنْ خَبَّاب ابْنِ الأَرْت رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ شَكَوْنَا إلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرَّ الرَّمْضَاءِ فِي جِبَاهِنَا وَأَكُفِّنَا فَلَمْ يَشْكُنَا (رواه مسلم

Dari Khabbab bin al-Aret Ra, ia berkata: “Kami pernah mengadu kepada Rasulallah saw tentang panas batu yang kami jadikan tempat meletakan kening kami dan telapak tangan kami, beliau tidak menerima pengaduan kami”. (HR Muslim)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ ، وَالْيَدَيْنِ ، وَالرُّكْبَتَيْنِ ، وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ (رواه الشيخان

Dari ibnu Abbas ra, Rasulallah saw bersabda: “Aku diperintahkan sujud dengan dengan tujuh anggota, dengan kening, kemudian memberi isyarat dengan hidungnya, dua tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.” (HR Bukhari Muslim).

Duduk antara kedua sujud dalam keadaan thuma’ninah, sesuai dengan hadits sebelumnya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا (رواه الشيخان

Sesuai dengan hadits sebelumnya dari Abu Hurairah ra: “Bangunlah hingga kamu tenang dalam dudukmu” (HR Bukhari Muslim)

Membaca tasyahhud akhir (kedua), dengan syarat harus tetib dan dengan bahasa Arab.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ، كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ، فَكَانَ يَقُولُ: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ (رواه الشيخان

Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Rasulallah saw mengajarkan kami membaca tasyahhud seperti beliau mengajarkan surat al-Qur’an, maka beliau besabda: katakanlah:

“Segala penghormatan, keberkahan dan solat adalah untuk Allah. Salam sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.” (HR Bukhari Muslim)
Dan sekurang-kurangnya bacaan tasyahud yang harus dibaca dan memiliki arti yang mencakup, adalah:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ ، سَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، سَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا َرَسُوْلُهُ

Artinya: Segala penghormatan. Salam sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.

Duduk untuk bertasyahud akhir (kedua).

عَنْ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّا نَقُولُ قَبْلَ أَنْ يُفْرَضَ عَلَيْنَا التَّشَهُّدُ : السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ ، السَّلَامُ عَلَى جِبْرِيلَ ، السَّلَامُ عَلَى مِيكَائِيلَ ، السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ . فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا تَقُولُوا السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ وَلَكِنْ قُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ (صحيح الدارقطني و البيهقي

Dari Ibnu Mas’ud ra ia berkata: “Ketika kami bersama-sama Rasulallah saw dalam shalat, kami membaca tasyahud: “salam atas Allah dari hamba-Nya dan salam atas Jibril dan Mikail, salam atas si fulan dan si fulan, maka beliau bersabda : “Janganlah kamu membaca As-salaamu ‘alallahi (salam atas Allah), karena sesungguhnya Allah adalah As-salaam, tetapi bacalah : التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ (segala penghormatan untuk Allah). (HR Baihaqi, Darquthni). Dalam hadist ini kita bisa mengambil kesimpulan, jika telah diterangkan wajibnya bertasyahud dalam shalat maka wajib pula duduk di saat bertasyahud.

Membaca shalawat atas Nabi saw pada tasyahud akhir

sedikitnya membaca:”Allahumma shalli ‘ala sayyidinah Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad” (Ya Allah berilah shalawat atas Sayyidina Muhammad dan keluarganya). Hukumnya wajib dalam shalat.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَـتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيماً – الأحزاب ﴿٥٦

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs Al-Ahzab ayat: 56)

Salam

Mengucapkan salam, sekurang kurangnya mengucapkan “Assalamu’alikum” satu kali.

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مِفْتَاحُ الصَلاَةِ الوُضُوْءُ وَ تَحْرِيْمُهَا التَكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَسْلِيْمُ (أبو داود و الترمذي و غيرهما بإسناد صحيح

Dari Abi Said ra, Rasulallah saw bersabda: “Kunci shalat adalah bersuci, tahrimnya adalah takbir dan tahlilnya adalah taslim.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dengan sanad shahih)

Tertib

Yaitu seluruh rukun shalat yang disebut di atas wajib dilakukan dengan tertib pada waktu shalat.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّي (رواه البخاري

Rasulallah saw bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari)

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html

Unsika Sekarang Jadi Kampus Terbesar di Pantura

Unsika Sekarang Jadi Kampus Terbesar di Pantura

Unsika Sekarang Jadi Kampus Terbesar di Pantura

 

Unsika Sekarang Jadi Kampus Terbesar di Pantura

Universitas Singaperbangsa Karawang

Pada 2014 lalu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menjadi salah satu universitas negeri yang di Provinsi Jawa Barat. Empat tahun berselang, Unsika berupaya mewujudkan mimpinya membangun kawasan kampus baru dengan fasilitas lengkap dan memadai di atas lahan seluas 30 hektar.

Upaya pembangunan kampus baru Unsika, diawali dengan pembangunan jembatan dan masjid. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yang juga penggagas penegerian Unsika meresmikan jembatan yang menelan biaya hingga Rp 10 Miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat. Selain itu, didampingi Bupati Karawang Cellica Nurachadiana dan Rektor Unsika Wayhudin Zarkasi, Aher juga melakukan peletakan batu pertama pebangunan masjid Unsika di lahan kawasan kampus baru Unsika di Jl. Lingkar Karawang Timur Kabupaten Karawang, Selasa (27/2/18).

Masjid Unsika akan dibangun di atas lahan lima hektar, melebihi luas lahan dimana kampus Unsika saat ini berdiri

Aher pun mengapresiasi upaya Unsika ini. Dari tiga kampus yang diajukan untuk berubah status menjadi kampus negeri, yaitu Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya dan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Unsika adalah kampus pertama yang berhasil dinegerikan pada 2014.

“Kampus ini akan menjadi lokomotif kemajuan pendidikan dan menjadi pengampu perguruan tinggi swasta di sekitarnya,” harap Aher dalam sambutannya.

Pemprov Jawa Barat sangat mendukung pembangunan kawasan kampus baru Unsika ini

“Saya akan catat untuk diperencanaan di 2019 Rp 20 Miliar untuk Unsika. Untuk masa depan katanya jangan ada keraguan,” tutur Aher.

Dengan pembangunan kawasan kampus baru, universitas yang saat ini mendidik 13 ribu mahasiswa ini akan menjadi kekuatan ilmiah baru yang akan merancang masa depan kawasan Karawang dan sekitarnya.

Kita punya harapan ke depan di Jawa Barat kampus-kampus negerinya nambah

Daya tampungnya nambah. Pada saat yang bersamaan kemudian, kampus negerinya itu kita berharap punya tugas yang lain, yaitu mengampu kampus-kampus swasta, sehingga ke depan kampus swasta kualitasnya sama,” harap Aher.

Aher ingin meskipun Unsika hanya memiliki lahan 30 hektar, tapi memiliki fungsi efektif dan minimalis. Karena dengan luas lahan ini, gedung-gedung atau fasilitas kampus lain tidak dibangun secara berjauhan, sehingga akan membangun keakraban diantara para penghuni atau civitas akademika.

Saya kira 30 hektar sangat memadai

Kampus Unsika ini harus bisa berfungsi sama dengan kampus yang punya luas lahannya lebih besar ketika berfungsi secara efektif dan minimalis, tetapi tidak sedikit pun kurang dalam melayani mahasiswa yang menjadi penghuni utama kampus ini,” ungkap Aher.

Menanggapi pembangunan masjid Al Hadi, usulan nama masjid Unsika dari Aher, dia menuturkan bahwa masjid merupakan bagian penting dari sebuah kawasan kampus. Menurutnya, harus ada keseimbangan antara kempuan soft skill dan hard skill para penghuni kampus.

“Kita ingin membangun mahasiswa tidak hanya knowledge atau penguasaan Ipteknya, tapi pada saat yang sama juga nuraninya, kejiwaannya. Kita ingin ada hard skill dan soft skill sekalian. Nah, kelemahan kita kali ini sering kali kampus hanya menitikberatkan pada hard skill, transfer knowledge dan keterampilan, kemahiran dalam ilmu-ilmu tertentu,” papar Aher.

“Oleh karena itu, kita harus membangun mahasiswa dengan pembangunan yang utuh, lahir bathin, jasmani rohani, dunia akhirat, hard skill dan soft skill dibangun secara bersamaan. Masjid punya fungsi untuk menghadirkan pembangunan soft skill; ketaqwaan, ketaatan, penghambaan kepada Allah SWT. Dengan demikian kita bisa menghadirkan manusia yang utuh, manusia yang masagi,” lanjutnya.

Unsika berdiri sejak tahun 1965

Ketika itu namanya Sekolah Tinggi Hukum Pangkal Perjuangan. Pada tahun 1982 berkembang menjadi sebuah universitas. Dan pada 2 Februari 2014 Unsika berubah statusnya menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, Unsika mempunyai sembilan fakultas dengan 26 program studi, serta tiga program studi pascasarjana.

“Ini (penegerian Unsika) akan selalu kami ingat. Ini amanah, kepercayaan bapak (Gubernur Aher) kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang untuk kami jalankan sebaik-baiknya,” kata Bupati Karawang Cellica Nurachdiana dalam sambutannya.

Sementara itu, Rektor Unsika Wahyudin Zarkasyi mengungkapkan, pembangunan kawasan baru kampus Unsika akan dimulai pada 2020 mendatang. Dengan penegerian tersebut, Unsika pu mendapat bantuan APBN hingga Rp 25 Miliar per tahun.

“Walaupun bukan peletakan batu pertama kampus, dengan adanya jembatan maka kita bisa membangun 25 hektar kampus dan lima hektar untuk masjid. Rencana kita akan bangun delapan lantai,” tukas Wahyudin.

Kampus kita ini nanti akan jadi kampus minimalis

Kalau PTN lain itu 100 atau 200 hektar. Dan total anggaran yang kita butuhkan dengan peralatannya mencapai Rp 2 Triliun,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penanaman10 ribu bibit pohon di lahan kawasan kampus baru Unsika. Penanaman pohon dilakukan dengan tujuan untuk mengeringkan tanah karena lahan kawasan kampus baru Unsika ini adalah tanah persawahan.

Hampir sepuluh tahun memimpin Jawa Barat, Aher telah berhasil membangun lima kampus negeri dan dua politeknik negeri. Kampus-kampus negeri ini dibangun baik melalui program penegerian kampus swasta maupun melalui PDD (Program Studi Di luar Domisili). Kelima kampus negeri tersebut, yaitu: Unsil, Unsika, ITB Cirebon, IPB Sukabumi, dan Unpad Pangandaran, serta dua Politeknik Negeri di Subang dan Indramayu.

 

Artikel terkait:

Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149

Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149

Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149

 

Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149

Masjid Provinsi Jawa Barat Al Jabbar di Gedebage

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan percepatan pembangunan Masjid Provinsi Jawa Barat Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung, dengan cara mengajukan pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149 untuk mempercepat distribusi peralatan dan material bangunan.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi hambatan pembangunan masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal di Jakarta ini. Dari rencana awal penyelesaian pembangunan Masjid Al Jabbar sebesar 6,344 persen pada 25 Februari 2018, baru terealisasi 1,541 persen. Keterlambatan ini disebabkan hambatan berupa cuaca. Hujan besar yang sering turun sejak akhir 2017 menghambat proses pengerukan dan pemasangan tiang pancang, berakibat pada defiasi proses pembangunan sebesar 4,803 persen.

Pada kunjungan ke lokasi proyek pembangunan Masjid Al Jabbar

Selasa (27/2/18), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan percepatan proses pembangunan salah satunya adalah dengan pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149, yang sebelumnya dibuka dan digunakan untuk proses pembangunan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Nanti akses KM 149 dibuka

Ini dalam proses pengusulan ke Jasa Marga dan insyaallah Jasa Marga akan merespons dengan baik dalam waktu yang relatif singkat,” katanya.

“Diharapkan pengerukan dan pemasangan tiang pancang yang dibangun di 1.800 titik ini selesai dalam dua bulan, dan sudah ada langkah signifikan untuk lakukan percepatan pembangunan,” tambahnya.

Pengerukan untuk membangun danau retensi, kata Iwa, dilakukan dengan cara memindahkan tanah atau disposal dari lokasi pembanguan masjid ke atas lahan yang telah disetujui pemiliknya sebagai lokasi pembuangan tanah.

Pengangkutan menggunakan truk hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit ke lokasi pembuangan karena letaknya berdekatan dengan lokasi pembangunan. Ini oun meminimalisasi gangguan lalu lintas akibat aktivitas pengangkutan tanah ini.

Setiap ban truk pengangkut tanah yang keluar proyek pembangunan dicuci terlebih dulu sehingga meminimalisasi ceceran tanah ke jalan umum. Sedangkan, bagian atas truk ditutup terpal supaya tanah yang diangkut tidak berjatuhan ke jalan. Disiagakan juga pekerja untuk membersihkan jalan dari ceceran tanah.

Masjid ini didirikan di atas danau seluas 10 hektare

Ini kami bangun danau supaya kalau hujan, di Gedebage ini tidak banjir, dan kemarau tidak kekeringan, sehingga ada suplai air baku. Masyarakat sudah merespons ini dengan baik, sungguh di luar dugaan,” katanya.

Setelah pengerukan untuk danau retensi dan pemasangan tiang pancang selesai, barulah pengerjaan konstruksi bangunan masjid dikerjakan di atasnya. Pembangunan dikerjakan 354 hari sejak dikerjakan 21 Desember 2017 melalui pemasangan tiang pancang pertama oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Iwa mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Muspika Gedebage dan masyarakat Gedebage yang telah memperlancar proses pembangunan masjid ini.

Masjid ini bergaya arsitektur moderen dan sarat dengan nilai-nilai Asmaul Husna

Masjid yang disebut-sebut sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia ini akan memiliki museum sejarah Nabi Muhammad SAW dan museum Tiga Masjid Suci, termasuk Masjidil Aqsa.

Masjid dengan struktur atap bertumpuk simetris berwarna putih dengan jendela berwarna-warni menutup sebagian besar dindingnya ini berdiri seperti mengambang di atas danau. Struktur masjid ini menggunakan bentang baja dan jendela atap berwarna.

Al Jabbar memiliki plaza di bagian depannya dan dikelilingi oleh empat menara berdesain moderen. Keempat menaranya pun tampak muncul dari dasar danau yang dikeliling taman dan pepohonan. Lokasinya terletak di Jalan Cimincrang Gedebage yang menjadi pusat pengembangan Ibukota Jawa Barat tersebut.

Rencananya masjid ini akan didirikan di lahan seluas 25,98 hektare, sebagian besar adalah danau retensi dan lahan terbuka hijau. Danau retensi ini akan berfungsi sebagai embung untuk mengendalikan banjir di Gedebage dan sekitarnya yang biasanya disebabkan oleh luapan anak-anak sungai Citarum.

Masjid yang diprakarsai oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini berkapasitas 33 ribu orang, terdiri atas lantai dasar, lantai pertama, dan lantai mezzanine atau balkon. Semua lantai bagian utama masjid ini memiliki luas 21.793 meter persegi. Semua bangunan masjid ini didirikan di atas struktur fondasi tiang pancang di atas danau retensi.

Selain aula utama masjid, dibangun juga selasar penghubung atau koridor yang menelilingi selasar terbuka depan masjid, juga kolam, dan plaza masjid dengan total luas 17.429 meter persegi. Dari total lahan yang dibutuhkan, 22.100 meter persegi sudah dibebaskan, sedangkan 3,88 hektare sisanya dibebaskan 2018.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk

Pembangunan dilakukan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dengan nilai kontrak sekitar Rp 511 miliar. Masjid dibangun dengan struktur utama beton, rangka atap dengan struktur baja bentang panjang 99 meter, dengan penutup atap kaca dan alumunium solid panel dengan ketinggian 58 meter. Tiga menara berketinggian 33 meter, dan satu menara lagi 99 meter.

Bangunan masjid berupa atap dan jendela bertumpuk mirip dengan penggunaan atap pada masjid-masjid tradisional di Jawa Barat. Sedangkan tinggi menara 33 meter adalah jumlah bacaan wirid atau tasbih, sedangkan panjang 99 meter pada menara utama dan bentang atap baja mencerminkan 99 nama Asmaul Husna.

 

Sumber : https://sel.co.id/

KTNA Siapkan Berbagai Bibit Gratis

KTNA Siapkan Berbagai Bibit Gratis

KTNA Siapkan Berbagai Bibit Gratis

 

KTNA Siapkan Berbagai Bibit Gratis

Kegiatan sistem tanam

Untuk mendukung kegiatan sistem tanam tumpang sari (Agriforestry) 1:1 dengan menggunakan metode Agriculture Base Community Development Environment (ABCDE) atau Pengembangan Kelompok Masyarakat Berbudaya Lingkungan Berbasis Pertanian, telah disiapkan secara gratis bibit pohon oleh Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bogor.

Bibit-bibit pohon yang telah disiapkan KTNA ini

Disebutkan Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan pada Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor Dian Herdiawan, Kamis (01/03/2018), diantaranya adalah bibit pohon Durian Matahari, bibit pohon Alpukat Hawaii Jumbo, dan bibit pohon Rambutan Brahrang.

“KTNA Kota Bogor ini menyediakan bibit pohon dimaksud secara gratis untuk 68 Kelurahan di Kota Bogor. Harapan ke depannya ada 68 kelurahan penghasil buah,” kata Dian.

Zona Tematik Kampung Buah Tertentu

Dengan dibentuknya Zona Tematik Kampung Buah Tertentu itu, ia mengatakan, seperti halnya Kelurahan Cipaku supaya warga di kelurahan lainnya untuk mengadakan rembug warga dan menentukan tematik buahnya.

“Nantinya dari hasil rembug warga dan sudah menentukan tematik buahnya, bisa langsung diusulkan ke Distani untuk dibentuk Zona Kelurahan Tematik buahnya,” tuturnya.

Dian mencontohkan Kelurahan Cipaku

Kelurahan Sukasari, dan Kelurahan Kencana misalnya, dengan tematiknya buah alpukat. Masyarakat di ketiga kelurahan tersebut diarahkan untuk menanam alpukat. Maka, sambungnya, saat masa panen masyarakat sudah mengetahui dan akan tergiring jika mencari buah alpukat pasti akan ke Kelurahan Cipaku, Sukasari, dan Kelurahan Kencana.

“Contoh lainnya Kelurahan Rancamaya, Kelurahan Kedungbadak, dan Kelurahan Ciparigi tematiknya buah durian. Maka saat panen atau musimnya, opini masyarakat sudah tergiring kalau mencari durian pasti ke Rancamaya, Kedungbadak dan Ciparigi. Begitu juga buah rambutan dan lainnya,” pungkasnya.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/